
Tepat di depan matanya, Liu Huan melihat monster yang begitu mengerikan. Badannya yang besar membuat ekspektasi Liu Huan terhempas kan.
"Sistem, apakah kamu serius ingin membuatku melawan monster ini?" tanya Liu Huan.
[Iya, sesuai dengan misi yang telah saya berikan. Tuan rumah harus bisa mengalahkannya]
"Dilihat dari mana pun, kesempatan menang bukan tidak ada," keluh Liu Huan.
[Jangan terlalu pesimis, tuan rumah. Anda bisa memenangkan pertarungan ini dengan semangat dan pantang menyerah]
"Bicara sih mudah saja, tapi melakukannya itu yang susah," jawab Liu Huan.
Liu Huan yang datang paling akhir memilih untuk mengamati keadaan sebelum ikut bertempur melawan Hydra. Di sana, sudah terdapat beberapa kultivator hebat yang mencoba menahan amukan dari Hydra. Li Wei dan Shiori yang duluan pun juga terlihat sedang berada di bawah kaki monster itu. Dengan kekuatan yang mereka punya, mereka berdua berniat untuk menghentikan pergerakan dari Hydra dengan cara memotong salah satu kakinya.
Namun sayangnya, ketika mereka melancarkan serangan yang begitu kuat, serangan mereka tidak memberikan kerusakan terhadap kaki monster itu. Dengan kulit yang begitu keras dan bersisik seperti ikan membuat serangan mereka berdua menjadi sia-sia.
Sementara itu, di bagian atas, terlihat Qi Zuyan yang menggunakan kekuatannya sedang berdiri di atas pedang terbang berhadapan dengan Hydra. Tepat di depan matanya, Qi Zuyan menatap monster itu dengan tajam. Bersama dengan beberapa kultivator yang berada di sampingnya, mereka melancarkan serangan terkuat mereka.
Serangan yang dilancarkan oleh para kultivator membuat Hydra marah. Ia mulai meronta-ronta sambil mengaum dengan kerasnya. Auman yang begitu mengerikan memekakkan telinga setiap orang yang berada di sana.
"Sistem, apa yang harus aku gunakan untuk mengalahkan monster ini?" tanya Liu Huan.
[Tuan rumah dapat melancarkan serangan berpedang seperti biasanya]
"Apakah kau yakin? Sedangkan serangan terkuat dari setiap kultivator itu saja tidak dapat melukainya," tanya Liu Huan ragu.
[Tenang saja, tuan. Mereka sangat jauh berada di bawah Anda. Jadi, apapun yang terjadi, Anda dapat menyerahkan hal itu kepada saya]
Setelah menerima serangan dari para kultivator, monster Hydra mulai mengamuk. Tubuhnya yang besar berguncang-guncang dan ia mengeluarkan suara mengaum yang mengerikan. Ia memutar tubuhnya dan meluncurkan serangan balasan ke arah para kultivator dengan menyemburkan api dari mulutnya.
Shiori yang berada di dekat kaki monster itu, terpental jauh akibat serangan yang sangat kuat. Ia terhempas ke belakang dan jatuh di atas tanah dengan keras. Darah segar mengalir dari hidungnya yang patah dan ia kesulitan untuk bangkit kembali.
Melihat hal itu, Liu Huan dengan cepat bergerak ke arah Shiori.
"Shiori, apakah kamu baik-baik saja?" Tanya Liu Huan, Khawatir.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, hanya sedikit cidera ringan"
Sementara itu, Hydra terus mengamuk dan menyerang dengan kejam. Ia membanting leher-lehernya yang panjang ke arah para kultivator dengan sangat cepat, membuat mereka kesulitan untuk menghindari serangan tersebut. Beberapa kultivator terluka parah akibat serangan itu, dan mereka terpental jauh ke belakang.
Namun, Qi Zuyan tidak gentar. Ia terus berdiri di atas pedang terbangnya dan melancarkan serangan bertubi-tubi ke arah Hydra. Pedang Qi Zuyan mengeluarkan cahaya yang terang, dan serangan-serangannya memotong kulit keras Hydra. Namun, bahkan dengan serangan terkuatnya, Qi Zuyan masih belum mampu melukai monster itu dengan cukup serius.
Liu Huan melihat aksi-aksi para kultivator tersebut, semakin yakin bahwa ia perlu melakukan sesuatu untuk mengalahkan monster yang mengerikan ini.
"Shiori, untuk kali ini aku akan jujur denganmu," ucap Liu Huan sambil berdiri tegak, memegang pedangnya dengan erat dan memusatkan seluruh energinya untuk melancarkan serangan yang paling kuat ke arah Hydra.
