
Siang itu, Arifin terlihat begitu tegang. Bi Ani yang sedang menuju kamar tuan mudanya untuk mengingatkan waktu makan siang, mendapati tuannya yang sedang gelisah di depan pintu kamarnya. " tuan,,,ada apa?tuan kelihatan cemas?" tanya bi Ani... "Aku sedang bingung bi, ada masalah darurat.alu benar-benar bingung,harus apa?"...Arifin termasuk sosok pria yang sangat tertutup. seumur hidup ia tidak pernah membagikan dukanya dengan siapapun, tetapi kali ini ia bahwakan tanpa sungkan meceritakan segala nya pada seorang ART...."Ada apa tuan?katakan saja, aku akan membantu semampuku"..kata bi Ani peduli. "Tidak...saat ini hanya aku...ya hanya aku... tapi aku bingung, gimana caranya?" jawab Arifin yang tak berdaya...." maaf tuan. tapi apakah ini ada hubungannya dengan non citra?"...tanya bi ani..." bukan hanya dia bi,bahkan ayah pun dalam bahaya saat ini"...jawab Arifin...." Ya Allah,,, lindungi tuan besar dan non citra. mereka adalah orang baik. oh ya tuan, waktu di rumah sakit, non citra memberikan sepucuk surat, katanya itu akan aku berikan saat tuan sedang dilema..."apa? mana?mana suratnya bi?"...tanya Arifin..."entar ya tuan,aku akan mengambilnya". kata bi Ani sambil berlalj pergi..
Beberapa saat kemudian bi Ani pun segera membawa surat itu pada tuannya." ini tuan, suratnya". seru bi ani sambil memberikan surat itu kepada tuannya. Arifin pun segera mengambil surat itu dan langsung membacanya..
__ADS_1
\*"Sayang, maafkan aku. setelah ini mungkin aku tidak akan selalu ada di dekatmu. aku bahkan mungkin akan menjadi kelemahanmu. tapi apa pun itu, satu hal yang harus sayang tau bahwa cinta kita ini adalah suci. ikatan kita dari jiwa. hati dan jiwa kita telah menyatu. dan itu tidak akan pernah dipisahkan oleh apa dan siapa pun juga,dan kita pun tak akan bisa menyangkal itu. tapi sayang, jika di saat-saat tertentu CINTA kita bisa menjadi penyelamat, maka biarkan CINTA itu bertindak sebagai penyelamat. aku akan selalu mencintaimu sayang. Ingat sayang Cinta itu ikatan antara dua jiwa dan dua hati menjadi satu. pembuktian cinta tidak harus dibuktikan dengan penyatuan raga.jiwa dan hati kita telah menyempurnakan rasa kita menjadi cinta yang utuh. jadi, jika kelak kita tak bersatu, lalu kenapa?bukankah jiwa dan hati kita telah menyatu menjadi sebuah cinta yang utuh?.. Sayang,,,percayalah bahwa aku ini akan selalu mendukungmu dengan CINTA yang ku miliki ini hingga akhir hayatku"\*. itulah isi suratnya...Arifin membaca surat itu dengan cermat, sambil tak henti-hentinya mengalirkan air matanya. Bi ani yang masih berdiri di situ pun ikut mewek ketika melihat air mata tuannya yang tak henti-hentinya mengalir...
Flash back
__ADS_1
Citra sudah mengetahui jika Arifin pasti akan mengalami hal ini. Saat di rumah sakit wanita paruh baya yang dikenal sebagai ibu Arifin itu telah mengatakan segalanya kepada Citra. Bahwa Citra harus meninggalkan Arifin. atau hal buruk akan terjadi pada Arifin dan ayahnya. penyamaran Leora sebagai dokter, itu semua diatur oleh ibu Arifin. Ibu Arifin bahkan mengatakan bahwa ia telah menerima banyak uang dari ayahnya Leora untuk menikahkan Arifin dengan Leora. jadi jika itu tidak terjadi, maka sudah dipastikan bahwa Arifin dan Ayahnya tidak akan selamat.
__ADS_1
πΊπΊπΊ
Bersambung.... π
__ADS_1