
Aku Bukan Master Sungguhan
Setelah hari itu, Liu Huan memulai latihan setiap harinya sejak pukul empat pagi. Ia berlari di sekitar halaman rumahnya selama satu jam, kemudian melakukan pemanasan dengan berbagai gerakan peregangan tubuh. Setelah itu, ia mengangkat batu-batu besar yang disusun dalam bentuk piramida.
Shiori yang melihat dari kejauhan menghampiri Liu Huan dan berkata, "Liu Huan, aku melihatmu melakukan latihan ini setiap hari selama beberapa hari terakhir. Apa yang ingin kau capai dengan latihan ini?"
Liu Huan menghentikan gerakan angkat batu dan menjawab, "Aku ingin memperkuat kekuatan dan daya tahan tubuhku. Selain itu, latihan ini membantu meningkatkan konsentrasi dan fokusku dalam mengendalikan energi dalam tubuhku."
Shiori mengangguk mengerti, "Aku melihatmu benar-benar memperhatikan detil setiap gerakanmu. Apakah kau merasa ada kemajuan?"
Liu Huan mengambil napas dalam-dalam, "Iya, aku merasa kekuatan dan daya tahan tubuhku semakin meningkat. Aku juga semakin mudah mengendalikan energi dalam tubuhku."
Shiori tersenyum bangga, "Aku yakin kau bisa menang dalam pertarungan dengan Sin nanti."
Liu Huan mengangguk, "Aku akan melakukan yang terbaik." Ia kemudian melanjutkan latihannya dengan lebih semangat lagi.
Tak peduli apapun kondisi cuaca, hujan atau panas, Liu Huan tidak pernah absen untuk melaksanakan latihan tersebut. Saat hujan turun deras, Liu Huan tetap berada di luar dan menjalankan perintah Sistem untuk melakukan latihan di tengah-tengah badai tersebut. Langkah kaki dan pukulan Liu Huan berbaur dengan suara gemuruh petir, namun ia tidak terpengaruh sama sekali oleh keadaan di sekitarnya. Darah dan keringat bercampur di wajahnya, namun ia tidak menyerah.
Tidak hanya hujan, saat terik matahari membakar kulit dan suhu udara meningkat, Liu Huan tetap menjalankan latihannya dengan penuh semangat. Ia memusatkan perhatiannya pada gerakan dan teknik yang diajarkan oleh Sistem, dan dengan tekad yang kuat, ia terus melangkah maju.
"Apa gunanya berlatih begitu keras jika kau hanya berada di ranah manusia biasa?" gumam ayah Shiori sambil memperhatikan Liu Huan yang gigih berlatih selama beberapa hari.
Setelah melalui latihan berat selama tiga puluh hari, tubuh Liu Huan mengalami perubahan yang signifikan. Dulu, tubuhnya yang tampak kurus dan lemah sekarang terlihat lebih kuat dan berotot. Bahkan, Shiori yang melihatnya setiap hari di halaman rumahnya pun kini takjub dengan perubahannya.
__ADS_1
Liu Huan terlihat lebih percaya diri dan tangkas dalam setiap gerakannya. Ia mampu mengangkat beban yang jauh lebih berat dari sebelumnya dan bertahan dalam latihan yang lebih lama. Dalam latihan kultivasi, ia juga berhasil memperbaiki kualitas Qi-nya sehingga ia mampu mengendalikan Qi-nya dengan lebih baik.
Setelah tiga puluh hari, Liu Huan akhirnya berhasil menyelesaikan misi dari sistem. "Selamat kepada tuan rumah karena telah menyelesaikan misi. Semua hadiah sudah dimasukkan ke dalam inventory," ucap sistem dengan meriah.
"Akhirnya misi ini selesai juga setelah latihan yang melelahkan selama satu bulan penuh," ujar Liu Huan dengan rasa lega.
Ketika memasuki kamar dan duduk di sofa, Liu Huan membuka inventory dan menggunakan semua hadiah yang telah diberikan oleh sistem. Karena malas untuk membaca informasi dari setiap item, Liu Huan dengan cepat menekan tombol untuk menggunakan semua hadiah sekaligus.
"Hmm…. Seperti biasa, tidak ada yang terjadi," gumamnya, merasa kecewa. "Dasar sistem sialan."
Tiba-tiba, sekumpulan informasi masuk ke dalam ingatan Liu Huan, dan saat itu juga, tubuhnya menerima tekanan dari sebuah kekuatan yang meledak-ledak.
