
Alarm handphone Meta berbunyi pada pukul 04.30 Wib. Meta terbangun dan sekilas ada aroma durian, ahhh iya dua kantong kresek jumbo durian dan rambutan. Masih terpaku di tempat tidur Meta memikirkan di bagi kesiapa saja ya buahnya.
Matahari sudah terbit Meta berjalan ke arah sumber dari aroma durian yang tadi malam Meta letakkan di pojok dapur.
Mama tiba-tiba berkata.
" Dari siapa meta buah sebanyak ini?."
" Oo dari teman yang kemarin ke rumah Sila."
" Kok mama nggak tau?."
" Mama kan pulang dari rumah Tante Lena sudah larut malam, jadi nggak tau temenku kesini"
" Mau di apakan buah sebanyak ini?."
" Aku mau bagi ke Sila."
" Jangan lupa tetangga kita kanan kiri juga di bagi?."
" Beres mama."
" Kamu masuk siang kan ! Mama mau kembali ke rumah Tante Lena."
" Tante Lena belum sehat ma?."
" Belum. Kata dokter masih harus istirahat total seminggu ini."
" Salam buat Tante Lena, semoga lekas sembuh."
" Iya nanti mama bilang ke Tante Lena."
" Jangan lupa bagi buahnya, biar nggak kelamaan di simpan buahnya.
__ADS_1
Mama pergi dulu."
"Iy a ma."
Lalu mama pergi ke rumah Tante Lena di antar sepupu Meta
Meta bongkar dua kantong kresek jumbo itu, terutama buah rambutan Meta bagi ke beberapa kantong kresek sedang.
Pertama Meta mau ke rumah Sila, seseorang yang harus Meta bagi buah-buah itu. Pasti dia menyukainya karena dia juga tergila- gila dengan buah durian, bahka dia bisa menghabiskan satu buah durian utuh.
" Sila...."
" Jangan teriak-teriak, aku sudah dengar."
" Aku kira kamu ada di kamar mandi."
" Sudah mandi kali aku nya."
" Berarti sudah mau berangkat kerja?."
"Aku cuma antar durian yang kemarin Saif bawakan untukku."
" Terima kasih sayang aku di bagi duriannya."
" Tenang saja aku nggak bakalan lupa sama kamu."
" Kamu kasih ke mama duriannya?."
" Iya sama buah rambutannya."
" Ya sudah berangkat sana, aku pulang ya"
" Oke."
__ADS_1
Lalu Meta ke dapur berpamitan dengan mama Sila dan langsung menuju ke rumah tetangga kanan dan kiri rumah. Pergi ke rumah tetangga yang kanan sih oke-oke saja karena dia tetangga yang ramah dan nggak suka usil tanya segala macam
Saat pergi ke rumah tetangga sebelah kiri dari rumah, Meta sudah menduga kalau dia akan bertanya.
" Wah banyak sekali di kasihnya."
"Oia Tante, kemarin ada teman Meta main ke rumah bawa ini."
" Kelihatan ganteng nak Meta."
" A iya Tante." Sedikit bereaksi bingung
" Pacar nak Meta ya?."
" Bukan Tante." Meta sambil menggoyang kan telapak tangannya.
" Engga apa-apa nak Meta, wajar kalau nak Meta punya pacar."
" A iya Tante" Meta jawab saja singkat agar tetangganya tak lebih bertanya macam-macam lagi.
" y Ya sudah Tante, Meta pulang dulu."
" Iya .. Terima kasih sudah bagi ke Tante, salam ya buat teman nak Meta".
"Iya. Terima kasih kembali tante".
Tetangga Meta ini juga baik tapi kadang kala suka kelewatan kalau bicara.
Meta melangkahkan kaki dengan secepat mungkin agar ia segera keluar dari rumah tetangganya yang ini. Bukannya nggak suka dengan tetangganya ini tapi kalau Meta lama-lama di sana bisa-bisa dia malah di ajak ngomongin orang.
Tugas selesai, Meta juga mau dong menikmati buah pemberian Saif. Karena ini hasil kebun sendiri pasti rasanya beda dengan yang di jual di pasar. Di bilang karena buahnya masak di pohon. Meta nikmati saja buah ini, kapan lagi bisa makan durian banyak gini.
Karena tadi pagi sekali Saif mengingatkan Meta melalui chat untuk tidak lupa memakan buah pemberiannya. Dia bilang saat ini memang di tempatnya lagi panen beberapa buah. Saat ingat akan ikut Robi ke rumah Sila dia jadi mau bawakan hasil kebunnya untuk Meta, menurut pengakuannya.
__ADS_1
Meta memang suka buah jadi buah apapun pasti Meta lahap entah itu manis atau asam.
Buah sebanyak ini di berikan kepada Meta semoga dia tidak bangkrut 😊