Aku Kedua Juga Terluka

Aku Kedua Juga Terluka
Chat pun mulai berlangsung


__ADS_3

Saif sosok cowok yang pandai dalam bertutur kata, lawan bicara yang di ajaknya bicara pasti merasa nyaman saat berbicara dengannya. Tak terkecuali Meta, pantas pula jika dia mempunyai banyak teman yang ada dimana-mana. Di balik itu banyak hal yang tersembunyi yang ada dalam dirinya, Dia pandai menutup segalanya, terlihat ada cerita misteri di balik dirinya yang menyenangkan.


Tak membutuhkan waktu yang lama untuknya menghubungi Meta, sehari setelah mendapatkan nomor handphone Meta setiap harinya selalu chat walau sekedar "say hello."


Karena Meta yang sudah memberinya nomor handphonenya sendiri maka engga mungkin kan Meta nyuekin chatnya. Meta anggap sajalah dia teman barunya.


Sudah sekitar satu minggu Meta dan Saif berkomunikasi melalui chat, tidak ada chat yang membicarakan hal-hal yang khusus. Karena kelihatannya Saif pandai berkomunikasi kepada seseorang yang baru apalagi itu seorang cewek. Jadi topik chat kita tidak ada yang terlalu serius, seperti hari ini.


" Hari ini Meta masuk shift apa?."


" Masuk siang"


" Lain kali boleh ya aku main ke tempat kerja kamu?."


" Boleh saja, kan Mall tempat umum."


" Bener juga ya, kalau tempat pribadi itu rumah ya." Tulisnya dengan emoji senyum


" Meta aku lagi di konter ?."


" Iya terus?."


" Nggak terus... sekalian aku beli.in pulsa ya buat kamu"


" Engga usah punya aku masih banyak".


" Nggak apa-apa ini di konter nggak ada uang kembalian jadi sekalian saja ya"


Pada chat terakhir Meta tidak membalas, karena Meta merasa nggak suka hal semacam ini. Memang Meta nggak suka di baik-baikin sama orang yang baru Meta kenal. Mungkin kalau sudah kenal lama, baru Meta pertimbangkan mau atau tidaknya.


Tiga puluh menit tidak ada balasan chat dari Meta, Saif chat kembali.


" Meta sibuk ya?."


Masih belum Meta balas, dua jam berikutnya belum Meta balas lagi.

__ADS_1


" Meta ..."


" Meta.."


" Meta marah ?"


Meta masih marah kali ya jadi malas balas chatnya. Meta orangnya ambekkan tapi ambek kannya engga bisa lama-lama.


Sementara Meta cuekin handphonenya sampai jam sudah 10.00 malam saatnya Meta pulang. Kalau pulang malam terlihat mall yang tadinya terang karena banyak beraneka lampu sekarang menjadi gelap saat semua toko yg tutup bersamaan. Di luar Mall pun tampak sebagian karyawan Mall masih menunggu di jemput. Jalan raya masih ramai dengan kendaraan karena jalan ini termasuk jalan pusat kota. Udara malam saat pulang terasa dingin, dua puluh menit perjalanan dari tempat kerja ke rumah itu jika lalu lintas lancar, kalau sedikit ramai dan macet bisa sampai tiga puluh menit lebih.


Sampailah di rumah, masuk kamar untuk rebahan, Meta melirik layar handphonenya, ada beberapa chat dari teman yang kelihatannya darurat dan perlu Meta balas. Baca chat dari teman-teman menyenangkan karena kadang kala kalimat mereka itu lucu bisa menghibur.


Memang ya sebuah smartphone bisa membuat semua orang menjadi seperti orang yang nggak waras, senyum-senyum sendiri, marah-marah, ngoceh yang nggak jelas sendiri. Engga pegang sehari saja bingungnya minta ampun seperti kehilangan nyawa.


Sudah sejam Meta balas chat teman-teman dekatnya, mata nya mulai berat, saat mau memposisikan tubuhnya untuk tidur, tiba-tiba handphonenya berdering bukan nada chat tapi nada telepon masuk.


tertera nama Saif..


" Iya hallo."


" Selamat malam meta."


" Kok belum tidur?."


" Mau tidur tapi kamu telepon, ada apa?."


" Meta marah soal yang tadi siang?."


A iya dia juga pandai menilai kalau seseorang itu marah atau biasa saja.


" Yang apa..?."


" Yang aku beli pulsa."


" Engga marah tapi paling nggak suka."

__ADS_1


" Kok engga suka, aku kan cuma niat belikan saja."


" Aku sama kamu itu baru kenal, jadi aku benci kalau ada yang baru aku kenal sudah kayak gini... Paling malas dengan orang begini."


Nada Meta setengah marah.


" Ya sudah aku minta maaf, maaf kalau menyinggung kamu".


Terdengar Saif sedang mengetik sesuatu,


kemudian dia mengirim emoji lewat chat


🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏


😭😭😭😭😭😭


Otomatis Meta sudah tertawa lihat emoji yang dia kirim. Luntur deh marahnya Meta.


" Iya sudah nggak apa-apa, tapi jangan di ulang lagi."


" Terima kasih nona meta, tapi kalau kita sudah kenal cukup lama, boleh dong aku belikan sesuatu."


" Lihat nanti, emang kita bisa terus kenal?."


" Kenapa engga.. aku nyaman kok bisa kenal meta."


Sempat bingung juga dia bilang seperti itu.


"Ya sudah malam, kamu istirahat, besok kita sambung lagi."


" Selamat malam meta."


" Malam".


Setiap awal adalah hal yang manis.

__ADS_1


__ADS_2