
Aku Bukan Master Sungguhan
CH 16 : Pengepungan
Sebelum kejadian itu, Shiori dan pasukannya bergerak dari kota menuju medan perang melalui hutan hujan yang gelap dan pekat. Kabut tebal dan gerimis hujan yang turun tanpa henti, membuat pandangan mereka kabur dan tak berdaya.
"Berhati-hatilah, kita tidak tahu apa yang mungkin terjadi di balik kabut ini," kata Shiori, memperingatkan pasukannya.
Mereka memasuki hutan hujan itu dengan hati-hati dan berjalan pelan-pelan. Setiap langkah yang mereka ambil, hati mereka selalu waspada dan siaga terhadap serangan musuh yang sewaktu-waktu bisa muncul dari balik semak atau pohon.
Setelah beberapa waktu berjalan, mereka akhirnya tiba di tepi sebuah danau yang jernih dan segar. Shiori memutuskan untuk berhenti sejenak agar kuda mereka bisa beristirahat dan minum.
“Baiklah, mari kita berhenti sejenak dan membiarkan kuda kita beristirahat” ucap Shiori turun dari kudanya.
Mereka semua mengikuti arahan Shiori dan membiarkan kuda mereka beristirahat. Namun, Shiori merasakan ada yang aneh dengan suasana di sekitar sana. Ia merasa seperti dihantui oleh ketakutan yang tak dapat dijelaskan.
“Mengapa ini terlalu sepi di sini? Seperti mati suri tanpa adanya tanda-tanda kehidupan” ujarnya dengan perasaan cemas.
Tiba-tiba, terdengar suara gemuruh dari arah belakang. Pasukan Shiori seketika berdiri tegak, bersiap-siap menghadapi ancaman yang datang. Namun, mereka terkejut ketika melihat sekelompok pasukan musuh yang melompat dari atas pohon dan menyerang mereka dengan cepat dan terorganisir.
"Penyergapan! Segera siapkan diri!" teriak Shiori kepada pasukannya.
Namun, pasukan musuh tampaknya sudah mempersiapkan serangan ini dengan matang. Mereka menggunakan teknik kultivasi yang mengeluarkan cahaya berkilau dan suara angin yang menghantam pasukan Shiori dari berbagai arah.
“Sial, kenapa malah kita yang berakhir seperti ini,” ujar Shiori mengerutkan dahinya.
Shiori memimpin serangan balik dan melawan para penyerang dengan teknik kultivasi andalannya. Ia melompat ke udara dan mengeluarkan cahaya merah yang menyilaukan, sementara pasukannya menyerang musuh dengan serangan gabungan. Terjadilah pertempuran sengit di antara kedua pasukan, yang menimbulkan suara gemuruh dan suara teriakan.
"Lawan mereka! Jangan biarkan mereka lolos!" teriak Shiori sambil terus menyerang para musuh dengan senjatanya.
Pasukan musuh mulai menyerang dengan cepat dan brutal, mengepung pasukan Shiori dari segala arah. Shiori memimpin pasukannya dengan cekatan, menggunakan kekuatan kultivasi yang dimilikinya untuk melawan musuh-musuhnya.
Dia mengeluarkan pedangnya yang telah disiapkan sebelumnya, memotong dan melukai musuh dengan kecepatan yang luar biasa. Sementara itu, pasukannya berusaha melindungi diri mereka sendiri dengan menggunakan kekuatan elemen yang dimilikinya, seperti api dan angin.
Aksi pertarungan semakin intens ketika kedua belah pihak saling serang dengan senjata dan kekuatan kultivasi mereka. Terdengar suara dentuman keras saat elemen api dan angin saling bertabrakan dengan elemen yang dikeluarkan oleh pasukan penyergap.
Namun, pasukan Shiori mulai terdesak oleh serangan musuh yang semakin kuat dan tak henti-hentinya. Beberapa di antara mereka sudah mulai terluka dan tidak mampu lagi melawan.
Tiba-tiba, Shiori mengeluarkan kekuatan terakhir yang dimilikinya. Dalam keadaan terdesak, Shiori mampu mengeluarkan kekuatan kultivasi yang luar biasa dahsyat, menghancurkan musuh-musuhnya dengan satu serangan. Musuh-musuhnya yang masih hidup pun lari tunggang langgang meninggalkan hutan hujan.
Setelah pertempuran yang sengit, pasukan Shiori berhasil memenangkan pertarungan dan mengusir pasukan musuh dari tempat tersebut.
“Sial, sepertinya mereka gagal dalam melakukan penyergapan”
__ADS_1
Seorang pemimpin pasukan lawan, Xia Qingyue yang mengamati mereka dari kejauhan menggunakan kekuatan pengelihatannya terlihat sedang mengeluh kesal.
“Apa yang harus kita lakukan?”
Pasukan yang berada dibelakangnya mulai riuh akibat ucapan yang di lontarkan oleh pemimpin mereka
“Tidak apa-apa, mari kita tunggu mereka disini”
Xia Qingyue beranjak dari tempatnya dan mundur ke pasukan utama yang telah di atur sesuai dengan rencana.