"Apa yang ingin kamu lakukan, Liu Huan?" tanya Shiori.
"Tenang saja, untuk sekarang kamu bisa beristirahat," jawab Liu Huan.
"Tapi tetap saja, aku tidak mengerti. Beberapa bulan yang lalu kamu hanya seorang sampah yang tidak memiliki bakat untuk berkultivasi. Kenapa sekarang kamu malah bisa setenang menghadapi bahaya yang begitu mengerikan?" ucap Shiori sambil berlinang air mata.
Melihat hal itu, Liu Huan tersenyum hangat. Sambil menahan posisinya, Liu Huan membalas, "Setelah semua ini berakhir, aku akan memberitahumu. Lagian, suamimu ini sangat kuat."
Setelah mengucapkan kalimat itu, Liu Huan bergerak dengan cepat melewati kecepatan cahaya. "Teknik berpedang tahap menengah: Awan Hitam!" ucapnya sambil melancarkan serangan.
Hydra menggeram keras dan mencoba menghindar dari serangan tersebut, tetapi Liu Huan terus melancarkan serangan bertubi-tubi dengan teknik berpedang yang ia dapat kan.
Seketika, ketika Liu Huan menyarungkan kembali pedangnya. Semua sisik dan kulit luar yang begitu keras dari monster itu hancur berkeping-keping.
Semua kultivator yang melihat kejadian itu tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, padahal baru tadi mereka meremehkan Liu Huan.
"Sial, sepertinya aku sudah salah sangka dengan anak itu," ucap Qi Zuyan yang kelelahan.
Tiba-tiba, HUAK!
Qi Zuyan muntah darah. Ia merasa sangat lemas dan kehilangan kendali terhadap pedangnya. Liu Huan yang melihat hal itu langsung dengan cepat menangkap Qi Zuyan dan membawanya kembali ke tanah.
"Apa yang terjadi?" tanya Liu Huan.
"Saya tidak tahu, kemungkinan ini adalah efek samping dari pil yang dibuat oleh Li Wei."
__ADS_1
"Begitukah." Liu Huan merogoh kantongnya dan memberikan pil yang dia buat tadi kepada Qi Zuyan.
"Ambil lah ini, ketika Anda sedang menyerap pil ini, saya akan menahan monster tersebut."
Melihat kekuatan yang ditunjukkan oleh Liu Huan, tidak ada alasan lain untuk menolak pemberiannya. Qi Zuyan dengan hormat menerima pil itu dan mengucapkan terima kasih.
"Baiklah, apakah aku harus bermain-main dulu denganmu?" Liu Huan memalingkan pandangannya ke arah monster Hydra yang tengah merintih kesakitan.
Monster itu kembali mengeluarkan api dari mulutnya. Semburan yang dikeluarkan oleh monster itu dengan mudah dapat ditahan oleh Liu Huan, namun, ia tidak menyadari satu hal. Serangan yang dikeluarkan oleh monster itu ternyata adalah serangan area. Melihat semburan api yang hampir mengenai kota, Liu Huan menjadi panik.
Dengan sigap, Liu Huan mengambil tindakan yang cepat. Ia mengambil posisi defensif dan menggunakan teknik kultivasi pedangnya, "Teknik berpedang tahap menengah : Awan Pelindung".
Karena dia lambat menyadari ada satu tempat yang tidak sempat dia lindungi.
"Sial, sial, sial. Seseorang tolong lindungi tempat itu!"
Boom! Sebuah serangan keras yang berasal dari dalam kota memusnahkan semburan dari Hydra. "Siapa yang mengeluarkan serangan itu?"
Liu Huan yang merasa lega segera menuju ke asal serangan. Ketika sampai di sana, dia melihat temannya Ling Xiu yang berdiri dari tempat duduknya.
"Ling Xiu, apakah kamu yang melakukan hal itu?" tanya Liu Huan memastikan.
"Aku tidak tahu, tiba-tiba badanku bergerak sendiri dan mengeluarkan sebuah serangan yang tidak aku mengerti."
Mendengar penjelasan dari temannya, Liu Huan memeluk Ling Xiu.
"Kerja bagus, kawan."
"Hehe... itu bukan hal yang besar."
Liu Huan melepaskan pelukan mereka dan pamit untuk kembali ke tempat monster Hydra itu berada.
"Hati-hati, kawan."
Dengan cepat, Liu Huan kembali ke sana. Dengan gaya yang arogan, Liu Huan mengeluarkan pedangnya dan mengarahkannya ke monster itu. "Sekarang, mari kita akhiri ini."
__ADS_1
Hydra yang merasa tertantang dengan ucapan Liu Huan mengamuk sejadi-jadinya.