
Aku Bukan Master Sungguhan
CH 8 : Pil Pembersih Tubuh
Pada saat itu Liu Huan merasa seperti sedang berada di dalam perangkap yang mematikan. Hidupnya begitu rapuh dan mudah hancur seperti kaca yang siap pecah kapan saja. Namun, dia tidak menyerah begitu saja. Dengan penuh keyakinan, dia mencoba menjelaskan situasi yang sedang dia hadapi kepada Shiori yang menatapnya tajam seperti seekor singa lapar yang siap menerkam mangsanya.
"Ternyata kau masih ingat untuk pulang," kata Shiori dengan suara tajam.
"Waduh, dia pasti marah besar ini," gumam Liu Huan dalam hati, merasakan ketegangan di udara yang semakin terasa.
Namun, dengan rasa sedih yang mendalam, Liu Huan meminta maaf kepada Shiori karena kalah dalam pertarungan yang baru saja dia lakukan. Melihat ekspresi suaminya yang sedih, Shiori menarik nafas panjang dan mengambil keputusan yang mengejutkan.
"Yasudah, sekarang pergilah mandi dan kita lanjutkan pembicaraan kita," kata Shiori dengan nada yang lebih lembut, menenangkan Liu Huan yang sedang dalam kebingungan.
"Terima kasih, istriku," ucap Liu Huan dengan cepat memeluk Shiori dan berlari ke kamar mandi.
"Hei kau," kata Shiori seketika saat dipeluk oleh Liu Huan.
Di kamar mandi, Liu Huan mulai merenung. Ia berpikir tentang makna kekuatan dalam kehidupan manusia. Kenapa manusia harus saling menyakiti untuk membuktikan dirinya? Apakah kekuatan sejati hanya bisa didapatkan dengan merusak kehidupan orang lain?
Sementara itu, sebuah pesan muncul di hadapannya:
[Misi baru terdeteksi, Kesulitan tingkas SS: Bantu Shiori memenangkan pertempuran dengan sekte lain, hadiah misi kultivasi meningkat, kemampuan spiritual, dapat membuat kemampuan apapun, semua status naik ke level maksimal]
Liu Huan terkejut melihat pesan itu. Akhirnya, misi utama terakhir muncul! Tentu saja, dia menerima tantangan tersebut dengan penuh keyakinan.
[Warning!: Jika tuan rumah gagal dalam melakukan misi ini, keberadaan anda akan dihapus. Anda dilarang mengungkapkan identitas anda selama misi berlangsung.]
"Ok, aku menerima tantangan ini," balas Liu Huan dengan mantap.
[Menkonfirmasi semangat tuan rumah: memberikan tuan rumah hadiah, hadiah telah dikirim di dalam inventori.]
"Mari kita lihat hadiah apa yang diberikan oleh sistem," ujar Liu Huan, tergesa-gesa membuka inventori.
Pada saat itu, ia melihat sebuah pil hitam berada di inventori. Liu Huan membuka informasi terkait pil tersebut dan terkejut dengan apa yang dia baca. Pil itu bisa membuat manusia biasa bisa berkultivasi di dunia ini.
“Jadi ini seperti obat ajaib untuk membuatku menjadi kultivator sejati,” gumam Liu Huan sambil memandangi pil hitam di tangannya.
[Benar, kultivasi asli tuan rumah tidak akan tergangu. Pil ini hanya membuat tuan rumah memiliki aura kultivator agar tidak di remehkan oleh orang dari dunia ini]
Liu Huan memandangi pil hitam di tangannya dengan cermat, memeriksa setiap sisi dan sudutnya. Setelah meyakinkan diri bahwa itu benar-benar pil yang dibutuhkannya, Liu Huan pun mulai memakan pil tersebut dengan hati-hati. Pertama, ia merasakan rasa pahit yang cukup kuat di mulutnya. Lalu, perlahan-lahan, ia merasakan energi spiritual yang membanjiri seluruh tubuhnya, mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki.
“Hmm…. Rasa coklat” ujarnya setelah menelan pil itu “Sistem apakah dengan ini aku memiliki aura seorang kultivator?” tanya liu huan dengan ragu.
