Aku Kedua Juga Terluka

Aku Kedua Juga Terluka
Makna kangennya..


__ADS_3

Selama Meta mengenal Saif baru kali ini tidurnya tidak bisa tenang setelah pembicaraan Saif tadi malam dengannya.. Bukan karena ucapan kangen dan saat bilang pendapatnya kalau Irfan suka kepada Meta, melainkan mengapa dia sampai bersikap seperti itu sedangkan mereka hanya berteman. Meta malah lebih memikirkan kedekatannya dengan Irfan, menerka-nerka apa iya dia suka padanya. Secara pribadi memang Meta tidak merasakan sesuatu yang istimewa antara dia dan Irfan dan murni berteman saja.


Karena Meta sudah memikirkan hal ini dan rasa penasarannya timbul, coba nanti ketika jam istirahat Meta korek informasi dari Siska. Siska yang selama ini jadi teman bicara Irfan, yang maksudnya lebih kepada curhat. Mereka sudah ada janji makan bareng di bakso pak Tono, letaknya di belakang Mall. Disana nanti Meta akan mencari tau informasi yang sangat membuatnya bertanya-tanya.


" Siska aku tunggu di lobby depan."


" 👍👍👍👍👍"


Lima menit kemudian munculah Siska.


Tanpa basa-basi langsung saja Meta menarik Siska agar tidak mengajak temannya yang lain, Meta hanya ingin bicara empat mata dengannya.


" Meta .. Tumben kamu hanya mengajak aku biasanya kamu suka rame-rame?."


" Ya pingin dengan kamu saja, lama kan kita nggak makan bareng." jawab Meta biar Siska tidak curiga.


" Bagaimana kamu sama pacarmu?."


" Doa kan kalau nggak ada halangan, orang tuanya mau ke rumah awal tahun depan."


" Mau melamar kamu ?" tanyanya senang sambil memukul tangannya.


" Insyaallah."


" Akhirnya.. nggak sia-sia pacaran lama."


" Dua Minggu lalu Eki bilang ini ke aku."


" Aku seneng banget, sumpah."


" Makan hari ini biar aku yang bayar, aku traktir kamu."


" Cie yang mau di lamar, brarti aku bisa milih dong nanti menunya??."


" Iya bebas."


" Pasti kamu nggak bisa tidur!."


" Biasa saja... Awalnya iya bener-bener nggak bisa tidur ."


" Kamu lebih ceria tau, lalu rencana ke depannya?."


" Rencananya sih tunangan dulu saja, kalau nikahnya nunggu satu tahunan sambil nunggu adiknya lulus kuliah, biar nggak ada tanggungan."


" Ya ngga apa-apa yang penting sudah ada kejelasan hubungan kalian."


" Yap.. sambil nabung buat nikahan."


" Kamu mau pesan apa nih Meta?."


" Aku mau bakso super sama es jeruk."


" Kamu cari tempat duduk, biar aku yang pesan."


" Sip kakak."


Kabar gembira dari teman bisa mempengaruhi Meta juga, rasa nya ikutan bahagia juga. Bakso sudah ada di depan mata, mereka segera menyantapnya.


" Eki tuh asli orang mana?."


" Dari Solo."


" Sudah lama disini?."


" Baru pindah kesini enam tahun yang lalu."


" Termasuk pendatang dong?."


" Iya.. Kan sama seperti Irfan, cuma Irfan dari SD sudah di sini."


Mumpung dia bahas Irfan sekalian cari informasi .


" Akhir - akhir ini Irfan suka ajak aku istirahat bareng kalau shift masuknya sama denganku."


" Iya tau."


" Kamu tau?."

__ADS_1


" Bagaimana ngga tau setiap aku tanya mau istirahat sama siapa dia jawabnya sama kamu."


" Iya sih.. Aku mau saja, kan kenal sama seperti kamu gini."


" Beda dong Meta,, Aku cewek dia cowok."


" Sama berteman nya, menurut kamu beda yang bagaimana?."


Meta pura-pura bodoh dan nggak ngerti apa-apa, biar nggak terkesan sedang mencari informasi.


" Memang berteman, pernah dengar kan teman bisa jadi demen !!."


" Itu sih di sinetron-sinetron."


" Kata siapa?. Sinetron tuh yang ngambil dari dunia nyata."


" Ya trus maksudnya apa dong?."


" Bisa saja kan Irfan suka ke kamu!."


Ada dua orang yang bilang kalau Irfan suka ke Meta, satu nya teman curhat Irfan sendiri. Berarti benar yang di bilang Saif.


" Tapi itu masih hanya kemungkinan kan" elak nya.


" Kamu ngga mau nambah lagi baksonya?."


" Engga ah kalau bakso... Boleh ngga nambah es Teler saja !."


" Ya sana pesan, mumpung aku baik."


" Siska, kamu bahagia terus saja ya biar aku dapat traktiran terus."


" Itu namanya mau nya kamu, sudah cepat habisin keburu jam istirahat habis."


Informasi apapun yang sudah masuk ke otak Meta pasti akan jadi pikirannya. Di sukai cowok itu beban sih menurutnya, apalagi kalau aku menolak cowok itu. Karena sering menolak cowok itulah Meta di anggap orang-orang disekitarnya kalau dia itu pilih-pilih cowok. Padahal ngga juga kalau pilih-pilih bisa saja si Ryo yang tajir dan tampan itu Meta pilih, nyatanya dia juga aku tolak.


