
" Meta.. tunggu aku."
Suara Siska memanggil sambil berlari di area parkir karyawan di Mall.
Meta berhenti berjalan bermaksud menunggu Siska yang memanggilnya.
Meta sedang beristirahat setelah makan siang ia akan pergi ke taman kecil yang ada di belakang Mall, jam istirahat nya masih ada tiga puluh menit lagi ia hanya ingin duduk santai di taman.
" Bukannya kamu libur Siska?."
" Iya. Aku janjian sama kakak ipar ku buat nganterin dia ke supermarket."
" Dimana kakak ipar kamu?."
" Belum datang sambil nunggu dia, aku menghampiri kamu saja."
"Bagaimana kondangannya tempo hari?."
" Sesuai jadwal."
" Perasaanmu sendiri bagaimana?."
" Aku nunggu waktu saja."
" Iya kamu memang seperti itu. Kamu di jemput Lexus pulang kerja?."
" Engga.. Pulang sendiri. Tiga hari ini dia belum hubungi aku."
" Kenapa?."
" Sehari setelah pergi kondangan dia bilang ada pekerjaan yang harus dia lakukan jadi untuk beberapa hari ngga bisa menghubungi ku seperti biasa."
" Tumben waktu di Bali saja dia selalu hubungi kamu meski sibuk."
" Mungkin ini masalahnya lain jadi memang ngga bisa hubungi aku."
" Nanti pulang kerja ke teras cafe mau ngga sama anak-anak lain."
" Boleh juga, tadinya aku ada acara dengan Sila mendadak dia batalkan."
" Aku numpang sama kamu ya, ngga bawa motor nih."
__ADS_1
" Oke.. kamu yang bawa."
" Beres. " Siska mengambil handphone karena seperti nya ada yang telpon.
Kelihatannya kakak iparnya sudah datang.
" Ayo Meta masuk ini kakakku sudah di depan supermarket."
" Kamu duluan saja jam istirahat ku masih lima belas menit lagi."
" Aku tinggal ya." Siska berdiri dari duduknya meninggalkan Meta.
Meta membalas dengan anggukkan kepala.
Meta mengingat waktu itu Saif menelponnya di pagi hari untuk mengatakan bahwa tidak bisa menghubunginya beberapa hari ke depan. Meta tidak berpikiran aneh karena dia sudah berpamitan tak bisa chat ataupun telpon. Pekerjaan yang mungkin penting yang mengharuskannya tidak bisa di ganggu juga.
Meta sudah merasa ada yang mendesak sejak dia ada di rumah saat menjemput ke kondangan dan ketika pulang dari acara resepsi pun dia terkesan buru-buru. Dia bilang ingin mampir ke rumah tapi kemudian di batalkan, mungkin memang ada hal atau pekerjaan yang sangat genting. Meta pun tak berusaha bertanya lebih lanjut, itu menentang pribadinya.
Meta melihat jam yang tertera di layar handphone, sudah waktunya kembali bekerja.
Miss Louisa mendadak datang ke toko tanpa pemberitahuan sebelumnya. Beliau menjelaskan bahwa Julia Jewelry akan membuka cabang baru di salah satu mall di Solo. Ada dua karyawan baru yang harus di training, dari kantor pusat di Jakarta meminta agar dua karyawan baru ini di training di tempat Miss Louisa. Kedua karyawan berasal dari Solo yang akan tiba hari Sabtu.
" Baik Miss."
" Data pribadi mereka di kirim melalui email nanti kamu cek ya, selain itu tolong kamu atur uang kost mereka untuk dua bulan, selama kost biaya kost di tanggung perusahaan. Nanti kamu input pengeluarannya di jurnal bulanan."
" Maaf Miss kost mereka dimana ya?."
" Oh iya itu kantor pusat yang akan beri kabar mungkin melalui email juga, sepertinya sudah ada letaknya ngga jauh dari sini. Oke kalau begitu saya tinggal ya. selamat sore."
" Selamat sore Miss" ucap Meta dan Rahma.
Jam kerja Meta usai waktunya bertemu teman yang lainnya. " Meta acara ke teras cafe di batalkan Lucas dan Prima harus lembur karena ada barang datang"
Ada beberapa chat yang masuk, paling atas chat dari Siska.
Meta membuka chat dari Siska yang rupanya acara kumpulnya tidak jadi. Meta pun hanya menghela nafas dan berkata pada dirinya sendiri ada apa hari ini sehingga semua acara di batalkan. Tidak ada harapan untuk berjalan-jalan Meta memutuskan pulang saja ke rumah. Masih ada beberapa chat lagi yang masuk salah satunya dari Saif, karena dia sudah ada di parkiran Meta memutuskan untuk membaca semua chat saat tiba di rumah.
