
Reni dan citra sedang menuju ruang kerja bos muda di lantai 3 rumah itu. "tok... tok... tok... "
bos muda yang sedang memeriksa beberapa berkas di ruang kerjanya mendengar bunyi ketukan pintu ... "ia masuk", seru bos muda. setelah mengantar citra ke dalam ruangan bos muda, reni pun segera kembali bekerja. Di ruangan itu, hanya ada bos muda dan citra.... bos muda sedang memeriksa berkas-berkas di atas mejanya dengan sangat teliti... sedangkan citra sibuk melihat sekeliling ruangan besar yang sangat berantakan... buku-bukudi rak berserahkan lantai.... citra merasa prihatin dan rasanya ia ingin segera merapikan buku-buku itu, namun harus dengan izin dari bosnya itu...
" permisi,, tuan... jika tuan masih sibuk, bolehkah saya merapikan buku-buku ini? "...(tanya citra antusias)... " istirahatlah dulu, kamu pasti lelah... tunggulah sebentar untuk mendengarkan tugas-tugasmu"... (jawab bos muda itu) "baiklah tuan... tapi sambil menunggu tuan selesai, bolehkah saya merapikan buku-buku ini? saya benar-benar ingin merapikannya tuan" (sahut citra ngotot)... "baiklah,,, jika kamu ngotot... kamu boleh melakukannya"... (kata bos muda pasrah)....
citra pun, mulai merapikan buku-buku yang ada di rak-rak itu... bukannya mencari muka, tapi citra mang tipe gadis yang tidak bisa melihat segala sesuatu yang berantakan....
Setelah ia menyusun rapi buku-buku itu di meja yang ada di situ, ia pun mengambil tangga kecil yang juga berada di sudut ruangan itu untuk menata kembali buku-buku itu di rak-rak sedemikian rupa agar terlihat rapi.... setelah meletakkan tangga di depan rak-rak, ia memutuskan untuk menata dari rak yang paling atas.... tanpa memeriksa apakah tangganya sudah kuat atau belum, citra dengan semangatnya langsung memanjat tangga itu dengan buku-buka yang ingin ditatanya.... " Praaaakkkkkkkk... "citra terjatuh dan tertindih tangga dan buku-buku yang dipegangnya"...." awwwww" jerit citra...
Bos muda yang kaget dengan bunyi itu langsung membalikkan wajahnya ke arah sumber suara.... dan saat itu citra udah jatuh tertindih tangga dan buku-buku yang dipegangnya... melihat pemandangan itu membuat bos mudah tersenyum lucu, tapi juga khwatir dengan keadaan citra.... Ia pun segera berlari kecil menuju tempat citra jatuh sambil menahan tawanya....
__ADS_1
"apa yang terjadi? sudah kubilang jangan melakukan sesuatu yang tidak bisa kau kerjakan...kau bahkan belum sah menjafi skretarisku, jika kau cacat gimana? apa kau sengaja membuatku dicap bos kejam dan otoriter, hah??? "... (ngoceh bos muda sambil menyingkirkan anak tangga dan buku-buku yang menindih tubuh citra)....
Setelah anak tangga dan buku-buku itu tersingkirkan, citra cepat-cepat bangun. wajahnya memerah karena malu.... " ma... maaf tuan"... (kata citra pada bosnya yang sedang menatapnya tajam)... "ayo duduklah di sana, aku akan meberikan daftar tugasmu, dan kembalilah ke kamarmu untuk beristirahat...besok kita harus mulai bekerja di kantor "... (kata bos muda)... " baik tuan"... kata citra sambil mengkuti langkah bosnnya yang sedang menuju meja kerja... sebenarnya kaki citra terasa sedikit sakit, namun ia tidak ingin terlihat manja di depan bosnya itu, sehingga ia memaksakan diri untuk berjalan dengan normal.....
Di meja kerja....
Bos muda menatap wajah memerah citra yang sedari tadi hanya menunduk karena malu dengan bosnya gegara kejadian tadi...
"ba... baik tuan, terima kasih tuan... saya permisi" (jawab citra sambil berdiri dari tempat duduknya)... saat ia akan melangkah, iakehilangan keseimbangan karena kaki sebelahnya yang terkilir tadi.... tanpa berpikir panjang, bos muda yang melihat citra yang akan jatuh, beliaulangsung berdiri dan menangkap punggung citra dan merangkulnya dengan kedua tangannya....mata mereka saling bertatapan... jantung bos muda berdetak sangat kencang, begitupun dengan citra.... citra yang menyadari tubuhnya sedang dirangkul mesra oleh bosnya, berusaha lepas dari rangkulan itu.... "ma... maaf tuan. " ucap citra gugup)... "lain kali hati-hati kalau jalan... kamu bahkan tidak bisa berjalan dengan benar"... (ujar bos muda dengan sedikit senyum kecil di wajahnya) citra pun segera keluar dari ruang kerja bosnya dengan beberapa pertanyaan yang belum ia ugkapkan....
flash back
__ADS_1
saat masih di bali, alekso sudah mengatur segalanya... ia harus memastikan bahwa teman sekaligus calon adik iparnya itu selalu aman. sehingga ia meminta kepada Arifin untuk mengijinkan citra tinggal di rumah arifin... karena ia tau benar jika citra tidak punya kenalan ataupun kerabat di jakarta... berbeda dengan Ricko Asisten bos muda, yang kedua orang tuanya berada di jakarta... Ricko Ingin menjadi pria mandiri, sehingga ia tidak mau bergantung pada orang tuanya. padahal orang tuanya punya restoran di jakarta....
~~~kembali ke bos muda dan citra....
setelah citra kembali ke kamarnya, ia mengambil minyak urut yang ada di tasnya, lalu memijat pelan kakinya sambil membayangkan kejadian tadi... " bagaimana ada manusia setampan itu di dunia ini"... gumam citra dalam hati... jantungnya bedetak sangt kencang saat membayangkan bos mudanya.... pikirannya melayang ke mana-mana, hingga akhirnya ia tertidur...
sementara di ruang kerja, bos muda masih berdiri sambil menatap tangan yang merangkul tubuh mungil citra.... jantungnya masih berdebar,,, senyumnya masih terlukis di wajah tampannya... dalam rangkulan sekejap tadi, ada rasa nyaman yang tidak pernah ia rasakan saat merangkul wanita-wanita yang pernah didekatinya..... "hhhhmmmmm", ia menarik nafasnya dalam, lalu membuang kasar... "Entahlah apa yang terjadi padaku, aku bahkan tidak berhenti tersenyum hingga kedua pipiku jadi pegal" (gumam bos muda sambil menuju ke meja kerjanya untuk melanjutkan kpekerjaan yang masih tertunda)
Bersambung ...... ➡️
__ADS_1