
Aku Bukan Master Sungguhan
CH 17 : Perpisahan
"Begitulah akhirnya aku mengalahkan semua musuh dan menjarah harta mereka sedikit," teringat Liu Huan saat ayah Shiori, Lin Chen, marah padanya. Melihat itu, Shiori menarik lengan Liu Huan dan membawanya masuk ke dalam rumah.
"Liu Huan, Liu Huan! Ayo kita kembali ke dalam rumah," ajak Shiori.
"Loh, ya. Baiklah," Liu Huan terbangun dari lamunannya dan mengikuti Shiori ke dalam kamar.
Ketika malam tiba, pesan dari sistem muncul di hadapannya.
[Selamat kepada tuan rumah karena telah menyelesaikan empat misi yang diberikan. Tutorial telah selesai dengan baik. Sekarang saatnya memasuki misi utama.]
Melihat pesan itu, Liu Huan bangkit dari tempat tidurnya dan pergi ke sofa di kamar.
"Tapi, misi itu di tingkat paling tinggi. Bagaimana bisa disebut sebagai tutorial?" tanyanya bingung.
[Saya tidak memiliki alasan untuk menjawab pertanyaan anda]
Liu Huan yang melihat hal itu akhirnya pasrah.
[Misi utama dimulai: Hapus ingatan semua orang kecuali Shiori, lalu pergilah ke negeri matahari. Misi akan segera diperbarui saat tuan rumah tiba di sana. Memberikan hadiah bantuan, kekuatan peminjaman dari sistem telah diberikan] pesan sistem berbunyi.
Liu Huan merasa kesal. "Apalagi ini, kenapa harus menghapus ingatan mereka?"
[Dalam menjadi yang terkuat, rasa sayang dapat menghambat tuan rumah. Saatnya akan tiba ketika tuan rumah mendapatkan itu, tapi bukan sekarang]
Liu Huan bimbang. "Lalu, untuk apa semua ini diberikan? Bukankah aku bereinkarnasi ke tubuh ini untuk melindungi mereka?"
[Anda dapat menolak ini, tetapi hukuman yang akan diberikan adalah kembali ke alam baka]
"Apakah tidak ada cara lain untuk menyelesaikan ini?" tanya Liu Huan.
[Tenang saja, semuanya sudah saya atur dengan baik. Jika Anda hanya terpaku di sini dan tidak mempelajari lebih banyak tentang dunia ini, bagaimana Anda bisa melindungi orang yang Anda sayangi?]
Melihat pesan dari sistem, Liu Huan merasa sedikit bimbang. Namun, ia kemudian menampar dirinya sendiri.
"Ini sakit," keluhnya.
“Benar, jika hanya terpaku di sini aku tidak akan pernah mengenal dunia ini, kalau begitu aku terima misi ini.”
Liu Huan bangkit dari tempatnya, membuka pintu kamarnya dan menutupnya dengan pelan. Dengan cepat, Liu Huan menggunakan topengnya dan pergi ke ruangan setiap anggota keluarga Lin.
Di ruangan pertama, Liu Huan melihat kakak iparnya, Lin Yang, tertidur dengan pulas. Liu Huan mendekati Lin Yang dan menggunakan energi spiritualnya untuk menggunakan sebuah jurus.
“Terima kasih atas segalanya, kakak ipar. Untuk selanjutnya, tolong jaga Shiori. Jurus pemberian sistem: Memory Eraser.”
Setelah Liu Huan menggunakan jurus itu, sebuah gelembung ingatan keluar dari pikiran Lin Yang. Di dalam gelembung yang melayang di udara, Liu Huan melihat ingatan tentang mereka yang perlahan-lahan menghilang dibawa oleh angin yang masuk dari celah-celah kamar.
Setelah ingatan Lin Yang menghilang, dengan tekad yang kokoh, Liu Huan menahan air matanya dan bergegas ke ruangan selanjutnya. Di setiap ruangan, ia menggunakan jurus yang sama.
“Baiklah, sekarang tersisa kamar ini.”
Dengan nafas yang terengah-engah, Liu Huan memandang kamar orang tua Shiori. Dengan menggunakan jurus pemberian sistem: Hide, Liu Huan perlahan-lahan memasuki kamar tersebut.
Saat sampai di dalam ruangan, Liu Huan melihat ayah Shiori, Lin Chen, sedang tertidur di sebuah meja kerja. Ia berjalan perlahan menuju ke arahnya dan melihat ayah Shiori yang sangat kelelahan karena mengatur keluarga Lin.
