
Raras ibu muda dengan satu anak perempuan berusia empat tahun, sejarahnya sendiri dia married by accident. Di usia yang ke enam belas yang seharusnya dia duduk di kelas dua sekolah menengah atas, harus mengakhiri statusnya sebagai pelajar karena insiden itu. Hamil di luar nikah mengharuskan dia keluar dari sekolah untuk menikah dengan cowok yang menghamilinya. Pernikahannya pun hanya di gelar amat sederhana hanya akad nikah tanpa resepsi.
Sifat remaja yang ingin selalu mencoba sesuatu ataupun meniru sesuatu hal yang belum harusnya mereka lakukan. Cinta adalah dasar mereka melakukan hubungan intim sebuah alasan kolosal, inilah pergaulan yang bebas yang sering terjadi di jaman sekarang. Padahal mereka belum menemukan arti perjalanan hidup yang sesungguhnya. Raras mungkin memang mencintai si cowok tapi yang namanya cowok belum tentu menemukan cinta begitu saja terutama pada diri Raras. Pada akhirnya suka atau tidak suka membuat mereka harus mempertanggung jawabkan perbuatan dengan pernikahan. Setidaknya awal pernikahan hidup pasangan muda ini masih di topang oleh keluarga sang suami.
Sampai beberapa tahun ke depan hingga anak nya lahir.
Anak perempuan nya bernama Eriska kini berusia empat tahun dan sekolah di taman kanak-kanak. Karena sudah berumah tangga mereka menempati rumah sendiri yang berasal dari orang tua sang suami, mereka menempati rumah sendiri kurang lebih selama dua tahun ini. Kebanyakan cewek jika telah menikah akan berusaha sebaik-baiknya mengurus rumah tangganya. Meskipun menikah muda Raras menjalankan tugas nya sebagai istri dan ibu dan mengurus segala sesuatu yang ada di rumah.
__ADS_1
Ada yang menjadi beban pikiran Raras, meski telah memiliki rumah sendiri suaminya lebih sering berada di rumah orang tuanya. Setiap hari dia hanya berdua dengan anak nya, menjelang malam barulah suaminya pulang ke rumah. Pada hari libur pun suaminya memilih mengajak Eriska ke rumah orang tua nya. Raras memilih pergi keluar sendiri di hari Minggu entah jalan-jalan atau berkumpul dengan teman-teman nya.
Hal ini pun sudah berjalan selama usia Eriska empat tahun ini.
Layaknya cewek yang masih muda Raras juga sering menikmati waktu yang hilang selama empat tahun, mencari kesenangan nya sendiri. Kerja pun pernah Raras lakukan ketika ia merasa hubungannya tersudut dengan suaminya, Eriska di titipkan pada orang tua Raras. Suaminya merasa Eriska telah di telantarkan sebab itu dia melarang Raras bekerja dan akhirnya berhenti bekerja. Ketika mereka bermasalah kembali maka Raras pun kembali berulah dengan bekerja dan ini terjadi berulang-ulang.
Hubungan yang rumit mereka jalani sejak awal pernikahan, sang suami ingin meninggalkan Raras karena merasa pernikahan yang hambar. Dulu dia memang sayang pada Raras tapi semakin lama berjalannya waktu dia merasa itu hanya sekedar sayang , bukan rasa sayang yang ia berikan kepada seseorang yang ia cintai. Raras yang ingin berpisah malah suaminya tidak ingin berpisah sampai memohon dan menjemput Raras di rumah orang tuanya. Mereka sendiri yang membuatnya rumit karena saat pernikahan mereka memiliki perjanjian. Perjanjian itu menyatakan bahwa jika suami meninggalkan istri maka suaminya tidak punya hak atas anak dan tidak boleh ikut campur dalam mengasuh anak yang berarti sepenuhnya Raras lah yang akan mengambil hak sepenuhnya atas Eriska.
__ADS_1
Meski pernikahan ini terpaksa sang suami merasa bersalah dan harus bertanggung jawab pada Eriska, ia juga sangat sayang pada anaknya. Karena itu sang suami selalu menarik kata perpisahan jika mengingat akan kehilangan Eriska, itu pula yang membuat mereka selalu gagal berpisah.
Sebagai seorang ayah dia juga tidak ingin kehilangan anak, ia merasa Eriska hanya jadi korban atas kesalahan orang tuanya.
Dia sendiri tidak tahu sampai kapan hal ini akan terjadi.
Dari semua hal,mempertahankan adalah yang paling sulit. Selama memikirkan Eriska mungkin semua akan tetap di jalani.
__ADS_1
Manusia memang menginginkan terbaik tapi bagaimana jika Yang Kuasa menghendaki cerita yang lain.