Aku Bukanlah Master Sungguhan

Aku Bukanlah Master Sungguhan
Chapter 7 : Pertandingan Dimulai


__ADS_3

Aku Bukan Master Sungguhan


CH 7 : Pertandingan Dimulai


Di altar beladiri yang sunyi, Sin duduk dengan anggun di atas pedangnya, merenung dengan tenang sambil menatap langit biru yang tak berawan. Saat itu, waktu berlalu begitu lambat, seperti menjemput datangnya pertarungan yang akan segera dimulai. Namun, satu jam berlalu tanpa tanda-tanda kedatangan lawannya.


Tiba-tiba, kerumunan besar memasuki arena dan ternyata itu adalah keluarga Lin. Shiori berjalan dengan penuh martabat di samping suaminya, Liu Huan, sementara ayahnya dan warga lainnya mengikuti mereka untuk menonton pertandingan.


Sin menyambut mereka dengan senyum tenang, berusaha menyembunyikan kegundahannya. "Akhirnya, kalian datang," ucapnya dengan nada rendah. "Saya kira kau melarikan diri, Liu Huan."


Liu Huan menatap Sin dengan tajam, lalu mengalihkan pandangannya ke Shiori. "Kita tepat waktu kan," kata Shiori sambil mengangguk.


"Kenapa kau datang terlalu cepat?" tanya Liu Huan heran.


"Sialan, aku kira kita bertanding jam 1 siang," gerutu Sin dalam hati, merasa tak nyaman dengan situasi yang terlalu canggung.


"Saya sangat bersemangat dan ingin menunggu kalian di sini," ucap Sin sambil berjalan dengan tenang ke arah Liu Huan, berusaha menyembunyikan kegelisahannya.


Setelah semua orang tiba, mereka berdua berdiri di atas tanah suci altar beladiri. Sebelum memulai pertandingan, keluarga Lin membawa batu ukur untuk melihat tingkat kultivasi mereka berdua. Dalam keheningan yang meresap, mereka saling menatap, menunggu hasil pengukuran.


“Lihatlah ini, nilai dari kultivasi ku,” ucap Sin dengan nada sombong sambil meletakkan tangannya di atas batu ukur. Tampak angka 550 muncul di atas batu ukur tersebut. “Woah, ternyata dia berada di inti kecil bagian akhir,” teriak penonton, kagum dengan kehebatan Sin.


“Bagaimana denganmu sekarang?” tanya Sin dengan senyum sinis kepada Liu Huan.


"Sistem, apakah aku sudah memiliki basis kultivasi?" tanya Liu Huan dalam hati, berusaha menekan rasa cemas di dalam dirinya.


[Tuan rumah sudah memilikinya, tapi...]


"Baiklah, ayo maju," sela Liu Huan, mencoba menunjukkan kepercayaan dirinya di hadapan Sin.


Setelah mengetahui hal itu, Liu Huan berjalan menuju batu ukur, dengan langkah mantap dan tegas. Saat melakukan pengukuran, cahaya putih bersinar terang ketika Liu Huan meletakkan tangannya di atas batu, memancarkan kekuatan yang mempesona.


"Sinarnya begitu terang, apakah dia sudah memiliki basis kultivasi yang kuat?" ucap Shiori yang berada di dekat Liu Huan, takjub dengan kehebatan suaminya.


"Habis aku, ternyata memang benar yang ku rasakan pada hari itu nyata," gumam Sin melihat cahaya itu, merasa kagum dengan kemampuan Liu Huan yang seperti petir menyambar kegelapan malam.


Setelah beberapa saat, sebuah nilai kultivasi keluar dari batu itu. "NOL!" teriak semua orang setelah melihat angka itu, mengejutkan mereka seperti petir di siang bolong.


"Hahaha... Ternyata kau hanyalah sampah biasa," kata Sin tertawa bahagia, merasa senang dengan hasil yang Liu Huan dapatkan, seperti singa yang menikmati mangsanya.