__ADS_1
“Ayah mertua, terima kasih karena telah selalu memarahi aku. Aku tahu anda hanya khawatir dengan Shiori. Tapi hari ini, Shiori akan aku kembalikan kepada anda. Jurus pemberian sistem: Memory Eraser.”
Setelah menyelesaikan tugasnya, Liu Huan berniat untuk keluar dari ruangan dan mencari ibu Shiori, Lin Yujie. Ketika ia membuka pintu kamar, sebuah suara menyambutnya.
“Akhirnya tiba giliranku.”
Di sana, ibu Shiori, Lin Yujie, duduk di tempat tidurnya sambil menatap Liu Huan yang datang menggunakan jurus pemberian sistem: Hide.
“Kenapa kamu harus bersembunyi dariku? Lepaskanlah jurusmu,” ujar Lin Yujie, menyadari kehadiran Liu Huan.
Karena sudah ketahuan, Liu Huan membatalkan jurusnya dan menutup pintu kamar. Ia berjalan ke arah Lin Yujie dan memberikan penjelasan.
“Ibu mertua, saya mengucapkan terima kasih karena telah menerima saya di keluarga ini. Tapi sekarang, saya…”
Melihat Liu Huan yang mencoba begitu tegar, Lin Yujie berjalan ke arahnya dan mendekap Liu Huan seperti anaknya sendiri.
“Tidak apa-apa, aku tidak tahu siapa kamu dan dari mana kamu berasal. Tetapi jika itu yang kamu mau, maka lakukanlah.”
Mendengar ucapan Lin Yujie, Liu Huan yang tegar akhirnya tidak dapat membendung kesedihannya. Di dalam pelukan Lin Yujie, ia mengeluarkan air mata yang selama ini ia tahan ketika menghapus ingatan semua orang yang berada di keluarga Lin.
Setelah beberapa saat, Lin Yujie melepaskan pelukannya dan bergerak mundur beberapa langkah.
“Apakah sudah tenang sekarang? Jika sudah, maka lakukanlah tugasmu.”
“Terima kasih banyak, ibu mertua. Untuk saat ini, saya titipkan Shiori kepada Anda.”
“Jangan dititipkan, tapi berjanjilah kepadaku. Setelah menyelesaikan misimu, kembalilah kepadanya dan jangan lagi tinggalkan dirinya sendirian.”
Di dalam suasana yang menggugah hati, Liu Huan mengeluarkan jurusnya.
“Kalau begitu, selamat tidur, ibu mertua. Jurus pemberian sistem: Memory Eraser.”
“Selamat tinggal, ibu mertua.”
Liu Huan beranjak dari ruangan. Saat ingin keluar untuk yang terakhir kalinya, ia melihat Lin Yujie dan pergi dari sana. Saat semua orang yang berada di keluarga Lin telah dihapus ingatannya, Liu Huan kembali ke dalam kamarnya.
Saat itu, ia melihat Shiori yang tertidur dengan senyum manis di wajahnya. Karena tidak ingin membuat Shiori khawatir, Liu Huan pergi menuju meja kerja dan membuat sebuah surat.
Pagi telah tiba, dan saat Shiori terbangun dari tidurnya, ia menyadari bahwa Liu Huan tidak ada di sisinya. Tanpa berpikir panjang, Shiori segera keluar dari kamarnya dan mencari ke sekitar halaman. Di sana, ia menemukan kakaknya, Lin Yang, duduk di tempat yang biasa digunakan bersama dengan Liu Huan.
"Kakak, apakah kau melihat Liu Huan?" tanya Shiori, khawatir.
Melihat adiknya yang begitu panik, Lin Yang merasa aneh. "Liu Huan? Siapa dia?" tanyanya.
"Apa yang kau bicarakan, Kak? Liu Huan adalah suamiku. Dimana dia sekarang?" jawab Shiori dengan kukuh.
Mendengar ucapan Shiori yang begitu tegas membuat Lin Yang semakin bingung. "Aku tidak mengerti. Bukankah kau masih belum menikah?" ujarnya.
Shiori terdiam sejenak mendengar ucapan kakaknya, lalu pergi dengan perasaan kesal. Ia segera mencari ayahnya untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi.
"Sialan kakak, bodoh!" gumamnya dalam hati.
Sementara itu, Lin Yang yang semakin bingung dengan kejadian ini, bergumam dalam pikirannya, "Siapa sebenarnya Liu Huan? Sepertinya aku pernah mendengarnya sebelumnya."
Ketika sampai di altar, Shiori melihat orang tuanya sedang sibuk membahas tentang kondisi keluarga Lin. Dengan perasaan bimbang, Shiori menghampiri mereka dan berkata, "Ayah, Ibu, apakah kalian melihat Liu Huan?"