__ADS_1
[Tuan rumah sedari dulu sudah memilikinya, tapi berhubung tuan rumah bukan berasal dari dunia ini hanya saya yang dapat mengetahui kultivasi tuan rumah. Pil tersebut hanyalah aksesoris semata bagi saya]
“Tidak usah juga kau bilang begitu” kata liu huan sambil tersenyum sinis.
Setelah cukup lama di kamar mandi, liu huan bergegas keluar dari sana dan menggunakan pakaiannya. Setelah itu ia kembali ke kamar dan melihat shiori yang sedang bermeditasi. Pada saat itu entah kenapa, liu huan dapat melihat aliran spiritual dan datian dari shiori.
“Apa itu aliran yang berbentuk seperti rangkaian benang berwarna biru” gumam liu huan melihat hal itu, seperti melihat air mengalir dalam sungai yang tenang.
[itu adalah meridians. Karena pil tadi, tuan rumah bisa melihat aliran spiritual, meridians, dantian, dan tingkat kultivasi dari orang lain]
“Begitukah” gumam liu huan berjalan ke arah shiori, sambil berusaha untuk menyembunyikan keheranan dan kegembiraannya.
Pada saat, liu huan mendekat ke arah shiori, liu huan melihat ada sebuah benda berwarna hitam menghambat aliran meridians dari shiori, “Apa ini?, apakah dia mengalami hambatan?” gumam liu huan memperhatikan hal itu dengan seksama, seperti seorang detektif yang menemukan petunjuk penting.
“Sistem apakah kau tahu sesuatu?” tanya liu huan dengan perasaan penasaran yang semakin memuncak.
[Benda hitam itu adalah Bottleneck. Kesalahan akibat melakukan terobosan kultivasi, karena kesalahan itu membuat meridians di dalam dirinya berantakan]
“Terus bagaimana cara memperbaikinya?” tanya liu huan dengan wajah yang semakin serius.
[Anda cukup membuat pil dari bahan-bahan yang telah anda beli saja dan biarkan dia menelannya]
“Begitukah, baiklah” ucap liu huan sambil merenungkan langkah selanjutnya, seperti seorang ahli kimia yang merencanakan sebuah eksperimen.
[Anda hanya cukup memasak makanan seperti di dunia anda sebelumnya, makanan tersebut akan secara otomatis menjadi pil karena kemampuan yang telah anda dapatkan]
Liu huan merasa sedikit kagum dengan kemampuan barunya tersebut, seakan-akan ia adalah seorang ahli pengolah bahan kimia yang dapat membuat formula baru dengan mudah.
“Oh, begitukah” ucap Liu huan, kepingan senyum terukir di bibirnya.
Seperti pelayang di atas awan, ia memotong akar spiritual menjadi beberapa bagian dengan gesitnya. Kemudian, ia memasukkan bumbu-bumbu masakan dan air yang sudah dipanaskan ke dalam panci. Saat air spiritual mendidih, liu huan memasukkan akar spiritual yang telah ia potong tadi dengan lembut. Aroma harum pun tercium di udara, seolah-olah mengalun seperti musik lembut di telinga. Tanpa ragu, liu huan kembali memasukkan daun spiritual yang telah ia pilih dengan hati-hati. Kemudian, ia mematikan api kompor dengan lembut dan mendiamkannya selama beberapa menit.
“Akhirnya selesai” ucap liu huan dengan napas tersengal-sengal. “Mari kita lihat apakah masakan ini langsung berubah menjadi pil atau tidak.”
Saat liu huan membuka tutup panci, seketika masakan yang telah ia buat berubah menjadi sebuah pil berwarna coklat. “Berhasil” ujar liu huan dengan kegembiraan yang memuncak, “Mari kita lihat informasinya!”
Di dalam informasi pil tersebut, terdapat tulisan yang menyatakan bahwa pil ini merupakan pil pembersih tubuh yang berfungsi untuk memperbaiki tubuh akibat kesalahan dalam melakukan kultivasi.
