Aku Kedua Juga Terluka

Aku Kedua Juga Terluka
Buah Rambutan & durian


__ADS_3

Meta menunggunya di pintu masuk Mall, kurang lebih sepuluh menit menunggu akhirnya yang menjemput tiba, dan nada dering telepon terdengar dari smartphonenya.


" Meta, aku sudah ada di tepi jalan depan mall."


" Oke aku turun."


Kira-kira menuruni dua puluh anak tangga baru Meta sampai di tepi jalan raya.


Meta menengok kanan- kiri mencari sosok yang menjemput Meta. Sebuah klakson mobil berbunyi dan jendela mobil tampak terbuka.


" Meta, aku di sini !" teriak Saif sambil mengayunkan telapak tangan kanannya.


Sebuah mobil kenamaan milik perusahaan Jepang Lexus RX 350 yang rupanya membunyikan klakson dan berpengemudi Saif. Meta sudah bisa menebak kalangan apa orang yang menggunakan mobil semacam ini.


Meta melangkahkan kakinya menuju dan naik ke mobil yang bisa di katakan tidak murah harganya.


" Sudah lama berdiri disana?."


" Ah baru sepuluh menit aku nunggu."


" Syukurlah, aku tidak membuat nona Meta menungguku terlalu lama."


" Sampai di rumah Sila jam berapa?."


" Jam empat lebih kayaknya tadi."


" Jadi sekarang Robi masih di rumah Sila?."


" Dia masih ada di rumah Sila, kamu mau kita jalan-jalan?."


" Jalan-jalan membutuhkan waktu lebih dari dua jam Saif."


" Ngga apa-apa biar Robi nunggu." sambil tertawa.


" Nggak usah pulang saja, masa' kamu mau ninggalin Robi lama-lama."


" Ya sudah, kebetulan juga ada yang mau aku berikan ke kamu."


" Apa ??" tanyaku dengan serius.


" Itu ada di belakang mobil, lihat saja." kata Saif sambil menghidupkan lampu di dalam mobil.


Ada dua kantong kresek hitam ukuran jumbo yang di tali.


" Kok ada bau durian sih?."

__ADS_1


" Iya memang durian."


" Buat siapa?."


" Buat kamu lah Meta."


" Sebanyak itu?."


" Iya dua kantong itu, tapi yang satu kantong kresek nya buah rambutan."


" Astaga sebanyak itu, memang kamu beli dimana?."


" Kamu lupa aku ada perkebunan?."


Sedikit bengong Meta mengerjapkan matanya. Sambil berpikir ini beneran nggak sih.


" Jangan di lihatin saja, nanti coba di makan ya."


" Aku nggak sanggup lah makan segini banyaknya."


Suara tertawa yang keras terlihat pada Saif karena mendengar ucapan Meta.


" Malau kamu kuat ya nggak apa-apa kamu habiskan."


" Huh," pekik Meta.


" Meta karena kamu ngga mau jalan-jalan, kita makan saja gimana?. Aku lapar... Kalau nunggu Robi seperti nya aku nggak bakalan makan."


" Dimana?."


" Terserah. "


" Ya sudah di jalan Jakarta sana saja banyak tempat makan."


" Apa pun yang tempatnya kamu tunjuk boleh Meta."


" Ya sudah aku pilihan tempat yang banyak menunya." Meta menunjukkan arah menuju satu tempat nongkrong yang di sukai anak muda dengan suasana yang cozy.


Mobil berhenti di pelataran cafe "And coffe Space", suasana yang cool tapi santai.


Saif dan Meta berjalan dan memilih tempat paling pojok dekat jendela, udara nya segar.


Mereka berdua duduk dan membuka buku Menu.


Dan ada buku order.

__ADS_1


" Kamu apa Saif?."


" Ice coffe bland sama meat blackpapper rice."


Meta menuliskan pesanan Saif dan menambahkan menu yang ia pesan sendiri, Greentea Splash dan Ciu Mie Udang asam manis. Pramusaji datang mengambil pesanan kami, sambil menyodorkan air mineral. Lima belas menit kemudian sajian datang,


" Kamu sering kemari ?." Tanyanya pada Meta


" Nggak sering, beberapa kali saja bersama teman di mall."


" Seru ya kerja di Mall, selalu tau tempat buat nongkrong baru?."


" Engga juga, kebetulan saja di sekitar sini banyak cafe."


" Hubungan Robi dan Sila gimana sih?."


" Nggak tau deh, kayaknya sih masih biasa saja."


" Kelihatannya Robi suka sama Sila, tapi nggak tau deh Sila nya."


Sambil mengobrol santai akhirnya selesai juga makan malam. ternyata mereka benar-benar lapar sehingga dapat menghabiskan menu yang sudah di pesan.


Hanya makan jam sudah menunjukkan jam 19.00 Wib. Karena ada Robi yang sedang menunggu, mereka tidak berlama-lama lagi disana langsung meluncur pulang.


Dalam perjalanan Meta sengaja meminta Saif menurunkan Meta di depan rumah, agar Meta tidak perlu susah payah membawa buah yang di bawa Saif.


Setelah meletakkan dua kantong kresek itu Meta dan Saif menuju ke rumah Sila lewat belakang rumah berjalan kaki, biar tak harus memutar jalan lagi naik mobil.


Berada di rumah Sila mereka berempat mengobrol biasa tak ada yang khusus.


" Kalian darimana kok baru sampai?." kata Sila


" Saif lapar jadi ini tadi makan di jalan."


" Kenapa ngga bawakan juga buat aku?."


" Iya sorry , pingin cepat sampai rumah, jadinya lupa ."


Mereka hanya sekitar tiga puluh menit di rumah Sila, karena mungkin Saif menyadari bahwa Meta terlihat lelah. Kemudian dia berbisik pada Robi tak lama dari itu, Meraka berpamitan untuk pulang.


Satu kantong kresek jumbo durian berisikan lima buah durian ukuran besar,


satu kantong kresek jumbo penuh buah rambutan.


Besok saja di pikirkan di bagi ke siapa saja

__ADS_1


karena hari ini Meta lelah.


__ADS_2