Aku Kedua Juga Terluka

Aku Kedua Juga Terluka
Aku juga berlibur.


__ADS_3

Setiap kali pergi ke kota Denpasar Saif selalu melakukan perjalanan dengan mobil sendiri, dan berangkat waktu sore. Berangkat sore karena pertama menghindari macet dan kedua udara sudah tidak panas, jadi berkendara lebih lebih nyaman. Sebelum berangkat tadi Saif sempatkan untuk menelpon Meta sekedar bilang sudah mau berangkat, dan besok mungkin baru bisa beri kabar kalau sudah sampai.


Lucu bukan mereka hanya teman tapi sebegitunya seperti pasangan saja.


Meta berada di ruang tengah sambil menonton televisi, karena tidak ada film yang asyik Meta memilih Chanel musik saja. Hal yang biasa ia lakukan kalau sedang tidak beraktivitas membaca novel, kali ini membaca novel Metropop karya Ilana Tan " Autum on Paris".


Dia penulis yang keren ceritanya selalu menarik untuk di baca, sejauh ini sudah ada empat novel Metropop karya ilana Tan yang aku baca, Winter in Tokyo, Spring in London, Autum in Paris dan Sunshine becomes you. Cerita-cerita nya romantis dan ada pula yang mengharukan, kadang bisa terbawa suasana bahkan menangis. Untuk yang hobi membaca sangat rekomendasi, bahkan buku yang berjudul Sunshine becomes you pernah di filmkan. Pemeran film nya di perankan Herjunot Ali , Nabila eks JKT48, Boy William.


Menurut Meta lebih seru baca novelnya daripada film, karena banyak dari isi novel tidak sepenuhnya tersampaikan di film.


Tak terasa sudah hampir jam 22.00 wib, Meta melangkah menuju kamar tidur, karena esok hari dia dan beberapa teman di Mall mau pergi ke rumah teman yang ada di Pagak. Karena di sana sekarang sedang musim Ikan, rencana yang sempurna untuk hari libur.


Keesokkan harinya Jam 07.30 kami semua berangkat dari rumah Siska, kebetulan ada enam orang, tiga cowok dan tiga cewek. Kenapa harus seimbang karena kami berangkat menggunakan motor, sebab perjalanan jauh banget jadi lebih baik yang bawa motor adalah para cowok.


Aku naik motor Irfan, Irfan bekerja di supermarket di Mall. Perjalanan membutuhkan waktu kurang lebih dua jam lebih, karena memang desanya jauh masih satu kota, tapi terletak di kabupaten. Jalan nya mengitari dan lewat gunung sih kurang lebih seperti jalan ke puncak di Bogor. Asyik saja di jalan karena udaranya masih alami banyak pohon-pohon.


Sudah dua jam perjalanan dan sampai di Pagak tapi belum masuk ke desanya, masih harus naik rakit untuk sampai ke desanya teman mereka. Jarang kan ke desa harus naik rakit, tapi di Pagak ada, jadi harus menyeberang lewat danau. Rakitnya juga keren bisa menampung sampai lima motor, satu motor untuk menyeberang harus bayar sepuluh ribu per motor bukan di hitung orang.


Danaunya tidak terlalu besar tapi karena sekarang musim ikan jadi danaunya meluas dengan sendirinya, tapi kalau tidak musim ikan danaunya ini air nya surut. Ini kedua kalinya lho Meta ke rumah temannya ini.


Lima belas menit menyeberang akhirnya sampai juga di tepi, lima menit lagi dengan bermotor sampai di rumahnya.


Rumah yang asri dan belum padat seperti di kota,..kanan kiri masih ada kebun baru terdapat rumah lagi, begitu seterusnya, Telinga berasa bebas dari kebisingan dan asap kendaraan sangat minim disini.


" Mba Ninuk, aku numpang ke kamar mandi." kata Eca.


" Ya sudah lho ke belakang, lurus saja ke belakang, kamar mandi di luar".


Kebanyakan kalau di desa memang kamar mandinya terpisah dengan bangunan rumah.

