Aku Kedua Juga Terluka

Aku Kedua Juga Terluka
Sebulan berlalu.


__ADS_3

Meski berjauhan hubungan Meta dengan Saif tetap baik meski sudah sebulan tak berjumpa, karena mereka berdua masih saling chat dan telepon. Entah karena jauh dan tidak bertemu selama satu bulan ini sikapnya sedikit over protektif, ketika Meta telat balas chatnya pasti bertanya yang macam-macam.


Seperti kemarin saat Meta tak segera balas chatnya, dia akan mulai bertanya pada Meta dimana, sedang apa, sama siapa. Pada malam harinya saat telpon dia akan mulai dengan pertanyaan kamu ngapain saja seharian ini, hal-hal semacam itu yang akhir-akhir ini dia katakan.


Aku sih geli kalau Saif suka bertanya yang macam-macam, kalau orang lain juga melihatnya pasti berpikir sama bahwa dia sedikit berlebihan. Bukannya ngga suka tapi suka tertawa mendengar ucapannya karena melebihi perhatian orang tua ke anak. Orang tua Meta saja ngga sebegitu amat tanya ke padanya, lebih aneh lagi Meta merasa menikmati Saif yang sedikit over begitu.


Hari ini shift Meta masuk pagi dan ini mau jamnya istirahat, dan belakangan ini Irfan sering istirahat bersamanya ketika shift kerja mereka sama. Teman yang asik di ajak ngobrol karena sifatnya yang dewasa selalu berpikiran ke depan. Kali ini dia mengajak Meta makan di luar kantin, karena sekali-kali dia ingin menu yang berbeda dari kantin. Kali ini mereka makan bertiga bersama Eca. Mereka pergi ke tempat makan yang ada tidak jauh dari Mall dan lumayan terkenal disana. Menu siomay dan mie ayam, yang juga aku suka.


" Meta kamu pesan apa?. Eca apa?"


" Siomay lengkap."


" Aku mie ayam bakso" ucap Eca.


" Minumnya?."


" Emm apa ya..samakan es kelapa muda semua aja."


Meta dan Eca duduk di meja no 7 yang ada di lantai atas.


Sepuluh menit barulah Irfan datang sambil bawa pesanan mereka bertiga.


" Irfan.. di tempat kamu ada promo apa?." tanya Eca.


" Banyak Ca, aku ngga bisa sebutin semua..mang kamu cari apa?."


" Mau cari perlengkapan cewek."


Para cewek suka kalau ada yang promo, maka dari itu jika bertemu teman yang bekerja di supermarket selalu bertanya, agar mereka tidak ketinggalan promo.


" Produk Unilever banyak yang promo minggu ini."


" Pulang kerja deh aku kesana, kamu ikut meta?."


" Boleh. Aku juga mau cari sesuatu."


" Kalian para cewek belanja nungguin ada promo?."


" Iya. Kan lumayan ada potongan harga, lumayan irit mengurangi pengeluaran" tegas Eca.


" Terus kalau ngga promo ngga beli?."


" Kalau mendesak ya beli walau harga normal, tapi misal bisa di tunggu ya kita sih nungguin kalau ada promo."


" Cewek penuh perhitungan ya, hal apapun."


" Ya harus... apalagi kalau sudah berkeluarga, biar jelas pendapatan dan pengeluaran. Tapi perhitungan bukan berarti pelit."


" Iya paham aku.. Mamaku juga begitu, suka nitip sesuatu kalau ada yang habis di rumah sambil bilang kalau ada promo."


" Hampir semua ibu-ibu juga begitu" jawab Meta.


" Minggu depan ada potongan Rp5000 setiap belanja minimal Rp50.000."


" Lumayan tuh."


" Tahun baru ngga ada acara di Mall?" tanya Meta.


" Belum dengar berita sih aku" ucap Eca.


" Setahuku minggu ketiga baru ada pemberitahuan dari pihak Mall." sahut Irfan


" Sekarang masih tanggal 13 Desember" ucap Eca.


" Semoga saja ada acara panggungnya dan mendatangkan artis."


" Memang wajib?."


" Ya engga ..Biar ramai all nya, seperti tahun kemarin."


" Besok kamu shift apa Meta?" tanya Eca.


" Besok masih tetap pagi,. Ada apa?."

__ADS_1


" Kirain shift siang. Mau ngajak ngopi kalau shift siang."


" Lain kali saja. Minggu-minggu ini aku bantu Tante ku."


" Oke."


" Kalau sudah ayo balik" ajak Irfan.


Selain Meta dan Irfan lebih sering istirahat bersama, Irfan juga sedikit lebih sering chat kepadanya sama halnya yang dilakukan Saif.


Karena sering chat dengan mereka jadi tau karakter mereka, mereka dua sosok cowok yang berbeda. Persamaannya hanya satu yaitu teman, teman yang akhir-akhir ini dekat dengannya.


Beberapa kali juga Irfan mengantar Meta pulang saat pulang malam dan saat Irfan masuk shift siang kadang jemput ke rumah.


Sepulang kerja Meta dan Eca langsung ke supermarket, cari barang yang sedang promo.