Ketika Liu Huan ditertawakan, Shiori merasa kecewa dengannya. Ia mengambil langkah mundur dan berjalan menuju ayahnya, merenungkan fungsi pelatihan yang Liu Huan lakukan selama 1 bulan.


"Ternyata ayah benar, tidak ada gunanya bekerja keras jika tidak memiliki basis kultivasi," ucap Shiori dengan wajah murung, seakan-akan ia sedang terpuruk dalam kelam malam.


"Sistem, jelaskan," bisik Liu Huan dalam hati, suaranya tenang dan tegas seperti petir yang menggelegar di tengah hujan deras.


[Tadi ingin saya jelaskan, namun tuan rumah sudah lalu. Bagi orang yang berasal dari dunia ini, nilai Anda hanyalah nol. Tetapi nilai asli Anda adalah ini...] jawab sistem, menunjukkan tingkat kultivasi sejati Liu Huan.

__ADS_1


"Hmm, tidak buruk juga," gumam Liu Huan.


Setelah berbicara dengan sistem di dalam pikirannya, ketika Liu Huan melihat sekelilingnya, ia disambut dengan ejekan dan penghinaan dari para penonton. "Haha, lihat saja manusia biasa itu, seperti serigala yang menggonggong tanpa gigi."


"Hadeh, mengapa manusia selalu meremehkan orang lain seakan-akan mereka lebih unggul? Seperti kupu-kupu yang meremang di antara bunga-bunga yang diinjak-injak," gerutu Liu Huan, merasa tidak senang dengan situasi tersebut.


Pertandingan dimulai dengan suasana yang mencekam. Udara terasa tegang, seolah-olah memprediksi sesuatu yang akan terjadi. Ketika wasit membunyikan gong, pertarungan dimulai.


Liu Huan dan Sin saling menatap dengan tatapan tajam, seperti dua singa yang siap untuk bertarung. Kemudian, Sin dengan cepat menyerang Liu Huan dengan gerakan yang gesit dan lincah. Serangan demi serangan dilepaskan oleh Sin, namun Liu Huan mampu menghindari dengan kecepatan yang sama.


"Rasakan ini," seru Sin dengan cepat menyerang Liu Huan.


Tiba-tiba, Sin menghilang dari pandangan Liu Huan, dan muncul di belakangnya dengan gerakan yang makin cepat dan mematikan. "Sekarang kau mati!" teriaknya sambil menghunuskan pedangnya. Namun, ketika pedang Sin mengenai Liu Huan, pedang itu malah pecah menjadi dua.


"Kau mengesankan," ucap Liu Huan dengan menghormati Sin. "Tapi, aku juga tidak kalah hebat darimu."


Sin segera mundur dan merencanakan serangan berikutnya. "Sial, rupanya ia telah membuat pelindung di sekitar tubuhnya," gumam Sin. "Namun, bagaimana dengan ini?"


Dengan kekuatan spiritualnya, Sin menyerang Liu Huan sekali lagi. "Blue Phoenix!" teriaknya, menerjang Liu Huan dengan dahsyat.


"BUM!" Dentuman keras terdengar saat kekuatan Sin memicu kabut asap yang lebat. Kabut asap itu mengepung Liu Huan, membuatnya hampir tak terlihat.


[Tugas baru dikonfirmasi: Kalah dari lawan, hadiah topeng misterius tersedia.]


"Hah, hadiah seperti ini juga ada," gumam Liu Huan dengan senyum tipis.


Ketika kabut asap menghilang, penonton melihat Liu Huan terkapar di atas altar beladiri.


"Eh, apa yang terjadi?" gumam Sin, terkejut dengan keadaan Liu Huan.


"Pertandingan selesai. Sin adalah pemenangnya," ucap wasit dengan tegas.


[Tugas selesai: Topeng misterius berhasil didapatkan dan secara otomatis tersimpan di inventori.]