Dari tiga orang yang Meta tolak, mereka ngga pernah lagi tetap deketin Meta meski mereka masih baik ke Meta. Meta berkesimpulan bahwa mereka tidak berusaha mempertahankan apa yang mereka suka. Cewek ada kan yang tipe ingin di kejar terus, setelah dapat bukti itu baru si cewek akan berpikir ulang untuk menerima si cowok.


Jarang bukan ada cowok yang punya pemikiran begitu, biasa nya kalau cowok mengejar cewek dan ceweknya ngga mau pasti sudah ngga mau mengejar lagi.


Sepulang dari Mall Meta langsung ke rumah Tante Yogi, bantu acara anniversary pernikahannya yang ke 18. Tante Meta yang satu ini tante yang gokil berjiwa muda, padahal usianya sudah berkepala empat. Karena sifat itulah tante Yogi tetap awet muda.


Dari ruang tamu Meta pindah ke taman depan karena Saif meneleponnya.


" Halo."


" Dimana kok rame banget?."


" Di rumah Tante ku, jam berapa ini sudah telpon?."


" Nanti jam 22.00 aku dan teman-teman mau lihat acara musik di GWK."


" Musik apa kok jam segitu?."


" Di sini sudah biasa jam segitu ada acara musik, Bali itu 24 jam hampir ngga pernah nggak terdengar musik ada ratusan club' malam disini."


" Makanya kamu betah disana."


" Betah bukan karena musik atau club malam nya, tapi seru ada disini. Kamu sudah cari tau tentang Irfan!?"


" Mulai lagi tanya Irfan, ada juga


pendapat temenku sama seperti kamu."


" Tuh kan beneran, meski aku ngga tau Irfan aku bisa menebak."


" Emang kamu cenayang sih."


" Terus apa yang kamu lakukan?."


" Ya ngga ada lah."


" Kan ngga ada peryataan resmi dari yang bersangkutan."


" Memangnya kamu mengharapkan dia bilang suka kamu?."


" Melum aku pikirkan."

__ADS_1


" Kamu itu bisa ya ngeselin."


" Biasa saja Saif."


" Kamu biasa aku yang ngga biasa."


" Ngga biasanya apa?."


" Ngga biasa ada yang deketin kamu."


" Normal cewek di deketin cowok."


" Suka mancing-mancing kan?."


" Aduh ..Aku kan bicaranya ngikutin perkataan kamu, masa' kamu bahas gini aku jawabnya bakso lebih aneh kan?."


Terdengar Saif tertawa.


" Kamu ini cewek yang ajaib, ngga salah kalau banyak yang naksir."


" Karena aku cantik makanya banyak yang suka."


" Nah kalau ini namanya besar kepala, baru di bilang banyak yang naksir langsung bilang cantik."


" Terus apa."


" Kamu itu ngga cantik tapi punya sesuatu yang menarik, aku sendiri juga belum nemu apa itu yang bisa buat kamu menarik."


" Ada lagi kata baru."


" Ini kan menurutku pendapat pribadiku."


" Ngomong-ngomong disana kan gadisnya cantik-cantik. Ada ngga yang kamu suka?."


" Banyak yang cantik dan manis tapi belum bertemu yang seperti kamu."


" Ih serius.. Kata kamu disana sudah seperti rumah kedua, harusnya ada gebetan cewek sana?."


" Aku sudah terlalu mengenal cewek Bali ?."


" Masih ngga bisa lupa sama gadis Bali yang pernah kamu suka?."


" Aku saja sudah lupa suka sama dia, malam pergantian tahun kamu mau kemana?."


" Belum tau, kalau ada teman-teman yang mengajak ya ikut, tapi kalau engga ada stay di rumah paling juga kumpul keluarga kayak gini."


" Mending sama keluarga saja."


"Lha kalau aku ingin pergi sama teman-teman?."


" Silakan juga kalau beramai-ramai, asal jangan berdua saja dengan Irfan."


" Larangan macam apa itu?."


" Bukan larangan agar kamu tidak ada kesempatan bersama Irfan."


Kali ini aku yang tertawa mendengar ucapannya.


" Kamu itu lho ngga kenal Irfan kok bisa sih sensitif waktu ngomongin dia?."


" Intinya kamu hati - hati sajalah."


"Iya deh."


" Kamu kangen ngga sih sama aku?."


" Engga..kan setiap hari kamu telepon aku."


" Jadi cuma aku yang kangen?."


" Mungkin."


Hanya satu kata itu yang aku katakan, karena ini kedua kalinya dia bilang kangen.


Karena Meta bingung jawab apa lagi.


Tepat setelah satu kata itu handphone Meta mati, dia baru sadar kalau saat pulang bekerja baterai handphonenya hanya 50% dan belum Meta isi ulang baterai nya sejak ada disini.

__ADS_1


Kangen bisa di ucapkan oleh semua orang, saudara, keluarga, teman. tapi apa jadinya kalau di katakan kepada seseorang yang di suka.


__ADS_2