
Selalu ada Sale saat menjelang akhir tahun, Julia Jewelry pasti ikut bagian dalam sale yang di adakan oleh pihak Mall. Untuk menarik banyak pengunjung Mall selalu mengadakan big Sale di event tertentu, seperti saat ini. Setiap belanja di Julia Jewelry akan mendapat potongan harga sebesar 10% tanpa minimal pembelian. Membeli perhiasan apapun jenisnya akan mendapat potongan sebesar 10%. Biasanya diskon seperti ini memang ampuh untuk menarik para pengunjung khususnya para wanita, tahun lalu saja Julia Jewelry mampu menjual seratus lima puluh perhiasan baik yang satuan ataupun perhiasan satu set dalam waktu dua minggu.
Menyenangkan bagi perusahaan dan para karyawan tokonya, saling menguntungkan.
Paling semangat jika ada sale, semua rekan kerja Meta mencoba membujuk pembeli dan tentunya meraka semua harus menyodorkan perhiasan yang mahal agar terjual, karena bonusnya akan lebih besar.
Seberapa pun mahal harganya ditambah ada potongan harga pasti di beli, apalagi kalau perhiasannya bagus dan unik jelas terjualnya.
Dan mereka semua pasti dua minggu ke depan banyak lemburnya.
" Hari ini yang lembur Meta dan Cindy," kata Miss Louisa
" Baik miss".
" Jangan lupa penjualan seminggu ini di fax ke kantor pusat,"
" Siap Miss,"
Setelah itu Miss Louisa pergi karena sejak pagi dia bantu di toko.
Dan toko tidak seramai tadi siang, sedikit bisa istirahat sekedar duduk.
" Cindy... beli camilan sana?."
" Dimana mbak?."
" Di supermarket saja, aku ingin makan Snack " beli apa saja ?."
" Snack kentang, keripik singkong, Silverqueen, sama teh Tong tji ya."
" Masing-masing berapa ini?."
" Masing-masing satu saja tapi yang besar kalau kamu beli yang lain juga boleh, teh nya Jasmine milk tes. "
Meta sodorkan uang seratus ribu pada Cindy
" Kamu kalau mau beli sekalian pakai uang itu saja."
" Siap kakak."
Kerja di Mall itu banyak godaannya terutama makanan, pingin makan ini, pingin coba itu. Dan selalu tahu up date fashion terkini karena ketika barang datang pasti yang tau karyawan tokonya baru pembeli.
Rasa capek tidak terasa kalau ditemani Snack, Meta dan Cindy sama-sama suka keripik singkong ibarat singkong adalah Snack yang wajib karena setiap beli Snack selalu ada keripik singkong.
"Mbak.. Tadi ada promo minyak goreng?."
" Minyak apa dan berapa harganya?."
" Filma 2 liter 24.800."
" Apalagi yang promo?."
" Kecap, deterjen, mie instan, buah pir."
" Waduh itu semua yang di cari Tante ku."
" Ya telepon aja mbak kasih tau kalau ada promo."
" Nanti saja di rumah kalau sekarang malah nanti jadi nitip aku."
" Lha memang kenapa kalau nitip?."
" Ogah.. Tante ku ini sedikit pilih-pilih, jadi mending biar beli sendiri."
" Uda yuk beres-beres sudah jam setengah sepuluh, aku mau cepat pulang capek."
" Dengan senang hati."
Lega bisa keluar toko tepat waktu, tiga hari kemarin selalu jam sebelas lewat sampai di rumah karena toko ramai.
Hari ini juga Saif bilang ngga bisa telpon, sedang di rumah temannya. Setiap dia telpon selalu dalam keadaan di sekitarnya sepi, katanya biar tidak menggangu katanya.
Syukurlah karena Meta juga capek dan ingin langsung tidur, besok Meta masuk pagi.
Sebelum berangkat bekerja, Meta mampir sebentar ke rumah Sila mau memberi tau Tante kalau ada promo minyak goreng.
"Tante ..Ada promo minyak goreng Filma."
" Berapa?."
" 24.800"
" Ya nanti malam Tante kesana kalau Sila mau."
" Nitip aku saja ma, daripada aku harus bolak-balik. "
" Mama kan juga pingin jalan-jalan, sudah lama ngga ke Mall."
" Begini saja ma.. Mama naik ojek online kesananya, nanti ketemu disana?."
" Ya sudah yang penting kamu mau."
" Ya sudah Tante aku berangkat dulu."
" Iya hati-hati."
Pagi-pagi tadi Irfan bilang kalau dia masuk pagi, ajak istirahat bareng lagi.
Mau menolak ngga tega karena selama ini dia baik, juga ngga etis kalau tiba-tiba menjauhi dia karena suka ke Meta.
__ADS_1
Tenaga Meta sedikit terkuras jadi sedikit lemas, bawaannya ngantuk di toko menguap melulu. Meta shift pagi bersama Rahma.
" Kenapa sih mbak kok kelihatan ngga berdaya gitu."
" Sejak bangun tidur tadi, kelelahan aku."
" Mbak masuk ke gudang saja, istirahat disana biar aku yang jaga, nanti kalau ramai mbak aku panggil."
" Kamu ngga apa-apa sendiri."
" Ngga apa-apa kan masih sepi."
" Ya sudah, aku masuk sebentar ya."
" Istirahat sana !"
Selama satu jam Meta istirahat di gudang, seperti cukup membuat badannya baikan.
" Sudah baikan mbak?."
" Sudah lebih baik, ma tolong belikan aku minuman isotonik. "
" Iya."