Namun, Sin tidak bisa menerima kemenangan tersebut dengan mudah. "Aku tidak menerima hasil ini," ujar Sin, kesal. "Liu Huan, bangunlah, mari kita lakukan pertandingan


Dengan perlahan, Liu Huan yang terkapar itu bangkit dari tempatnya. "Apa yang kamu katakan? Bukankah kamu seharusnya merasa bangga karena bisa mengalahkan saya?" katanya dengan lantang. Ia kemudian meninggalkan altar, di bawah olok-olokan penonton yang meremehkannya.


Saat melangkah keluar dari altar, tatapan kecewa dari Shiori terpantul di matanya. "Terkadang, menjadi hebat tidak harus ditunjukkan kepada publik," gumam Liu Huan sambil berjalan pergi.


Saat ia berada di kota, Liu Huan mampir ke sebuah warung yang menjual bahan untuk membuat pil. Ketika Liu Huan memasuki warung itu, dia disambut oleh seorang gadis cantik yang menjaga toko tersebut. "Selamat datang, pelanggan!" sapanya dengan ramah.


Liu Huan terpesona oleh kecantikan gadis itu, dengan rambut pendek yang klimis dan tubuh yang proporsional. "Dia seorang gadis yang cantik, bagaikan bunga yang sedang mekar di musim semi," gumam Liu Huan dalam hati.


"Tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya gadis itu dengan ramah setelah beberapa saat diam.


Saya ingin membeli bahan herbal untuk membuat pil, apakah kamu memilikinya?" jawab Liu Huan dengan cepat setelah tersadar dari lamunannya.

__ADS_1


"Kalau boleh tahu, apa saja yang anda butuhkan?" tanya gadis itu dengan ramah.


[Misi sampingan terdeteksi: Kumpulkan beberapa bahan untuk membuat pil pembersih tubuh dan dapatkan hadiah meningkatkan stamina, kekuatan, dan ilmu tenaga dalam.]


"Aku terima," ucap Liu Huan seketika di dalam hati. "Terima kasih sistem, jika tidak ada kamu, aku tidak tahu bahan yang dia maksud."


[Tidak masalah.]


"Baiklah, ini daftarnya. Apakah kamu memiliki semua bahan-bahannya?" tanya Liu Huan sambil menuliskan daftar bahan di selembar kertas.


"Hmm, mari saya periksa. Akar spiritual berusia 10 tahun, daun spiritual, dan air spiritual. Ya, kami memiliki semuanya," jawab gadis itu dengan senyum manis.


"Luar biasa, terima kasih atas bantuanmu. Berapa harganya?" tanya Liu Huan.


"Totalnya 2 koin silver, terima kasih telah berbelanja di toko saya," jawab gadis itu dengan ramah menyerahkan bahan-bahannya dan menerima uang dari Liu Huan.


Sebelum pergi, Liu Huan bertanya dengan ramah, "Maaf, boleh tahu nama kamu siapa?"


"Oh, namaku Hu Tao. Senang bertemu denganmu," jawab gadis itu dengan senyum manis.


“Namaku Liu Huan, sampai jumpa lagi Hu Tao” balas Liu Huan dan pergi dari sana.


Setelah selesai berbelanja, Liu Huan kembali kerumahnya. Saat memasuki kamarnya, Liu Huan melihat Shiori yang sedang menunggu nya, “Mati aku, aku lupa dengan masalah ini” gumam Liu Huan panik


“Jelaskan, kemana kau pergi setelah pertandingan tadi berakhit. Suamiku” ucap Shiori menahan amarahnya


NOTE :


Untuk tingkat kultivasi nya pada bab kali ini dan selanjutnya sudah saya ubah menjadi lebih enak di dengar. Jika kalian penasaran dengan tingkat kultivasi di dalam novel ini, berikut adalah tingkatan nya



Manusia biasa \= 0 point (Liu Huan)


Inti dasar \= 1-150 point


Pemurnian jiwa \= 151-350 point


Inti kecil \= 351-550 point (Sin dan Shiori)


Inti besar \= 551-750 point (Ayah Shiori)


Transformasi surgawi \= 751-950 point


Master Realm \= +950 point


Setiap tahapan kultivasi memiliki tingkatan yaitu, tahap awal, pertengahan dan akhir

__ADS_1



__ADS_2