
Baru pukul 8.00 pagi tapi suasana hari ini mendung, kelihatan di sekeliling rumah Meta dari empat penjuru. Terlihat hujan akan segera turun, suasana cukup dingin di ikuti hembusan angin. Sekarang April karena bulan April masih termasuk musim hujan, jadi Meta suka sekali mengasah kemampuannya membuat makanan kecil yang sangat cocok di konsumsi saat musim hujan. Kelihatannya membuat pisang coklat enak, kita taburi coklat blok dan parutan keju Ceddar..eeummm pasti enak di makan suasana mendung.
Karena Meta suka masak jadi ia selalu punya bahan-bahan untuk di buat camilan hanya perlu pisang, Meta mau beli pisang. Kebetulan ada pasar yang tak jauh dari rumah, hanya perlu waktu lima menit untuk sampai di pasar dengan naik kendaraan umum.
Setelah dari pasar dan bahan semua lengkap Meta beraksi di dapur. Meta menghabiskan waktu kurang lebih satu jam untuk membuat pisang coklat, setelah selesai waktunya santai dan menikmati hasil buatannya sendiri. Hujan sudah turun tiga puluh menit yang lalu dan sekarang sudah pukul 10.40 Wib.
Meta duduk di ruang tamu di temani pisang coklat dan tidak lupa smartphone. Kebetulan Meta hari ini libur kerja dan memang tidak ada rencana keluar.
Seperti biasa hal pertama yang Meta lakukan saat pegang handphone itu melihat chat yang masuk. Tak terkecuali chat dari Saif, sudah sekitar satu bulan ini Saif rutin chat kepadanya setiap hari. Dan telepon setiap malam setiap tiga kali dalam seminggu.
Nyaman chat dengan Saif, karena nggak ada hal yang berat saat membahas apapun. Begitupun kalau telepon, hanya membicarakan hal di luar mereka berdua, lebih banyak bercanda.
Selalu Saif yang chat dulu atau telepon dahulu, Meta malas kalau di suruh mengawali, kecuali ada hal yang perlu ia tanyakan barulah ia yang chat duluan. Tidak pada Saif saja tapi juga kepada semua daftar kontak yang ada di handphonenya. Baru juga di tebak tiba- tiba nada dering chat bunyi, siapa lagi kalau bukan Saif.
"Hallo Meta."
" Kamu ngapain?."
" Engga lagi apa-apa, sedang libur."
"Wah libur nih ?."
" Iya..Kenapa?."
__ADS_1
" Santai dong"
" Iya santai karena di sini hujan. Kamu ngapain?."
"Di sini cerah ceria mataharinya. Biasa rutinitas di perkebunan"
"Ya sudah kamu lanjutin saja rutinitasnya"
" Ok. Aku telepon ya nanti malam".
" Ok "
Berakhirlah chat saat itu,.
Malam hari pun tiba Saif pun telepon seperti hari-hari sebelumnya. Entah kenapa dia selalu telepon malam hari.
" Sudah biasa saja jangan sok manis begitu manggilnya."
" Lho memang nggak boleh, aku kan berusaha sweet ke kamu."
" Adew mulai deh "
" Oia kelihatan Robi mau ke rumah Sila hari Minggu ini."
__ADS_1
" Ya nggak apa-apa kan."
" Iya tapi aku nggak bisa ikut, karena ada yang harus aku selesaikan."
" Lha terus hubungannya apa?."
" Ya nggak ada hubungannya, kali saja nanti kamu nyari aku kenapa nggak ikut Robi."
" Astagfirullah... Aneh banget ih kamu, masa' aku harus sampai nyari kamu, lha ngapain juga."
" Lho iya iya ngapain kamu nyari aku...?."
" Saif , kenapa sih kamu telp selalu malam?"
" Ya nggak tau ya, ya mungkin dari awal kan aku telepon selalu malam, jadi sudah biasa gitu, sama kalau aku chat kamu setiap hari seperti sudah kebiasaan, meski chat nya cuma say hello."
" Kamu tuh yang paling rutin setiap hari chat aku, sahabatku saja engga tiap hari chat aku."
" Ya itu kan sahabat kamu, aku sih beda dan mau jadi yang beda."
" Bukannya beda tapi aneh Saif. "
" Nggak enak saja Meta kalau belum chat kamu, karena aku suka dan nggak merasa rugi chat dan telepon kamu, sudah terbiasa sa..."
__ADS_1
Tiba-tiba telepon terputus. "titttttttttttt"
Apapun yang kita lakukan jika dilakukan setiap hari maka itu memang akan menjadi hal yang biasa, rutinitas yang di lakukan.