Aku Bukanlah Master Sungguhan

Aku Bukanlah Master Sungguhan
Chapter 9 : Hubungan


__ADS_3

Aku Bukan Master Sungguhan


CH 9 : Hubungan


Karena tidak tega melihat shiori yang kesakitan, akhirnya liu huan melakukannya. Seperti seekor singa yang melindungi anaknya, Liu Huan berlari ke arah Shiori dan memeluknya dengan lembut. Shiori yang pada saat itu kesakitan, terkejut saat liu huan memeluknya.


“Apa yang kau lakukan?” ujarnya sembari menahan sakit yang dirasakan


“Untuk sekarang percayakan kepadaku, bukan sebagai Liu Huan tetapi sebagai suamimu,” ucap Liu Huan dengan lembut.


Mendengar ucapan Liu Huan, Shiori tidak bisa melawan, “Kalau begitu mohon bantuannya, suamiku,” balas Shiori dengan lembut, seperti embun yang jatuh di atas daun.


Liu Huan dan Shiori saling berhadapan, saling menatap dengan penuh kasih sayang. Suasana di dalam kamar menjadi tenang, hanya terdengar suara napas keduanya yang saling berpadu. Liu Huan melepaskan pakaian Shiori dan mendekapnya dengan lembut, pada saat itu, Shiori yang biasanya melarang Liu Huan untuk memeluknya, sekarang menjadi seorang istri yang sangat perlu perhatian dari suaminya.


“Liu Huan, ini sakit sekali” teriak Shiori di dalam dekapan Liu Huan


“Sistem, apa yang harus aku lakukan?” gumam Liu Huan dalam hati


[Anda hanya perlu mengikuti instruksi dari saya]


“Baiklah” ucap Liu Huan, memeluk shiori.


Liu Huan mengikuti instruksi dari sistem dan memusatkan perhatiannya pada energi spiritual di dalam tubuh Shiori. Ia menghembuskan napasnya yang hangat ke telinga Shiori, memberikan semangat untuk menghadapi rasa sakit yang akan datang. Liu Huan dengan lembut memegang tangan Shiori, menuntunnya untuk melakukan teknik kultivasi ganda. Shiori mengikuti setiap gerakan dan arahan yang diberikan oleh suaminya dengan penuh konsentrasi. Perlahan tapi pasti, Liu Huan mengalirkan energi spiritualnya ke dalam tubuh Shiori, memperkuat dan membantunya menangani lonjakan energi spiritual saat melakukan terobosan.


“Ahh…” desah shiori, kesakitan


“Bertahanlah” ucap Liu Huan, memberikan nya semangat.


Saat Shiori merasakan sakit yang luar biasa, Liu Huan tetap berada di sisinya, memberikan dukungan dan kenyamanan. Ia mengelus punggung Shiori dengan lembut, memberikan kehangatan dan cinta yang tak tergantikan. Kedua orang itu seperti bergabung menjadi satu, membentuk sebuah harmoni yang indah.


“Ahh!...Berapa lama lagi aku harus bertahan….” Kata Shiori sudah mencapai ambang batasnya, lalu menggigit leher Liu Huan.


“Sebentar lagi, bertahanlah sebentar lagi” balas Liu Huan menahan rasa sakit akibat gigitan Shiori


Ketika terobosan akhirnya terjadi, Tubuh keduanya mulai bergetar, tanda bahwa energi spiritual semakin kuat. Namun, Liu Huan terus memperhatikan Shiori dengan penuh kasih sayang, memberikan kekuatan dan dorongan agar istri tercintanya dapat terus melanjutkan kultivasinya. Akhirnya, dalam sebuah ledakan energi yang terang benderang, Shiori berhasil melakukan terobosan dan mencapai tahap selanjutnya dalam kultivasi.


"Ayo, perlahan bangun," ujarnya dengan lembut saat Shiori mulai terbangun dari kesadarannya. "Kau berhasil melakukannya."

__ADS_1


Shiori membuka matanya dan merasakan aura kultivasinya telah berkobar menjadi lebih kuat dari pada sebelumnya. Pada saat itu, terlihat senyumnya yang merekah seperti bunga mawar yang mekar di pagi hari kepada Liu Huan.


“Terimakasih, Suamiku, Karena dirimu akhirnya setelah beberapa bulan aku bisa melakukan terobosan” ucap Shiori sambil memeluk Liu Huan dengan erat.


“Tidak usah berterima kasih, kebahagiaanmu adalah bahagiaku juga” balas Liu Huan dengan lembut, memperlihatkan kebahagiaannya yang meluap-luap.


[Selamat, Shiori telah dinyatakan berhasil memasuki ranah inti besar tahap awal. Tingkat rasa suka Shiori berkembang pesat terhadap tuan rumah.]


“Aku tidak pernah berharap ada keajaiban seperti ini, tetapi betapa indahnya hidup” gumam Liu Huan, terkesima dengan hadiah yang tak terduga dari sistem.


Saat mereka berdua terbaring lemah di atas kasur, pelukan mereka menjadi sumber kehangatan di malam yang dingin. Seperti dua anggota purnama yang bersinar, senyum tulus mereka menerangi keheningan malam.


Malam mulai berganti menjadi pagi, angin malam yang dingin bergeser perlahan menjadi hembusan pagi yang segar. Liu Huan dan Shiori masih tertidur dengan tenang, mereka terlihat sangat lelah setelah melakukan kultivasi ganda semalam. Suasana di dalam kamar terasa sunyi, hanya terdengar suara napas mereka yang berpadu menjadi satu. Kamar yang tadinya penuh dengan cahaya lilin sekarang mulai terang seiring matahari terbit.