“Istriku, aku datang” ucap liu huan bergegas ke tempat istrinya dengan langkah yang mantap,
Saat liu huan kembali ke dalam kamar, shiori membuka matanya. Ia melihat liu huan yang membawa sebuah pil di tangannya, “Apa yang kau bawa, Liu Huan?” tanya shiori dengan suara lembut, seakan ia adalah seorang malaikat yang turun dari surga.
“Istriku, coba lah ini. Ini dapat membantu memperbaiki kultivasi mu” ucap liu huan memberikan pil tersebut
__ADS_1
“Kapan dia tahu jika aku ada masalah dalam kultivasi?” shiori bertanya-tanya di dalam pikirannya.
“Tidak perlu, kamu gunakan saja untuk dirim…..” pada saat itu shiori terdiam sejenak, seakan waktu berhenti sejenak dan dunia berhenti berputar.
“Liu Huan coba kau duduk disamping ku” kata shiori dengan suara lembut.
“Eh, ada apa?” tanya liu huan bingung
Karena tidak ingin menimbulkan kemarahan Shiori, Liu Huan akhirnya patuh pada perintahnya dan duduk di sampingnya. "Seperti yang kuduga, akhirnya kau berhasil menerobos ke inti dasar tahap awal," kata Shiori dengan tatapan tajam.
Liu Huan menjawab dengan santai, "Mungkin ini karena aku selalu berusaha keras." Namun sebenarnya, dia merasa sedih karena kultivasinya lebih tinggi daripada yang Shiori sebutkan.
"Selamat," ucap Shiori tiba-tiba, lalu memeluknya.
"Eh?" Liu Huan terkejut dengan tindakan tiba-tiba Shiori.
"Jadi apa yang ingin kamu berikan tadi?" tanya Shiori setelah melepaskan pelukan.
"Silakan makan pil ini. Ini dapat membantu mengatasi masalahmu," ujar Liu Huan seraya memberikan pil tersebut.
Shiori ragu-ragu mengambil pil tersebut. Namun, melihat ekspresi Liu Huan, dia akhirnya memutuskan untuk memakannya. "Baiklah, aku akan memakannya," ucap Shiori.
Saat Shiori memakan pil tersebut, tiba-tiba terjadi lonjakan energi spiritual yang membuatnya merasakan sakit yang luar biasa. Malam itu cerah dengan langit yang penuh bintang. Angin bertiup lembut dan membuat daun-daun pepohonan bergerak dalam irama yang seirama. Suara jangkrik dan serangga malam lainnya mengisi udara dengan harmoni alam yang tenang.
Namun, tiba-tiba saja suasana itu berubah. Seiring dengan terobosan yang dilakukan oleh Shiori, petir menderu di kejauhan dan mendekat dengan cepat. Kilatan cahaya dan dentuman suara bergemuruh memenuhi udara. Seolah-olah alam yang tenang tadi kini telah menjadi kacau.
Shiori merasakan sakit yang luar biasa di dalam dirinya. Tubuhnya gemetar dan berkeringat. Semua energi spiritual yang terkumpul dalam dirinya seolah-olah tak bisa ditahan dan mengepul keluar. Suara teriakan kesakitan yang memecah keheningan malam terdengar dari mulutnya. Hujan lebat pun turun dari langit, seolah-olah menambah intensitas dari badai petir yang tak terkendali.
"Sakit sekali!" teriak Shiori sambil menahan rasa sakit yang tak tertahankan.
"Sistem, apa yang terjadi?" tanya Liu Huan cemas.
[Tenanglah, tuan rumah. Ini adalah hal yang wajar terjadi saat melakukan terobosan. Sepertinya Shiori berhasil menghancurkan penghalang Meridian-nya dan melakukan terobosan ke tahap selanjutnya. Karena itu, dia kekurangan energi yang dan berakhir dengan merasakan sakit yang luar biasa.]
"Lalu, bagaimana aku bisa membantunya?" tanya Liu Huan khawatir melihat Shiori yang kesakitan.
[Tentu saja, dengan cara itu.]
"Itu?" ucap Liu Huan heran.
[Iya, itu.]
"Dasar sistem, sialan!" ujar Liu Huan kesal ketika akhirnya memahami apa yang dimaksud oleh sistem.
__ADS_1