
Saat itu Minggu 25 Desember .. Meta sedang libur dari pekerjaan. Hanya ingin tinggal di rumah tak ingin melakukan hal apa pun di luar rumah, istirahat.
Jam menunjukkan 10.00 pagi, aku selesai mandi dan sedang berjemur untuk mengeringkan rambut.
Tiba-tiba ada suara yang memanggil Meta dari arah belakang rumah.
" Meta,, !! Meta,, dimana kamu?"
" Iya .. Aku di depan," jawab Meta singkat.
Terdengar suara langkah kaki yang berlari-lari kecil menuju ke arahku.
Ah ternyata Sila, sepupu Meta.
" Ada apa Sila ? tumben jam segini sudah cari-cari aku?" tanpa basa-basi Sila menjawab
" Nanti sekitar jam 12 datang ke rumah ya, ada teman yang ke rumah ."
__ADS_1
Sesaat Meta sempat berpikir, kenapa Sila mengajaknya segala kalau ada temannya yang datang ke rumahnya. Tidak biasanya dia kedatangan teman yang main ke rumahnya lalu Meta di ajak ikut serta.
Belum sempat Meta bertanya, dia sudah menjelaskan kalau dia baru kenalan dengan seorang cowok dan cowok itu mau main ke rumahnya dan membawa seorang teman lagi.
Sila itu cewek yang tidak bisa tahan berlama-lama menjomblo, sejak setahun yang lalu putus dengan pacarnya, Sila selalu di sibukkan dengan mencari target cowok untuk di jadikan pacar barunya. Dan kali ini rupanya dia sudah menemukan target yang cocok.
Meta bisa menebak sih kemana maksud Sila mengajaknya. Dia membutuhkan teman buat mengawali pembicaraan ya itu Meta, yang selalu bisa mengobrol untuk mencairkan suasana.
Meta orang yang tidak pernah tega kalau orang itu sudah memohon, ya sudahlah Meta kabulkan permintaannya.
Sekitar jam satu siang akhirnya Meta dapat chat dari Sila, dia memberitahu Meta kalau temannya sudah datang.
Sudah terlihat jelas ada dua sosok cowok yang duduk di ruang tamu Sila, seorang cowok dengan postur tubuh seperti seorang atlit bola basket dan satu lagi juga tinggi tapi tidak setinggi seperti cowok satunya. Meta langkahkan kaki menuju ruang tamu, dan duduk di sebelah sila.
Terjadilah perkenalan yang sebetulnya Meta tidak ada sangkut pautnya dengan kedua orang cowok ini.
Sila mengenalkan Meta pada mereka,
__ADS_1
" Oh ya kenalkan ini Meta sepupuku."
Meta mengulurkan tangannya pertama pada cowok bertubuh atlit bola basket
" Halo aku Meta," dia pun menjawab
" Halo Meta, aku Robi".. ia pun mengenal kan temannya pada Meta otomatis tangan Meta mengarah padanya.
" Hai, aku Saif temannya Robi."
Perkenalan standart lalu menceritakan kesibukkan masing-masing. Setelah cerita itu pun pada akhirnya
mulai menceritakan bagaimana Sila dan Robi berkenalan. Entah berapa lama kami berbincang tapi pembicaraan itu tidak membosankan.
Karena Saif adalah seorang cowok yang pandai mengobrol. Saif yang pandai bercanda dengan suasana yang tidak biasa di lakukan kebanyakan cowok. Dan entah darimana ide Meta tapi ia selalu bisa menggabungkan gaya bercandanya.
Saat itu pula dalam hati Meta berkata bahwa Saif cowok yang menyenangkan, cowok yang bisa membuat Meta bisa masuk dalam setiap ceritanya dan membuatnya seolah Meta sudah lama mengenalnya dan tidak butuh waktu yang lama untuk beradaptasi dengan orang baru. Dia cowok yang nggak cuek pada semua orang. Saif membuat kesan baik pada awal pertemuan.
__ADS_1
Sebuah nama yang akan membayangiku dan menuntunku mengikuti arusnya. Arusnya yang tak pernah aku kenal dan saat itu pula menjerumuskan aku pada sebuah cerita panjang dan dia lah cinta pertamaku. orang yang benar-benar aku sayang.