Aku Kedua Juga Terluka

Aku Kedua Juga Terluka
Jauh di mata Dekat di chat.


__ADS_3

Untunglah hari ini shift kerja Meta masuk siang, masih ada waktu istirahat setelah libur kemarin. Sejak tiba di rumah kemarin malam ia sama sekali belum memegang handphone. Tubuhnya merasa pegal karena terlalu lama di perjalanan membuatnya tertidur lelap. Ada dua panggilan tak terjawab, Meta benar-benar tak mendengarnya ketika sang penelepon malam Saif meneleponnya.


Ketika bangun pagi Meta langsung membalas panggilan itu dengan chat singkat.


" Sorry kemarin aku sudah tidur".


Belum ada chat jawaban, dia mungkin sedang sibuk pikirnya.


Tiga jam kemudian barulah terdengar handphone berbunyi tanda ada chat yang masuk.


" Hallo Meta, nggak biasanya kamu


jam sepuluh sudah tertidur."


" Ahh iya kemarin terlalu lelah."


" Memang kamu shift lembur?."


" Kemarin libur cuma habis pergi sama teman-teman mall."


" Jalan-jalan?."


" Tepatnya ke rumah teman yang ada di Pagak."


" Naik mobil?."


" Naik motor. "


" Kamu naik motor sendiri kesana?."


" Ya engga lah, aku ngga bawa motor sendiri, di bonceng sama teman. "


" Cewek juga?."


" Cowok."


" Aku kenal?."


" Ya engga lah, kamu ngga pernah ketemu."


" Jadi penasaran sama orangnya !!"


" Lhaaa ngapain juga penasaran, jam berapa kemarin kamu tiba di sana?."


" Kemarin niat aku menelpon untuk kasih tau itu, aku sampai sekitar jam delapan waktu sini."


" Masih lelah?."


" Engga. Kemarin begitu sampai di rumah teman, aku langsung tidur, bangun-bangun sudah malam saja, trus aku telpon kamu itu."


" Punya rencana apa hari ini ?."


" Bersantai dulu saja, aku di sini juga lumayan lama."


" Kalau dua bulan itu liburan yang santai sekali."


" Jangan bahas aku gih, kamu kemarin ngapain saja 🤔🤔?.


" Dimana ?."


" Waktu di rumah teman mu Meta 😌?."


" Hanya cari ikan lalu bakar - bakar ikan."


" Memang kamu ngga pernah lihat ikan 🙃?."


" Bukannya begitu ini kan pengalaman yang berbeda."


" Berapa orang yang ikut 😔?."


" Enam orang."


Kenapa Meta merasa sedang di interogasi, kalimat chatnya juga terasa berbeda dan tidak biasa di beri emoji macam-macam.


" Kenapa?."

__ADS_1


" Aku kira hanya berdua, kamu dan teman kamu 😁😁.


" Engga seru kalau cuma berdua, e sudah jam satu aku mau siap-siap kerja dulu ya."


" Ya sudah, nanti malam aku telepon."


🤗🤗🤗🤗🤗


Di toko hanya ada Meta dan Rahma rekan kerja di toko, karena Cindy sedang libur hari ini.


Rahma dan Cindy rekan kerja baru satu tahun bekerja di Julia Jewelry, Meta termasuk senior mereka karena ia lebih lama disana.


Tiba-tiba munculah si Irfan di depan toko hanya bilang mau makan bareng di kantin saat istirahat nanti.


Meta iya kan saja toh bisa jadi teman makan daripada sendiri.


Irfan 25 tahun bukan karyawan biasa di supermarket dia sebagai pengawas jadi bisa bebas menentukan jam istirahat nya.


Meta sudah mengenal nya selama satu tahun.


Cowok sempurna secara kasap mata memilih untuk jomblo karena menurut cerita terakhir punya kekasih satu tahun setengah yang lalu yang memilih putus karena merasa tak cocok lagi dengan Irfan.


Mungkin terlalu sayang ke mantan kekasih nya itu, dia sampai belum mencari pengganti nya.


Setiap kali di tanya dengan teman yang lain dia hanya menjawab lelah main hati. Jawaban yang sedikit menggelitik untuk seorang cowok.


Irfan menghampiri ke toko lalu mereka berdua menuju ke kantin. Tiba di kantin mereka memesan makanan selera masing-masing, Meta memilih bakso dan Irfan masih bingung dengan menu apa yang ingin dia makan. Sambil menunggu dia, Meta mencari tempat duduk dahulu, tak lama dia menyusul.


Sambil makan mereka berdua mengobrol, biar ngga terlalu sepi suasananya.


" Selama kenal kamu aku belum pernah lihat kamu punya pacar?."


" Belum ada yang pas di hati."


" Kamu terlalu pilih-pilih?."


" Mau gimana memang belum ada yang menggetarkan hatiku" gurau Meta.


" Cewek kebanyakan gitu ya, selalu menurut hati, ngga seperti cowok yang langsung begitu saja."


" Kamu memang cari yang bagaimana?."


" Ya yang jelas bisa ngambil hati aku."


