
Dua hari berlalu setelah kejadian dua kantong kresek jumbo buah serasa ada yang aneh, setelah hari itu Saif dua hari ini sama sekali tidak chat dan telepon. Setelah Meta pikir-pikir kenapa dia jadi bingung sendiri ketika Saif tidak menghubunginya. Meta jadi berpikir aneh apa iya karena Meta menerima pemberiannya sebanyak itu lalu dia berpikir bahwa jika Meta mantre. Ahhh nggak mungkin lah dia berpikir dangkal begitu. Akhirnya Meta tanamkan pada dirinya mungkin saja dia memang sibuk dengan rutinitasnya sehingga tidak dapat chat dan telepon. Selayaknya Meta yang setiap hari harus bekerja apalagi ketika lembur. Dan Meta memang tidak ingin menghubungi dia terlebih dahulu, karena seperti yang Meta bilang, dia buka tipe pendahulu. Terlupakan untuk sejenak karena dia sibuk juga dengan pekerjaan dan rutinitasnya di rumah.
Jam pulang kerja sebentar lagi, Siska teman yang bekerja di lantai satu mengajak nonton film baru di cinemax. Meta iya kan karena sudah dua minggu ia tidak menonton film di cinemax. Cinemax ada di lantai tiga di Mall berdekatan dengan Food Court. Naiklah Siska dan Meta kesana dan Siska sedang antri membeli tiket, antrian cukup panjang dan film masih akan di mulai dalam tiga puluh menit lagi.
Ternyata banyak juga yang menonton, hampir semua kursi di penuhi pengunjung. Film yang aku tonton adalah film karya negri Hollywood yang katanya sudah masuk di Box Office. Maka dari itu penontonnya banyak karena film ini bergenre petualangan dan fantasi, yang banyak peminatnya sejenis dengan Avatar.
Film sudah berjalan satu jam handphone yang Meta letakkan dalam tas bergetar Meta mengambil dari dalam tas, Saif ternyata yang telepon.
Agar Meta tak menjadi sasaran kemarahan penonton lain dengan mengangkat telpon Meta putuskan untuk menolak panggilan Saif. Dan ia langsung chat Saif.
" Sorry aku lagi di dalam bioskop nggak bisa angkat telepon."
" Oke. Nanti aku telepon."
Chat yang cukup singkat.
Rasa penasaran akhirnya terjawab setelah dia menelepon.
Film berdurasi dua jam lima belas menit itu berakhir pada jam 20.30 wib. Siska yang mengantarkan Meta pulang, hari ini dia tak membawa motor sendiri.
Sesuai dengan chatnya tadi pada jam 22.00
Saif meneleponku.
" Assalamualaikum Meta."
"Waalaikumsalam, sorry tadi aku lagi nonton."
" Iya, ini juga salahku karena handphone ku masuk ke air jadi dua hari nggak bisa chat kamu."
"Kok bisa?."
" Iya masuk aquarium saat aku lihat ikan hias, aku lupa kalau handphone nya aku taruh di saku kemeja, waktu nunduk lihat ikan masuk deh handphone nya ke air."
" Berarti ini handphone baru dong?."
" Iya. makanya tadi setelah beli ini aku langsung telp kamu, biar kamu nggak nyari aku."
__ADS_1
" Nyari sih engga, cuma tumben tiap hari selalu chat ini dua hari nggak sama sekali."
" Jadi kamu nungguin aku?. Ya sudah yang penting aku sudah muncul lagi."
" Kirain kamu bangkrut habis memberi buah segitu banyaknya ke aku."
" Hahahaha... Enggalah Meta, kalau kamu mau masih banyak di kebun."
" Malu kali aku terus di kasih."
" Kenapa sih malu sudah enam bulan kenal."
" Pikiran orang kan nggak ada yang tau."
" Aku nggak menilai buruk ke kamu, kamu juga berbeda dengan cewek-cewek yang pernah aku kenal."
" Oh ya, beda dari segi apa?."
" Segalanya."
" Makanya aku nyaman sama kamu."
" Nggak merayu,kebenaran makanya aku bisa chat dan telepon kamu setiap hari. kalau aku nggak nyaman ngapain aku lakuin itu ke kamu sebagai teman."
" Sudah jangan di terusin nanti kamu malah suka aku" canda Meta.
" Cewek seperti kamu itu mudah untuk di sukai, coba sudah berapa kali cowok yang patah hati karena kamu tolak?."
Mendengar ucapannya itu Meta merasa sedang mendengarkan cenayang yang sedang menebak tentang dirinya.
" Hallo ... Meta ..Meta.."
" Iya aku denger."
" Nah iya kan aku benar kalau kamu sudah menolak beberapa cowok?!"
" Enggalah."
__ADS_1
" Nggak mungkin, cewek seperti kamu pasti ada saja yang naksir."
" Kenapa aku jadi takut ya kamu tebak begini."
" Hei, aku tuh juga cowok jadi tau lah ilmu seperti itu."
" Benar cowok itu lebih pandai merayu kan sampai pada akhirnya cewek bisa jatuh dalam pelukan si cowok."
" Nggak semua cowok meta, kadang ada cewek nggak mempan kalau hanya di rayu."
"Pengalaman banget nih??." Meta menggoda.
" Faktanya kan memang begitu, memang kamu mau kalau cuma dirayu?."
" Ya engga lah,, rayuan saja mana cukup harus ada bukti juga."
" Berarti benar kan ucapanku."
" Kamu sendiri sebagai cowok bagaimana pengalaman dengan cewek?."
" Yang jelas pernah lah aku sayang kepada cewek."
" Memang kelihatan sih."
Tak sadar rupanya Meta menguap karena sudah mengantuk, terdengar oleh Saif.
" Kamu menguap ya?."
" Hah iya." Meta sambil menggaruk kepalanya
" Aku tutup saja ya telponnya sudah malam juga!."
"Semoga mimpi indah Meta, Met malam."
" Met malam juga."
Sudah mengantuk tapi Meta masih memikirkan Kalimat Saif. Seolah-olah dia berusaha memahami Meta selama ini. Terlalu mengantuk dan lelah
__ADS_1
akhirnya Meta terlelap juga.
Apakah semua cowok mengamati cewek yang sedang jadi temannya.