Di sudut kamar, terlihat sebuah bunga yang mekar dengan indahnya. Seakan-akan bunga itu menyerap kebahagiaan dan cinta dari pasangan suami-istri yang sedang tertidur di dekatnya. Kicauan burung-burung yang merdu terdengar dari luar, menambah suasana damai di pagi yang indah ini.


Shiori perlahan membuka matanya, dan di hadapannya terlihat Liu Huan yang sedang bersandar di sampingnya. “Tidurlah yang nyenyak, jangan terlalu asyik di dunia mimpi,” ujar Shiori sambil mengelus wajah Liu Huan dengan lembut.


Setelah mengenakan pakaiannya, Shiori meninggalkan kamar dan melangkah menuju ruang utama keluarga. “Mungkin keluargaku telah mengetahui tentang terobosanku,” gumamnya sambil berjalan.


“Ayah, anakmu akhirnya berhasil menerobos ke ranah inti besar setelah melewati banyak hambatan,” ucap Shiori dengan tegas.


Semua anggota keluarga merasa bahagia mendengarnya. “Hahaha… bagus, bagus,” kata ayah Shiori dengan bangga. “Kini keluarga kita bertambah lagi dengan orang yang berada di ranah inti besar.”


Tiba-tiba, anak tertua keluarga datang dengan kabar yang mengejutkan. “Lapor ayah,” ujarnya memberikan hormat. “Sekte Langit Biru terlihat sudah bergerak ke arah keluarga kita.”


Mendengar kabar tersebut, ayah Shiori tersenyum lebar. “Sepertinya mereka berani melawan keluarga Lin kita,” ucapnya.


Perseteruan antara keluarga Lin dan Sekte Langit Biru sudah terjadi sejak lama, karena perbedaan pandangan leluhur mereka. Keluarga Lin menganggap bahwa manusia harus hidup berdampingan dan memperkuat satu sama lain, sementara leluhur dari Sekte Langit Biru menganggap manusia lain hanyalah sebuah beban dan hanya manusia berbakat yang pantas berdiri bersama mereka. Karena itu, mereka sudah beberapa kali bertempur untuk mengambil alih kekuasaan satu sama lain.


“Kakak, apakah kamu baik-baik saja?” tanya Shiori khawatir.


“Hei, adik kecilku. Kakakmu baik-baik saja,” ujarnya dengan senyum ramah.


“Tenang saja, kali ini keluarga kita telah melatih banyak sekali prajurit pemberani, terlebih Shiori telah menerobos ke ranah inti besar,” ucap ayah mereka dengan bangga.


“Mulai hari ini, persiapkan pasukan dan Shiori akan menjadi pemimpinnya,” perintah ayah mereka.

__ADS_1


“Baik!” serentak mereka menjawab.


Sementara itu, di dalam kamar, Liu Huan terbangun dari tidurnya. “Sialan, dia seperti bunga yang harum sekali!” teriak Liu Huan dengan gairah yang membara. “Ngomong-ngomong di mana Shiori berada?” lanjutnya ketika tidak merasakan kehadiran Shiori.


Liu Huan bangkit dari tempat tidur dengan cepat dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah itu, ia mengenakan pakaian dan bergegas keluar dari rumah. Saat itu, ia melihat banyak orang yang sibuk berlalu-lalang di halaman rumah keluarga utama. “Hei, apa yang terjadi?” tanya Liu Huan kepada salah satu orang yang ia temui.


“Tidakkah kamu tahu? Sekte Langit Biru akan menyerang keluarga Lin,” jawab orang itu yang sedang sibuk.


“Hmm… Siapa mereka?” gumam Liu Huan.


[Tuan rumah, sepertinya misi utama akan terjadi lebih cepat dari yang diharapkan.]


“Eh, kenapa?” tanya Liu Huan dengan kaget.


[Akan terjadi pertempuran antara Sekte Langit Biru dan keluarga Lin.]


“Jadi begitu, ternyata inilah misi yang kamu maksudkan,” ucap Liu Huan akhirnya memahami situasi.


Setelah berjalan cukup lama di sekitar altar keluarga Lin, Shiori bersama keluarganya datang menemui Liu Huan. “Suamiku, kenapa kamu berada di sini?” tanya Shiori dengan cemas.


“Ah, Shiori, aku hanya ingin berjalan-jalan santai,” jawab Liu Huan sambil tersenyum.


“Dasar sampah! Mengapa kamu berada di sini? Apakah kamu tidak cukup membuat malu keluarga Lin di pertandingan sebelumnya?” ujar ayah Shiori dengan nada tegas.


“Ayah,” bela Shiori sambil memandang ayahnya dengan wajah kesal.


“Hmm… Adik kecil, siapakah dia?” tanya kakak Shiori sambil menatap Liu Huan dengan tajam.


“Ah, kakak, dia adalah Liu Huan, suamiku,” jawab Shiori sambil memperkenalkan Liu Huan. “Liu Huan, dia adalah kakak tertua ku, Lin Yang.”


“Sangat senang bertemu denganmu, Liu Huan,” kata Lin Yang sambil menyodorkan tangannya.


“Sama-sama, kakak ipar,” jawab Liu Huan sambil bersalaman dengan Lin Yang.


Saat mereka bersalaman, Lin Yang merasakan aura intimidasi yang kuat dari Liu Huan. Namun, ia menahan dirinya agar tidak mengganggu suasana. Setelah melepaskan salam, Lin Yang berkata, “Kalau tidak ada yang lain, saya akan pergi duluan. Sampai jumpa.”


Saat pergi dari sana, keringat dingin bercucuran dari wajah Lin Yang, rasa takut yang sangat menakutkan membuatnya merasa merinding. “Monster seperti apa yang dibawa oleh Shiori ke dalam keluarga?” gumamnya ketakutan.

__ADS_1


__ADS_2