" Terus Ryo pemilik toko jam itu kenapa kamu tolak, kelihatan nya dia baik banget ke kamu dan tajir pula ?."


" Memang baik, tajir kalau nggak pas di hati kan ogah juga."


" Apa yang kurang dari dia?."


" Nggak ada yang kurang, cuma aku merasa karena dia terlalu tajir."


" Aneh itu ...cewek di taksir cowok tajir kok menolak?."


" Sebelum kamu lebih panjang ngoceh nya aku tanya ke kamu, kamu sendiri kenapa belum mencari pengganti mantan kamu?."


"Ha ha ha ha.... di balas aku. aku belum siap lagi kalau di tinggal lagi."


" Aku juga heran kenapa aku belum menemukan seseorang."


" Belum takdir, nanti kalau waktunya juga muncul."


" Kamu duluan saja fan, siapa tau setelah kamu dapat kekasih aku jadi ngikut punya."


" Aku belum ada bayangan siapa orangnya"


" memang perlu di bayangin?."


" Paling engga sudah tersedia dulu ha ha ha."


" Ayo buruan magribnya keburu habis."


Sehabis makan Meta dan Irfan menuju ke mushola yang tidak jauh dari kantin.


Selesai sholat, diam sebentar disana sambil nunggu jam istirahat usai. Kira-kira waktu istirahat kurang sepuluh menit mereka naik kembali ke atas menuju toko mereka masing-masing.

__ADS_1


Di toko ada beberapa pengunjung dan Meta melihat ada seorang pelanggan yang duduk, mungkin dia sedang menunggu perhiasan yang di siapkan. Meta menyapanya


" Selamat malam ibu Margaretha."


" Selamat mbak Meta."


" Ada yang bisa saya bantu Bu?."


" Ah sudah tadi sama mbak Rahma ini tinggal nunggu gelangnya."


" Baik. Mohon ditunggu sebentar ya ibu Margaretha."


" A iya mbak Meta."


Begitulah sopan santun yang selalu di tunjukkan di toko ini, agar para pengunjung dan pelanggan senang berada di toko Julia Jewelry. Satu hal yang penting saat ada pelanggan yang berkunjung yaitu kita sebagai karyawan toko harus bisa menghafal nama pelanggan, karena itu menunjukkan penghormatan kita kepada pelanggan. Alasannya agar pelanggan betah belanja di toko ini, semakin banyak pelanggan semakin banyak pula bonus yang mereka dapat.


Meta pergi menggantikan posisi Rahma menangani customer tersebut agar Rahma melayani pesanan ibu Margaretha.


Pulang hari ini agak sedikit telat karena tadi ada pengunjung yang cukup lama memilih perhiasan jadi kami harus sabar melayaninya. maklum tidak semua pengunjung ramah.


Meta sampai rumah hampir jam sebelas malam.


Sewaktu masih di jalan tadi Saif sudah telepon, karena Meta masih di jalan jadi dia suruh Saif telepon lagi setelah Meta sampai di rumah.


" Sudah di rumah?."


" Iya sudah."


"Kok tumben malam sampai di rumahnya?."


" Tadi masih ada customer dan dia orang nya sedikit rumit, jadinya keluar toko hampir jam setengah sebelas."


" Memang banyak ya customer seperti itu?."


" Lumayan. Macam-macam customernya, kadang ada yang ramah banget kadang ada yang bawel, ada yang sikap nya ngeselin tapi lama-lama juga sudah terbiasa."


" Ada gitu customer yang marah."


" Pasti ada, tergantung kita nya bisa menenangkan si customer apa nggak."


" Jadi dituntut sabar ya jadi pegawai itu !".


" Jelas, kalau nggak gitu nanti malah tidak ada customer."


" Ada nggak customer laki-laki beli perhiasan?."


" Ada dong, yang ke toko ngga melulu cewek dan ibu-ibu. ada juga cowok dan bapak-bapak."


" Ih masa' cowok ada yang beli?."


" Di bilang ada juga. Kalau ada cowok yang mau melamar atau kasih kado perhiasan ke ceweknya, ke istrinya, ke anaknya, temannya kan bisa."


" Oh iya..iya.. kenapa ngga terpikirkan sama aku."


" Itu artinya kamu nggak romantis."


" Sok tau. Ada ngga cowok-cowok godain?."


" Ada. Itu juga selalu ada, di toko manapun kalau ada pegawai yang cantik ada pengunjung cowok lalu iseng ajak kenalan."


" Lebih bahaya, ada ngga yang godain kamu?."


" Pernah ada dua kali kalau ngga salah."


Hening beberapa saat.


" Kok diam sih Saif, kamu sudah tidur?."


" Ngga apa-apa, cuma ngantuk, ya sudah kamu istirahat ya. met malam Meta."


" Malam."


Tak lama selesai chat aku tidur.


Kecanggihan teknologi meski jauh tapi berada dekat. Bahkan saat di telepon pun bisa tau nada bicaranya biasa atau sedang marah.

__ADS_1


__ADS_2