Mendengar ucapan dari anak mereka yang terlihat seperti menahan air mata, Lin Yujie dan Lin Chen langsung memeluk anak mereka. "Shiori, ada apa? Siapa Liu Huan?" tanya mereka.
__ADS_1
Namun, Shiori hanya merasa kecewa dan sedih karena keluarganya seakan-akan melupakan keberadaan suaminya.
"Apa yang terjadi dengan kalian semua?" keluh Shiori lalu pergi dengan perasaan sedih.
Sementara itu, Liu Huan yang telah meninggalkan keluarga Lin, sedang beristirahat di bawah pohon besar.
[Tuan, bangun!]
"Eh, ada apa?" jawab Liu Huan, terbangun dari tidurnya.
[Apa yang ada di saku mu?]
Liu Huan langsung memeriksa saku celananya dan terkejut melihat sebuah surat yang seharusnya ia tinggalkan di kamarnya.
"Eh buset, kenapa ini ada di sini. Sistem, aku pinjam sebentar kekuatannya. Jurus pemberian dari sistem: Teleportasi."
Dengan cepat, Liu Huan langsung berpindah ke kamarnya dan menaruh surat itu di atas meja kerjanya.
"Dengan ini, semoga Shiori tidak terlalu panik," gumam Liu Huan, lalu pergi lagi dengan menggunakan jurus teleportasi.
Setelah Liu Huan pergi dari kamarnya, Shiori yang pada saat itu telah bertanya pada seluruh anggota keluarga Lin tentang keberadaan Liu Huan datang dengan tangisan dan hati yang hancur. “Ada apa dengan semua orang, kenapa mereka seakan-akan melupakan Liu Huan?”
Di dalam tangisannya, Shiori berjalan dengan lemah ke meja kerja yang biasa digunakan oleh Liu Huan.
“Ini meja yang biasa ia gunakan jika sedang membuat sesuatu,” pikirnya.
Pada saat itu, Shiori melihat sebuah surat yang bertuliskan nama Liu Huan. Dengan cepat, ia membuka surat itu dan membaca pesan yang ditulis oleh Liu Huan.
Di dalam surat itu tertulis,
Kepada Shiori,
Aku menulis surat ini karena aku tidak tahu kapan aku akan kembali ke sisimu. Aku tahu bahwa kamu akan sangat khawatir dan mungkin tidak mengerti mengapa aku harus pergi. Aku ingin memberitahumu bahwa aku melakukan ini karena aku tidak ingin membahayakanmu.
Aku tahu bahwa kamu tidak tahu tentang kebenaran diriku. Aku bukanlah manusia biasa seperti yang kamu kira. Aku adalah seorang kultivator, seorang ahli bela diri yang memiliki kekuatan yang jauh di atas manusia biasa.
Namun, kekuatan yang aku miliki juga membawa bahaya besar bagi orang-orang di sekitarku. Aku tidak ingin kamu terjebak dalam bahaya hanya karena keberadaanku. Oleh karena itu, aku harus pergi sekarang, untuk menjaga keselamatanmu.
Aku tahu betapa berat hatimu akan kepergianku. Aku juga merasa sangat sedih karena harus meninggalkanmu. Kamu adalah orang yang paling berarti bagi diriku di dunia ini. Aku berharap kamu bisa memaafkan aku karena harus melakukan ini.
Tetapi, janji aku padamu adalah aku akan kembali ke sisimu. Aku akan selalu mencari cara untuk menjaga keselamatanmu. Kamu adalah cinta sejatiku, dan aku tidak akan pernah melupakanmu.
Aku berharap kamu bisa menunggu aku kembali, Shiori. Aku akan merindukanmu setiap hari, dan aku berharap kamu juga merindukanku. Aku akan selalu mencintaimu, dan aku berharap kamu juga mencintaiku.
Dengan rasa sedih yang mendalam, aku harus pergi sekarang. Aku berjanji akan kembali ke sisimu, Shiori.
Cintamu selalu,
Liu Huan.
Seketika, air mata yang ditahan oleh shiori keluar dengan begitu deras. Dengan air mata yang berlinang shiori menangis sejadi-jadinya setelah membaca pesan yang diberikan oleh liu huan.
[Selamat kepada tuan rumah, misi tutorial telah resmi selesai. Progres misi utama adalah 5%]
Melihat layar yang mengambang di depan matanya, liu huan membalikan pandangannya.
“Sampai jumpa lagi, Shiori,” gumamnya perlahan-lahan. Meninggalkan kota menuju ke negeri matahari terbit
__ADS_1
~ARCS 1 : Reincarnation.
Tamat