Aku Kedua Juga Terluka

Aku Kedua Juga Terluka
Latar belakang kami


__ADS_3

Meta Kirana


Anak ketiga dari 3 bersaudara, usia 20 tahun punya dua kakak laki-laki, Boni dan Jaya. Wajah sedikit oriental, kulit kuning Langsat, tinggi 160cm. Sifatnya introvert, gampang menangis meski saat melihat acara televisi, atau hanya sekedar membaca novel atau sejenisnya yang menurutnya menyedihkan. Selalu berpikir mulai dari hal yang paling kecil, naif.


Dengan kesimpulan dia baik sampai baiknya tidak sadar telah di manfaatkan. Satu lagi mudah kasihan sama orang.


Keluarganya standart dengan ekonomi nggak terlalu tinggi juga nggak terlalu rendah.


Kakak pertama Meta, Boni sudah menikah dan tinggal terpisah dengannya.


Kakak kedua Jaya usianya hanya terpaut tiga tahun dengan Meta, sekarang sedang berlayar karena bekerja pada sebuah kapal pesiar. Jaya jarang berada di rumah tentunya berlayar karena bekerja pada kapal pesiar Queen Cruise.


Di rumah hanya tinggal dengan mama dan papanya.


Tidak heran Meta tak ada teman bicara di rumah ditambah dia introvert yang bukan anti sosial. Dia malah bisa berbaur dengan banyak orang dan mudah akrab dengan orang yang dia baru kenal.

__ADS_1


Dia memiliki aura di sukai para pria, dari sisi mana itu hanya ada di dalam diri Meta, mungkin hanya cowok yang bisa melihatnya.


Seperti mempunyai magnet untuk menarik para cowok untuk menyukainya.


Dan Meta termasuk golongan cewek yang susah jatuh cinta, tak heran banyak kesulitan seorang cowok yang mendekati nya. Harus punya resep extra agar tau cara mengambil hatinya.


Sudah banyak cowok yang di tolak, dan menurutnya belum ada yang bisa menjadi cinta pertama. Kalau sekedar cinta monyet pernah ada waktu jaman SMA.


Meta dalam pencarian cinta pertama.


Saif Sanjaya Zein


Karena dia misterius maka ada beberapa hal yang dia sembunyikan. Apakah cowok seperti dia sudah pernah merasakan cinta pertama, ataukah semua pengalaman cintanya disama ratakan.


Berasal dari keluarga yang bisa di bilang keluarga tingkat atas dalam hal materi,

__ADS_1


mempunyai banyak pegawai untuk mengurus perkebunan keluarga.


Tak perlu bekerja di perusahaan lain, cukup mengurus perkebunan keluarga dan beberapa usaha lainnya sudah cukup untuk menopang kehidupan sampai keturunan berikutnya.


Tidak heran jika Saif selalu bilang ada di perkebunan, karena dia selalu mengontrol para pegawainya. Sayangnya Saif tak bisa harus selalu mengurus perkebunan, kalau rasa bebasnya muncul dia akan tiba-tiba menghilang mengembara ke luar kota, pulau lain untuk bertemu teman-temannya.


Berbeda dengan Meta yang harus berpikir dua kali kalau untuk bersantai seperti itu. Bukannya tidak ingin, tapi kesibukannya sebagai karyawan yang sulit membuatnya bebas. Bisa saja santai dengan mengambil cuti, nggak bisa lama yang nggak mungkin ke luar pulau.


Sebetulnya jaman sudah modern dan bukan mustahil terjadi hubungan antara keluarga ekonomi tingkat atas dan keluarga ekonomi standart. Karena ini di negara ini masih ada kesenjangan sosial meski perbandingan nya tak terlalu besar.


Antara orang yang peduli kesenjangan sosial dan orang tidak peduli dengan kesenjangan tersebut, mungkin skalanya 6:4.


Mungkin itu masih di pegang kebanyakkan orang tua, dengan alasan garis keluarga yang peduli akan bibit, bebet,bobot


Anak-anak jaman sekarang cuek dengan hal seperti itu, tapi sekali lagi orang tua pula yang harus menyetujui hubungan anaknya.

__ADS_1


Meta dan Saif sama-sama orang yang tak melihat kesenjangan sosial, malah bersifat bodo amat dengan aturan seperti itu. Karena berpikir logis, kalau sudah jodoh apa pun keadaannya pasti bersama. Saif tak menganggap hal itu sebagai sebuah kesulitan yang besar. Asal dia yakin pasti apapun bisa di ubah. Saif yang tak pernah memandang Meta dengan latar belakang keluarga yang tak sama dengannya.


Bahwa dinding itu sudah terbentuk dan berlapis - lapis.


__ADS_2