
Denpasar,
Pagi ini Saif ingin berjalan-jalan sebentar di sekitar jl. Sulatri kesiman petilan yang terletak di kecamatan Denpasar timur. Ingin menghabiskan waktu sejenak sebelum nanti sore pulang. Sudah menjadi kebiasaannya berkeliling sebelum meninggalkan kota kebebasannya. Di sekitar jalan tersebut ada toko yang menjual perhiasan, kebaya , kain khas Bali, dia ingin membelikan sesuatu untuk si gadis magnet. Ia ingin membeli suatu barang bukan makanan karena ia menganggap barang bisa lebih awet dari makanan dan bisa di simpan. Ia ingin membeli set perhiasan Alpaka, Ide itu muncul sendirinya ketika pulang dari pantai.
Ia melangkahkan kaki ke toko itu dan bertanya pada penjaga toko jenis perhiasan Alpaka.
Karena dia cowok yang tidak pandai dalam memilih perhiasan dan meminta agar penjaga toko memilihkan perhiasan yang di maksud.
Saif paham jika Meta bukan tipe cewek
yang suka di beri hadiah tanpa alasan, tapi dia yakin kali ini Meta akan menerima hadiahnya, pertama karena Meta dan Saif sudah saling mengenal selama satu tahun kedua dia bisa memberikan sebagai oleh-oleh dari luar kota. Yang paling ia harapkan dari gadis magnet ialah akan menyukai dan menerima apa yang ia berikan.
Satu jam setengah cukup mengelilingi jl. sulatri kesiman petilan dan membeli buah tangan ia harus segera kembali untuk beristirahat agar nanti saat melakukan perjalanan pulang dia tidak mengantuk ketika mengemudi.
Home
Meta masih di rumah dan sedang di teras depan rumah membaca novel sambil memutar musik. Dia ingat nanti sore Saif akan pulang dan besok baru sampai, dia tidak mau berpikir secara berlebihan. Dia tau
jika hal itu terlalu di pikirkan maka akan membuat beban otak nya banyak memikirkan hal yang tidak penting.
Santai, yang akan terjadi bila harus terjadi ya biarlah terjadi, jika belum tidak perlu dipikirkan berlebihan.
Gadis magnet ini mempunyai pemikiran jika seseorang ingin benar-benar mendapatkan sesuatu maka dia harus berjuang meski itu harus di lakukan berulang-ulang. Menurut pendapat pribadinya itu pantas di lakukan untuk mendapatkan sesuatu yang berharga.
Pukul 13.25.. jam favorit Meta berangkat kerja ketika shift siang. Matahari masih terik-teriknya meta selalu mengernyitkan keningnya ketika melihat silaunya sinar matahari yang memantul dari kaca mobil dan motor yang Meta temui di jalan. Jalan begitu ramai karena semua orang keluar pada weekend untuk mengakhiri libur sebelum esok harinya beraktivitas sesuai kesibukkan masing-masing. Kadang kala muncul rasa bosan melakukan aktivitas yang sama tapi ketika kita pandai melakukan perubahan sedikit di dalam aktivitas itu di jamin menyenangkan.
Meta sampai di Mall sepuluh menit lebih awal, di tempat parkir terlihat sosok Siska yang rupanya sedang menunggunya.
" Meta hari ini ulang tahun Eca."
" Lalu?." kami sambil masuk ke dalam mall.
" Nanti teman-teman mau mengerjai dia sepulang kerja. Aku sama kamu di minta untuk bawa dia di lapangan belakang Mall"
"Mau di apakan dia?."
" Nanti teman-teman mau buat ramuan untuk di guyurkan ke badan Eca."
" Terus rencana kita bagaimana?."
" Waktu kita istirahat nanti kita bahas lagi. jadi tunggu aku waktu mau istirahat."
" Oke."
Mereka berpisah menuju toko masing-masing, Meta ke lantai dua dan Siska ke lantai tiga.
Hari ini personel toko Julia Jewelry lengkap ada tiga orang, mumpung lengkap mereka mau membersihkan etalase perhiasan dan mengubah tata letak semua perhiasan agar tampak lebih berbeda.
Mereka melakukannya tiap tiga bulan sekali dan tidak ada masalah jika mereka merombaknya, Miss Louisa pun tak berkeberatan.
Menurutnya selama bagus, tidak merugikan toko dan membuat lebih indah di persilahkan saja. Mereka bertiga cewek semua memiliki imajinasi untuk mempercantik isi etalase perhiasan agar lebih terlihat cantik.
" Mbak yang di gudang juga di rapikan kah?," tanya Rahma.
" Untuk gudang Minggu depan saja. Karena gudang banyak yang harus di rapikan."
__ADS_1
Gudang nya tidak terlalu besar hanya ukuran 3m × 1.5m, hanya ada satu rak berisikan nota, kertas fax beserta dokumen lainnya dan satu etalase lagi untuk menyimpan stok perhiasan.
Ada empat etalase perhiasan di dalam Julia Jewelry, dua etalase ukuran besar untuk perhiasan set dan dua etalase ukuran sedang untuk gelang dan cincin.
Memang tak terlalu banyak perhiasan di dalam etalase tapi butuh waktu yang cukup lama untuk membersihkan dan menata ulang perhiasan. Mereka harus berhati-hati saat memegang dan membersihkan setiap perhiasan, karena itu perhiasan berkualitas tinggi dan harus di perlakukan secara khusus jadi harus penuh perasaan agar perhiasan tidak tergores ataupun rusak.