Sambil nunggu makan siang Meta minum minuman isotonik buat menghilangkan rasa lemesnya.
Satu botol minuman isotonik Meta minum, efektif menghilangkan lemas yang ia rasakan.
Irfan sudah ada di depan toko sambil nunggu Meta keluar dari toko, dia terlihat berbincang dengan salah satu satpam Mall
Ketika Meta keluar dia sudah sendiri.
" Kamu hari ini beda Meta, sakit?."
" Engga. capek saja."
" Mau makan dimana?."
" Di kantin saja ya?."
" Oke."
Kantin nya sudah di penuhi karyawan Mall, meski sudah luas tapi saat karyawan semua toko istirahat, kantin ini nampak kecil karena ternyata banyak juga karyawan di Mall.
Meta memesan gado-gado dan teh hangat,
Irfan lebih suka nasi pecel.
" Meta menurut kamu aku ini apa?."
" Hem.. iya kita teman."
" Kamu ini bertanya atau ini pernyataan?."
" Bisa dua-duanya, karena aku ngga mau setelah aku bilang gini malah jadi beban kamu."
" Jadi teman saja ya."
" Oke.. Ngga masalah bagiku."
" Tapi kamu jangan menghindari dari aku, anggap saja tadi aku hanya bertanya."
" Iya santai saja.. aku juga sudah kenal kamu."
Saat kembali menuju toko mereka bersikap seperti biasa agar nggak ada rasa canggung.
Yang Meta suka dari Irfan sifat dewasanya, tapi kenapa Meta juga ngga bisa naksir dia.
Ada kelegaan setelah Meta menjawab Irfan tadi, paling ngga dia tidak menunggu sesuatu yang tidak pasti dari Meta.
Meta tidak suka memberi harapan palsu kepada orang lain.
" Bilang ke Cindy kalau rekap penjualan hari ini di fax besok saja."
" Iya mbak."
" Aku pulang dulu ya."
" Iya mbak."
Hari ini Rahma lembur dan Cindy masuk siang, Meta titip pesan ke Rahma karena Cindy sedang istirahat. Biar tidak ada mis komunikasi di antara rekan kerja.
Harusnya Meta mampir ke rumah Tante Lena, sayangnya tubuhnya masih belum seratus persen sehat. Lebih baik istirahat di rumah dulu mungkin besok dia akan mampir kesana.
Meta rebahan di sofa di depan televisi, setelah meminum vitamin untuk daya tahan tubuh.
Sengaja Meta tidak tidur agar nanti waktu tidur malam langsung mengantuk dan cepat tidur. Paling nyaman rebahan sambil baca novel.
Chat masuk dari Saif
"Meta di rumah?."
"Iya."
"Aku telpon sekarang?."
"Ya".
Hanya sekejap nada dering telepon pun berbunyi.
__ADS_1
" Nanti kalau aku mau pulang mau di bawakan apa?."
" Engga pingin apa-apa."
" Kamu sakit...Kok lemas bicaranya?."
" Ngga sakit, badan saja yang lemes kecapekan."
" Ambil cuti biar bisa istirahat."
" Ngga bisa cuti akhir tahun, nanti setelah tahun baru baru boleh. Tadi kamu bilang mau pulang, kapan?. "
" Satu minggu setelah tanggal satu, biar jalan agak sepi. Kalau tahun baru jalan dimana-mana rame aku menghindari itu."
" Kamu ini masih di bengkel atau gimana kok banyak suara kendaraan?."
" Iya masih di bengkel, ini lagi santai."
Dia kalau di Bali suka bantu di bengkel temannya.
" Memang tadi di toko banyak pengunjung?."
" Banyak tapi ngga sebanyak kemarin."
" Tadi istirahat makan apa ngga?."
" Makan lah di traktir juga."
" Merayakan apa kok pake di traktir?."
" Ngga ada perayaan."
" Sama Irfan ya?."
" Kamu ih nakutin suka nebak."
" Bisa !! kalau nebak Irfan."
" Iya aku lupa kalau kamu sensitif sama dia."
" Aku jadi pingin banget ketemu Irfan."
" Kamu mau ajak dia makan?."
" Mau aku larang agar menjauhi kamu."
" Jangan.. Nanti aku kehilangan teman baik"
" Dia itu suka sama kamu!!"
"Iya tau.. tadi dia bilang begitu."
" Tadi ????... waktu traktir kamu makan istirahat tadi"
" Iya."
" Kamu jawab apa?."
" Jawab kita jadi teman saja."
" Yakin kamu jawab begitu saja?," nada bertanya dia meninggi.
" Iya bener."
" Kamu bercanda ya?,, akhir - akhir ini kan kamu suka banget bercanda."
" Engga"
" Ihh bener-bener ya!."
" Bener apalagi?."
" Bener-bener kamu itu banyak yang naksir, "
" Cuma Irfan."
" Sebelum-sebelumnya kan ada juga."
Aku hanya tertawa geli dari tadi mendengar ucapannya.
" Kenapa malah tertawa sih??"
" Lucu."
"Orang lagi cemburu malah di bilang lucu"
" apa ????."
" Cemburu."
" Kamu sekarang merasa cemburu maksudnya?."
" Iya Meta."
" Astaga.. Irfan itu teman.. Coba kenapa kamu cemburu, seperti aku sama kamu cuma teman ngapain cemburu?."
" Aku tutup saja telponnya?. Malam."
Bener-bener aneh ya dia, yang marah seharusnya aku kenapa malah dia sih..
__ADS_1