Aku Kedua Juga Terluka

Aku Kedua Juga Terluka
Dia menjemputku


__ADS_3

Saat tempo hari telepon Saif bilang tidak dapat menemani Robi karena kesibukannya. Mendadak pagi ini Saif chat bahwa ia akan ikut bersama Robi ke rumah Sila. Pada hari Minggu itu shift kerja Meta ialah pagi, kelihatannya tidak bisa berjumpa dengannya meski dia ikut ke rumah Sila. Hari Sabtu, Minggu dan hari libur nasional semua karyawan di masing-masing toko pantang libur karena weekend adalah hari paling ramai di sebuah Mall. Resiko dari sebuah pekerjaan di Mall, kecuali ada hal yang darurat baru bisa ijin untuk libur.


"Meta, kelihatannya aku bisa ikut Robi ke rumah Sila."


"Iya ikut saja, tapi aku kerja jadi nggak bisa menemui kamu."


" Pulang kerja kamu jam berapa?."


" Kalau tepat waktu jam lima sore sudah keluar."


" Ya sudah aku jemput ke Mall."


"Lha memang kamu sampai sore di rumah Sila?."


" Ya nanti agak siang saja ke rumah Sila."


" Terserah, aku nggak memaksa."


"👌👌👌👌👌👌" emoji dari Saif mengakhiri chat.


Setelah membalas chat, Meta segera ke kamar mandi, siap-siap lalu berangkat Mall.


Tak ubahnya seperti hari Minggu yang lalu, Mall selalu banyak pengunjung saat libur akhir pekan.


Kebanyakan pengunjung selalu mengakhiri jalan-jalan mereka untuk kuliner di Food Court yang terletak di lantai tiga Mall.


Mungkin karena akhir pekan dan mereka tidak memasak di rumah, food court selalu padat pada hari-hari libur. Anehnya Meta tak pernah bosan bekerja di Mall yang sudah berjalan dua tahun. Meta bisa melihat orang yang berbeda-beda, suasana yang selalu berganti-ganti saat ada perayaan tertentu ataupun ketika ada event. Yang paling menyenangkan ada bioskop, Meta jadi bisa melihat daftar film baru yang akan tayang. Ada film baru dan asyik untuk di tonton maka hari itu juga Meta akan tonton bersama teman satu pekerjaan ataupun dengan teman yang Meta kenal di Mall. Teman Meta bukan hanya sebatas rekan kerja dalam satu toko, melainkan juga dari toko-toko yang lain. Kenapa mereka bisa saling kenal satu sama lain karena seringnya mereka bertemu yang kemudian bertegur sapa dan akhirnya kenal.

__ADS_1


Pukul 13.00 waktunya Meta istirahat, menuju kantin karyawan di Ground Floor. Saatnya Meta menikmati santap siang yang dia nanti karena setiap hari menu di kantin Mall selalu berganti, jadi tak pernah bosan.


"Meta, pulang kerja yuk nongkrong di Nakola." Celetuk teman yang duduk di sebelah Meta, Riana namanya.


" Aduh nggak bisa."


"Kenapa?. Tumben?"


" Ada teman yang mau jemput."


"Wow, teman apa nih, cowok apa cewek."


"Cowok."


" Wahhhh.. Rekor nih, ada juga cowok yang jemput kamu."


" Teman biasa saja."


" Itu kan kejadiannya sudah lama."


"Meski begitu Ryo benar-benar suka kamu meta"


"Aku juga sudah menolak dia baik-baik, kelihatannya dia juga sudah ada gebetan baru."


"Ahhh iya, dia dekat dengan SPG yang ada di supermarket bawah."


"Kelihatan cocok dengan Ryo, kelihatan sepadan."

__ADS_1


"Sepadan sih tapi kelihatan sombong ceweknya."


"Kamu kan belum kenal kok bisa bilang sombong."


"Ngomong-ngomong sudah tiga cowok yang kamu tolak di Mall ini,


memang kenapa tidak ada yang kamu terima?."


"Hati kan nggak bisa di paksakan Ri"


" Aku menyerah kalau kamu sudah bicara tentang hati."


"Duh Ri, kamu sendiri juga aneh sama Nando, mau putus sering nggak jadi karena kamu bilang hati yang tidak bisa terganti."


"Hahahaha... Hubunganku dengan Nando sudah empat tahun Meta."


' Moga-moga kamu di lamar sama Nando suatu hari nanti."


"Amiin".


Selalu ada obrolan ketika waktu makan, sudah menjadi kebiasaan bagi mereka kaum cewek.


Ryo itu pemilik konter jam tangan di seberang toko perhiasan tempat Meta bekerja. Kejadiannya sudah setahun yang lalu, dia menyatakan perasaannya pada Meta. Dan Meta menolaknya karena merasa dia terlalu ada jarak dengannya. Tapi Meta dan Ryo masih bertegur sapa kalau bertemu.


Dia baik kadang masih mentraktir Meta makanan atau sekedar membelikan minuman atau camilan.


Jika mall ramai maka waktu berasa berjalan cepat begitu pula kebalikannya jika Mall sepi waktu berasa lambat.

__ADS_1


Usai jam kerja, saat keluar toko Meta membaca chat dari Saif kalau dia berangkat ke rumah Sila jam 15.00 kemungkinan jam 16.00 dia baru sampai di rumah Sila. Dan sekarang dia sedang dalam perjalanan menjemput Meta.


Apa mulai hari ini akan berbeda..


__ADS_2