"Sakit sekali! Kenapa kau selalu memberikan hadiah seperti ini!" teriak Liu Huan, mencoba bertahan dari rasa sakit yang luar biasa itu.
Liu Huan juga mengetahui tentang makhluk-makhluk mitologi yang tertidur di dunia itu, seperti naga, phoenix, dan dewa-dewa kuno lainnya. Namun, ada juga iblis, setan, dan makhluk jahat yang mengintai di setiap sudut Dunia Murim.
Melalui informasi baru yang didapat, Liu Huan menyadari bahwa dunia yang dia tempati jauh lebih kompleks dan berbahaya dari apa yang pernah ia bayangkan sebelumnya. Namun, di sisi lain, Liu Huan merasakan jantungnya berdebar kencang menahan gejolak energi kultivasi. Kekuatan spiritualnya meningkat tiba-tiba dan merembes ke seluruh tubuhnya seperti aliran air yang deras. Dia merasa tubuhnya dipenuhi oleh kekuatan yang lebih besar, dan kecepatan kultivasinya meningkat drastis. Karena tidak mampu menahan energi spiritual yang terus meningkat, tubuh Liu Huan mulai memerah seperti ingin meledak
Saat itu, ketika Liu Huan sedang menahan sakit akibat hadiah yang diberikan oleh sistem, Shiori pulang setelah membeli beberapa barang dari kota. Saat masuk ke dalam kamar, ia melihat Liu Huan sedang kesakitan. "Apakah dia akan melakukan terobosan?" tanyanya seketika mendekat ke Liu Huan.
Melihat usaha yang telah dilakukan oleh Liu Huan selama sebulan penuh, membuat Shiori tidak tega membiarkan suaminya menahan rasa sakit itu. "Bertahanlah," ujarnya. Shiori menutup pintu kamar dan melepaskan pakaiannya.
"Ketika seseorang ingin menerobos, kekurangan energi yin akan membuat mereka menjadi sangat kesakitan karena harus mempertahankan keseimbangan energi yang ada. Dengan sedikit bantuan ini, aku harap kamu dapat bertahan," ujar Shiori mendekap tubuh Liu Huan dari belakang.
__ADS_1
Saat itu, Liu Huan mulai merasa tenang dan perlahan-lahan ia berhasil mengendalikan gejolak energi spiritual yang berada di tubuhnya. Setelah beberapa lama, akhirnya Liu Huan berhasil mencapai kultivasi tingkat menengah yang diberikan oleh sistem. Dengan badan yang lemas, mereka berdua terkapar di sofa dan tertidur.
Keesokan harinya, ketika Liu Huan terbangun, ia melihat Shiori terbaring tanpa pakaian di atas tubuhnya. "Huaa! Kenapa dia ada di sini?" gumam Liu Huan terkejut.
Tak ingin membuat kesalahpahaman, ia dengan hati-hati mengangkat Shiori dari tubuhnya ke atas tempat tidur. "Kenapa dia begitu ringan?" gumam Liu Huan sambil memikirkan hal yang aneh.
Entah sejak kapan, di mata Liu Huan, Shiori semakin terlihat cantik dan membuatnya semakin tertarik. "Tidak, ini bukan saatnya untuk memikirkan hal itu," gumam Liu Huan mencoba mengendalikan dirinya.
Setelah meletakkan Shiori di atas kasur, dengan cepat Liu Huan keluar dari kamar dan segera membersihkan diri karena bau badannya yang begitu menyengat akibat melakukan terobosan kemarin. Begitu Liu Huan pergi dari kamar, Shiori terbangun dari tidurnya.
Dengan ingatan yang samar-samar, ia tidak bisa mengingat apa yang terjadi kemarin. Saat ingin keluar dari kamar, tiba-tiba Liu Huan datang hanya mengenakan handuk menutupi tubuhnya.
"Dasar mesum, kenapa kau berpakaian seperti itu?" teriak Shiori sambil menampar Liu Huan.
"Sakit!" ucap Liu Huan merespons.
"Aku sudah siap mandi. Kenapa kau malah menampar ku seperti ini?" ujarnya kepada Shiori sambil mengelus pipinya.
"Maafkan aku. Berpakaianlah, lalu tunggu aku selesai mandi. Kita akan pergi ke tempat pertandinganmu melawan Sin," ujar Shiori lalu keluar dari kamar.
"Baiik," balas Liu Huan.
Hari itu, adalah hari penentu antara Sin melawan Liu Huan. "Apakah aku harus kabur saja?" ucap Liu Huan sembari mengenakan pakaiannya.
__ADS_1