Sementara itu, di kediaman keluarga Lin, Liu Huan sedang berusaha membuat sebuah pil yang direkomendasikan oleh sistem.
“Jadi tinggal tambahkan ini dan jadi”
Liu huan mematikan api kompor dan membuka hasil masakannya. Dia mengambil pil yang sudah jadi dan pergi keluar dari kamarnya.
[Sudah waktunya untuk bergerak, tuan rumah]
pemberitahuan dari sistem langsung direspons oleh Liu Huan yang segera mengganti pakaiannya dan menggunakan topeng dari inventori.
“Kalau begitu, mari kita pergi”
Dengan cepat liu huan bergegas meninggalkan kediaman keluarga Lin. Dengan cepat, Liu Huan melewati atap-atap rumah warga yang berada di kota “Sistem berikan petunjuk untuk menuju ke tempat shiori berada”
[Baik, memuat data petunjuk. Data medan di tampilkan. Saya merekomendasikan tuan rumah untuk melewati jalur ini]
‘Semoga misi ini dapat berjalan dengan lancar’
Liu Huan kepikiran tentang tingkatan misi yang ia jalankan kali ini sangat tinggi.
Setelah sampai disana, Liu Huan berhenti di sebuah hutan yang berada di dekat area pertempuran. Pada saat ia sampai, liu huan melihat shiori dan pasukan sedang berbicara dengan lawan mereka.
“Apa yang mereka bicarakan?”
Liu Huan mencoba untuk mengintip pembicaraan mereka menggunakan kemampuan nya
“Xia Qingyue, berani sekali kau untuk melakukan penyerangan seperti itu”
“Apa yang kau bicarakan Shiori, kami dari tadi sedang berada disini.”
Melihat wajah Xia Qingyue yang tersenyum licik membuat Shiori muak dengan mereka.
“Pasukan Serang!”
__ADS_1
“Ayo, kita habisi keluarga Lin ini. Pasukan Serbu!”
Pada saat itu pertarungan antara keluarga Lin melawan sekte langit biru terjadi.
[Tuan rumah, bukankah seharusnya kau ikut membantu]
“Tunggu dulu, mari kita lihat lebih lama”
Liu Huan mengamati pertarungan diatas pohon yang berada di dekat tanah tandus yang menjadi tempat pertarungan mereka itu.
Shiori memimpin pasukannya dengan gagah berani seperti seorang kaisar pedang yang beribawa. Namun, Xia Qingyue memiliki kekuatan yang sebanding, bahkan lebih hebat dari Shiori. Dia meluncurkan serangan-serangan yang mematikan dengan cepat dan lincah, memaksa pasukan Shiori untuk mundur terus-menerus.
Liu Huan yang mengintip dari kejauhan melihat pertarungan ini dengan kagum.
“Ternyata begini petarungan antar kultivator yang begitu melegenda”
[Tuan rumah, kapan anda mau bergerak? Pasukan Shiori sudah terlihat cukup kesusahan]
Mendengar ucapan sistem, Liu Huan memasang kembali topengnya dan bersiap untuk memasuki pertempuran. Ketika pasukan Shiori dikepung oleh pasukan musuh, Liu Huan tiba-tiba muncul di tengah-tengah pertempuran dengan aura intimidasi yang menakutkan, membuat semua orang terdiam.
“Maaf mengganggu rencanamu, tapi ini sudah cukup”
Dengan topeng yang masih menutupi wajahnya, Liu Huan membuka botol pil tingkat 1 yang baru saja ia buat dan memberikannya kepada Shiori yang menerima banyak sekali luka.
“Minumlah ini”
“Apa ini? Kenapa saya harus percaya padamu?”
Shiori yang berada di dekatnya merasa ragu dengan pil yang diberikan oleh Liu Huan.
Karena Shiori terlihat ragu-ragu, Liu Huan mengambil inisiatif dan memaksakan dia untuk meminum pil itu.
“Hei, Hei apa yang kau lakukan!”
Shiori mencoba memberenontak ketika liu huan memaksanya meminum pil. Ketika pil itu tertelan oleh shiori, Kekuatan kultivasi seketika meningkat. Semua luka yang ia terima langsung sembuh seketika.
Melihat hal tersebut, Xia Qingyue yang memimpin pasukan musuh segera memerintahkan untuk menyerang mereka.
"Jangan biarkan mereka sembuh, serang mereka sekarang juga!" perintah Xia Qingyue dengan suara yang bergema di medan perang.
Liu Huan yang melihat shiori panik ketika sekumpulan pasukan musuh datang kearahnya berkata kepada Shiori.
“Tidak apa-apa, sekarang adalah giliran ku”
__ADS_1
Dengan gagah berani, Liu Huan berdiri menghadap ribuan pasukan yang menuju ke arahnya.
“Majulah kalian dasar serangga rendahan!”