Ketika Meta ingin chat Siska untuk mengajaknya istirahat ternyata dia sudah muncul di depan toko.
Segeralah Meta berpamitan ke Cindy dan Rahma.
" Meta kita makan di seberang saja."
" Lho kenapa?." Meta merasa heran karena Siska mengubah tempat makan.
" Kalau di kantin ada Eca. nanti kita ngga bisa bahas terus ngga lucu kan kita ngobrol lalu Eca ikut nimbrung."
" Lalu makan dimana?."
" Nasi goreng gong di samping mall saja, mau ngga? "
" Iya deh boleh."
Mereka berjalan keluar Mall dengan lewat jalan memutar agar tidak melewati kantin seperti yang di bilang Siska Karena ada Eca disana.
" Kita bilang apa ke Eca biar dia percaya?," kataku sambil mengaduk-aduk nasi goreng supaya lekas dingin.
" Kita ajak dia beli martabak manis yang dekat lapangan terus kita ajak dia makan martabak nya di lapangan, disana kan ada kursi penonton. Bagaimana menurut kamu?."
" Kalau dia ngga mau?."
"Hehehe iya iya lucu itu."
" Yang paling seru dia kan ngga tau kita kerjai, pulang ke rumah dalam keadaan basah dan di lihat sama orang yang berkendara di jalan raya."
" Bayangkan ekspresi nya saja lucu."Tertawa Meta geli.
" Nanti waktu pulang biar aku suruh Eca ngajak kamu juga biar terlihat ngga di buat-buat."
" Sudah yuk kita balik ini tinggal sepuluh menit istirahat nya."
Kembali ke Mall kami berdua lewat jalan ketika keluar.
Sesuai rencana Siska, Eca menelpon Meta ketika akan tutup toko dan bilang mau beli martabak manis. Meta, Siska, Eca menuju penjual martabak manis sedangkan teman-teman yang lain sedang membuat campuran air soda, susu bubuk plus dengan telur mentah.
" Di makan disini saja martabaknya?,"kata Eca
" Engga ah Ca disini rame, disana saja," sambil menunjuk ke kursi penonton di pinggir lapangan.
Aku menarik Eca agar tidak mencari tempat lain.
" Sudah disana saja lebih tenang," ucapku
" Iya disana saja disana," kata Siska untuk menegaskan.
Sambil berjalan Siska menghubungi Lukas memberi tau kalau mereka sudah berjalan ke arah kursi di lapangan.
__ADS_1
Sementara Meta harus bersama Eca agar dia tak curiga. Lima menit setelah mereka bertiga duduk dengan pelan-pelan melangkah Lukas, Irfan, prima dan Ipung datang lewat melalui arah belakang kami dan 'byuurrr' air soda sudah di guyurkan di kepala Eca. Meta dan Siska sudah sedikit menjauh dari Eca ketika teman lain mulai mendekat.
" Selamat ulang tahun Eca."
Kata mereka secara bersamaan.
" Ya ampun kalian ini ngerjain aku."
Mereka tertawa terpingkal-pingkal melihat reaksi dan kata Eca.
" Biar kamu merasakan dikerjain Ca,"kata Lukas.
" Terus aku pulangnya gimana."
" Ya tinggal pulang " Lukas menjawab lagi
" Setahun sekali Ca pulang kerja malu."
Eca menggerutu tapi terlihat senang dengan kejutan kami.
" Iya deh aku juga ngga mau marah di hari ulang tahunku."
" Kita semua ngga di traktir Ca?," gurau Irfan
" Ngga mau ah.. Keadaanku kotor begini mau mentraktir kalian. tuh makan saja martabak nya."
" Ayo ayo pulang sudah jam sebelas, setidaknya kita biarkan Eca pulang cepat keburu malu hihihi," kata Siska.
Kami semua kembali ke tempat parkir untuk mengambil motor masing-masing yang masih terparkir di mall.
Tinggallah Meta dan Siska yang paling belakang, bukan Siska jika tidak menggodanya.
" Lexus nya kapan pulang?."
" Maksud kamu Saif ! kelihatannya sih hari ini."
" Segera kemari nih Lexus nya?."
" Ngga mungkin langsung kemari juga Siska!"
" Siapa juga yang bilang langsung kan aku bilangnya segera, segera kan bukan langsung."
" Susah kalau bicara sama kamu selalu kalah, yuk pulang."
" Kamu kelihatan sedang menunggu, semoga cepat sampai Lexus nya."
" Sudah.. sudah ayo pulang," ucapku sambil menyalakan motor.
" Sampai ketemu besok, di tunggu ya lexus nya."
Meta keheranan dengan ucapan Siska sambil menyunggingkan sedikit senyum padanya.
Seharian ini ia tidak memikirkan tentang Saif, seharian ini Meta sibuk dan Saif tidak menghubunginya mungkin karena sekarang dia masih di perjalanan.
Tidak seperti biasanya setiap malam Meta selalu menerima telpon, untuk hari ini ia tidak perlu menunggu telpon karena Saif akan tiba besok.
__ADS_1
Semuanya akan terlihat mulai besok, hari-hari tidak akan sama seperti sebelumnya.