Meta begitu masuk ke dalam rumah langsung menuju ke arah dapur, duduk di meja makan sambil menuang air putih dan meneguknya.
Dia membuka chat dari Saif dan ternyata chatnya begitu panjang. Membaca chat Saif sepertinya membutuhkan waktu karena itu dia memilih membalas dua chat lainnya terlebih dahulu.
__ADS_1
Meta beralih duduk di sofa yang ada di depan televisi, dia pun memulai membaca chat Saif yang terlihat seperti sebuah cerita.
Isi chat;
" Hai nona Meta. maaf aku belum bisa hubungi kamu. Semoga kamu baik-baik saja."
"Aku tidak bisa menahan lebih lama untuk tidak menghubungi mu, mungkin ini saatnya pula kamu tau tentang aku."
" Kamu tidak perlu membalas chat ini karena handphone ku lebih sering mati 😁."
" Selama satu tahun kita kenal mungkin kamu memang belum mengenalku secara keseluruhan. Aku anak kedua dan aku punya kakak perempuan yang sudah berkeluarga.
Keluargaku memang cukup di kenal di daerah sekitar rumah, mungkin karena orang tuaku mempunyai bisnis perkebunan dan pabrik pengolahan. Bukan bermaksud menyombongkan diri 🤗🤗 tapi memang semua orang di sekitar sini mengenal nama orang tuaku.
Mungkin kamu pernah dengar dari Laura kalau aku ini anak motor, iya itu benar hobi itu sejak aku duduk di sekolah menengah pertama di kelas dua hingga sekolah menengah atas. Maka dari itu aku suka mengutak-atik mobil dan motor, karena aku pernah di dunia itu. Namanya di perkumpulan motor pasti ada hal negatifnya, aku juga pernah merasakan barang haram. Waktu itu aku memakai jenis ganja, aku menggunakan barang itu selama kurang lebih satu tahun. Sampai pada akhirnya ada kejadian yang membuatku berhenti mengkonsumsi barang haram itu, waktu itu mama ku masuk ICU karena mengetahui aku yang memakai narkoba. Mama ku yang membuat aku sembuh dari ketergantungan, hingga enam bulan berobat aku di nyatakan bersih dari barang haram itu. Aku memang berhenti dari mengkonsumsi narkoba tapi kenakalanku masih tetap nakal selayaknya anak remaja yang mencari jati diri. Jika kamu tahu film Dilan 1990 seperti itulah kehidupan ku dulu di dunia motor, selalu ada tawuran.
Dan ada suatu masa yang menyadarkan aku harus berhenti dari semua itu yaitu sahabatku Natalie ( Laura juga mengenalnya).
Dia yang mengarahkan aku kepada hal yang positif, boleh masuk geng motor tapi sebisa mungkin menghindari tawuran.
Natalie dulu pacarnya Alex ( iya Alex sekarang pacar Laura). Singkatnya geng motor kami bertaruh dengan geng motor lain, masing - masing harus memberikan satu wakil beserta pacarnya untuk bertanding kemudian di geng kami di wakilkan Alex dan Natalie, jika kali ini mereka bisa menang maka Alex akan keluar dari geng motor itulah janji Alex pada Natalie. Alex memang menang tapi dia juga harus kehilangan pacarnya yaitu Natalie. Karena pada saat Alex akan sampai garis finish tiba-tiba motor yang di kendarai nya tak bisa di rem hingga menabrak pembatas jalan yang membuat Natalie terpental ke arah pembatas jalan itu hingga tewas di tempat. Kejadian itulah yang membuat geng motor kami bubar."
Meta berpikir karena itu mengapa Laura bisa mengucapkan kalimat seperti itu pada waktu di acara resepsi, karena dia memang mengenal dan memahami siapa itu Saif.
" Aku tidak tahu respon kamu setelah baca cerita ku ini. Aku harap kamu tidak mengubah sikap kamu setelah mengetahui semua ini.
Aku hanya perlu menceritakan ini kepada mu, karena aku menyukai mu Meta Kirana."
" Secepatnya aku akan menghubungi mu nona Meta, untuk menjelaskan tentang apa yang terjadi sampai aku tidak bisa menghubungi mu."
Meta menemukan apa yang dia cari selama ini, tentang pribadi Saif.
Selama satu tahun kenal baru kali ini dia tahu tentang siapa cowok yang di kenalnya selama setahun ini.
Meta tidak tahu harus berpikir tentang apa atau bertindak sesuatu yang bagaimana, setelah Saif mengatakan bahwa ia menyukai Meta.
Meta hanya perlu menunggu Saif untuk lebih menjelaskannya.
Dunia bisa berubah seketika jika alam mendukungnya.
Dunia masih akan selalu berubah dan tak akan pernah sama.
__ADS_1