Karena cewek ribet dalam urusan belanja membutuhkan waktu sejam untuk mencari barang yang cocok. Bagi cewek itu nggak masalah karena itu juga suatu hiburan sekalian cuci mata. Antrian kasir lumayan panjang,. sambil nunggu Meta buka chat dan melihat beberapa chat masuk. Chat pertama Meta baca dari Miss Louisa,


" Meta tolong besok kirim data barang yang restock."


" Baik Miss."


Miss Louisa tak pernah chat panjang lebar, karena dia ingin pegawai nya segera memahami maksud dari pesan meski singkat, orang yang perfeksionis.


Karena melihat Meta online, Saif langsung menelepon.


" Sudah pulang kerja?."


" Iya sudah, ini lagi ada yang di beli jadi masih ada di supermarket."


" Di supermarket yang Irfan kerja itu?"


" Iya."


Meta sudah memberi tau Irfan itu siapa ke Saif, karena dia selalu tanya tentang Irfan maka daripada berdebat Meta beri tahu saja siapa Irfan.


" Kamu belanja sama dia?."


" Engga. Ini sama Eca... Ini sudah di kasir sebentar lagi langsung pulang."


" Curiga apanya?."


" Kalau dia suka sama kamu."


" Hah.. Kok bisa muncul pemikiran gitu sih?."


" Ya feeling ku karena dengar cerita kamu."


" Karena kamu yang tanya."


" Iya dari jawaban kamu itu aku bisa menyimpulkan kalau dia suka sama kamu."


" Kok telat amat sukanya, padahal sudah lama aku kenal dia."


" Sesuai berjalannya waktu tiba-tiba dia suka kamu kan bisa."


" Kamu mulai lagi jadi cenayang."


" Cari tau saja biar kamu tau kalau aku benar soal Irfan."


" Gimana ya caranya?" gumam Meta dan rupanya terdengar oleh Saif


" Sudah nggak usah.. nanti jadi pikiran ku" ucapnya lirih.


" Apa Saif..ngga kedengaran?."


" Ngga ada apa-apa. Cuma khawatir sama kamu, sudah sana pulang nanti aku telepon lagi."


" Ya sudah."


Seperti itulah Saif belakangan ini, Meta senyumin saja.


Bisa juga cowok bersikap kekanak-kanakan hanya karena ada teman cewek nya yang dekat dengan teman cowoknya.

__ADS_1


Rumah Meta hampir dua bulan sepi karena orang tuanya sering ke rumah Tante Lena, termasuk hari ini.


Meta masuk kamar tidur dan memutar musik saja. Dalam keadaan lelah dengar musik yang slow lebih membuat suasana menjadi relax.


Sempurna banget ya sudah sepi, musiknya slow membuat matanya terpejam.


Antara hanya terpejam dan sedikit tertidur Meta mendengar handphone ku berbunyi. Tangannya meraba-raba dimana handphone dia berada di atas tempat tidur.


Setelah Meta raih lalu ia tempelkan ke telinga.


"Iya halo."


" Kamu tidur?."


" Hampir tertidur."


" Kok ada suara musik segala !"


" Karena itu aku belum benar-benar tertidur...


Aku mau tanya boleh?"


" Tanya saja."


" Kamu akhir-akhir ini kenapa sih kalau bicara sedikit sensitif?."


" Sebetulnya ngga sensitif karena bahas cowok lain aku jadi gitu."


" Irfan?."


" Siapa lagi, kan dia cowok yang paling dekat sama kamu !."


" Sama kok dengan kamu."


" Sama apanya?."


" Sama-sama teman."


" Selain itu aku juga kangen bertemu kamu."


" Hah" Aku tercengang tidak seperti Saif yang biasanya, yang bicaranya selalu dengan bercanda. Kenapa kali ini terasa serius nada bicaranya.


" Biasanya aku masih ketemu kamu meski hanya seminggu sekali, lha ini hampir dua bulan ngga ketemu."


" Ya kan karena kamu dari awal kan sudah punya rencana pergi kesana."


" Jujur nih aku juga ngga suka kamu terlalu dekat dengan Irfan."


" Lha memang kenapa... Masa' aku ngga boleh punya teman cowok?."


" Bukan begitu. Pokoknya aku ngga suka saja kamu dekat dengan dia."


" Karena menurut kamu dia suka sama aku?."


" Iya."


" Jadi aku nih yang bingung !."


" Ini ni yang aku takutkan, kamu jadi kepikiran tentang Irfan".


" Bukan Irfan saja juga kamu yang jadi begini."


" Karena aku cowok normal Meta!."


" Iya iya.. Bahas yang lain saja, tuh dengar musik saja."


Terdengar di seberang sana ada yang memanggil Saif dengan bahasa Bali, yang ngga Meta mengerti.


" Aku matikan dulu ya telepon nya, ini temanku mau ajak aku keluar."


" Oke bos."


" Aku benar-benar kangen sama kamu Meta."

__ADS_1


titttttt sambungan telepon pun berakhir.


Ucapan kangennya terdengar selayaknya teman yang kangen dengan temannya, tapi disana ada tekanan intonasi yang berbeda.


__ADS_2