__ADS_1


" Dingin, sejuk disini mba Ninuk." kata Siska


" Pindah kesini saja lho."


" Siska pindah kesini ?!?! , waduh ya bingung nanti nggak bisa kuliner" kata Arsan.


" Hah betul, nggak bisa berburu makanan" imbuh Irfan.


Semua orang yang ada di situ langsung tertawa


" Mau aku pindah tapi harus ada cowok tajir yang bawa kesini, biar selalu bisa menyetok bahan makanan."


" Waduh daripada begitu jangan pindah deh sis" ucap mbak Ninuk.


Setelah tiga puluh menit istirahat, kemudian Mbak Ninuk mengajak mereka semua ke danau, tentunya cari ikan. Danau yang sama saat menyeberang tadi hanya ini di sisi lain bagian dari danau, lima menit berjalan kaki.


Sama seperti yang dibayangkan bahwa ikannya benar-benar melimpah, Mbak Ninuk di bantu para cowok menjaring ikan dan benar saja, sekali menjaring dapat lima hingga delapan ekor ikan. Tidak cukup dengan dua kali menjaring, mereka masih terus menjaring sampai lima kali, karena mereka sangat kampungan saat berada di desa, karena memancing belum tentu menyenangkan seperti ini. Setelah mendapat banyak ikan kami nggak langsung kembali, masih ingin tetap di danau sebentar lagi. Merasa takjub dengan danau dan ikannya sendiri dan juga pemandangan di sekitar danau. Pemandangan seperti ini tidak pernah di dapat di kota.


Meski mereka tinggal di kota tapi kalau masalah begini kami semua tiba-tiba menjadi kampungan, benar-benar jarang menyantap ikan segar di bakar.


Sehabis menyantap ikan kami lanjutkan obrolan di teras rumah mbak Ninuk.


" Aku betah deh tinggal disini" ucap Siska.


" Sekarang saja bilang begitu, tadi katanya mau cari cowok tajir" kata Arsan.


" kan orang bisa berubah San."


" Ini sih bukan berubah, ini namanya aji mumpung."

__ADS_1


" Hahahahaha" tawa Siska.


Aku dan lain jadi ikut tertawa.


" Ayo nginap disini seminggu" kata Irfan.


" Terus pekerjaan kita bagaimana bro?" kata Arsan.


" Ya tidak usah kerja."


" Sekalian saja ya kita di pecat."


" Amit.. amit " semua spontan menjawab.


" Susah-susah cari kerja mau begitu saja kena pecat."


" Tapi lucu juga kali ya di pecat karena liburan" ucap Meta.


" Kalau kamu nggak bakalan di pecat, kan tangan kanannya Bu manager" kata Eca.


" Anak buah kesayangan Bu manager" kata Siska.


Meta hanya tertawa mendengar ucapan mereka. Kelihatannya mereka paham bagaimana perlakuan Miss Louisa kepadanya.


Sayangnya Jam sudah menunjukkan pukul 14.30 wib .. Mereka harus mengakhiri liburan sehari ini. Rakit yang untuk menyeberang hanya sampai pukul 15.30 wib. Jadi mereka harus pulang sebelum jam itu agar bisa menyeberang.


Ada jalan alternatif lain tapi jarak tempuh nya dua kali lipat dari jalan yang lewat danau.


Mbak Ninuk mengantar kami ke danau menyeberang, dan di situ kami berpamitan.

__ADS_1


Mempunyai banyak teman dan berada dimana-mana itu bisa sangat menguntungkan, karena secara tidak langsung kita bisa berkeliling dari satu daerah ke daerah lainnya. Meski dalam satu kota yang sama belum tentu sudah pernah datang ke semua daerah di kota tersebut..Pukul 19.00 lewat sampai rumah dan terasa lelah saat perjalanan karena jauh dan dua jam di atas motor tapi sangat menyenangkan. Setelah bersih-bersih diri Meta menuju kamar tidur. Selamat Tidur.


Serasa lama tidak berlibur dan liburan sederhana yang menakjubkan.


__ADS_2