Aku Punya Hatinya Tapi Tidak Dengan Raganya

Aku Punya Hatinya Tapi Tidak Dengan Raganya
Eps. 26 Motif dibalik kecelakaan Citra


__ADS_3

Tiba-tiba ponsel Arifin bergetar, tanda panggilan masuk. Arifin pun segera mengambil ponselnya dan melihat layar pomsel, dan ternyata itu panggilan dari Riko...


"Hallo, Rik...ada apa?... tanya Arifin...


"Hallo Tuan...gawat...ada rencana besar yang tidak kita ketahui"...kata Riko


"Rencana besar apa,maksud lo? dan sejak kapan lo jadi detektif?" Arifin kembali bertanya...


" Tuan, aku tidak sengaja mendengar pembicaraan .... di terlpon tentang kecelakaan"....jelas Riko....

__ADS_1


Arifin yang mendengar ucapan Riko, langsung menghentikan mobilnya dengan tiba-tiba..." selidiki kasus ini dengan tenang dan terus awasi dia...aku akan datang. dan ingat jangan sampai ada yang tau tentang hal ini"....Tegas Arifin...."Baik tuan"....jawab Riko sambil memutuskan panggilannya...


Beberapa saat kemudian, Arifin tiba juga di kantornya. Sementara Ibu Arifin tengah menunggu di ruangan Arifin. Arifin pun segera masuk ke ruangannya. "Ibu ngapain ke sini?" tanya Arifin..."seharusnya aku yang bertanya, ke mana aja kamu dua hari terakhir ini?",,, jawab ibunya dengan balik bertanya..."bukan urusan ibu"...Jawab Arifin culas...." tentu saja ini urusanku, kau anakku dan ini perusahaan milik suamiku...Aku akan katakan pada ayahmu, tentang kinerja anak kebanggaannya...bukanya kerja malah buang-buang waktu di rumah sakit demi wanita rendah itu" kata ibunya...."cukup bu,,,jika ibu katakan 1 kata buruk lagi tentang dia, maka jangan slahkan aku, jika aku melupakan bahwa ibu yang telah melahirkanku. oh ya, soal ayahku, ibu gk usah repot-repot. aku harap ibu gk lupa jika aku gk akan ngelakuin apa pun tanpa sepengetahuan dan ijin dari ayah"... kecam Arifin....


Ibunya kehabisan kalimatnya segera pergi meningglkan Arifinn.... Arifin terlihat sangat kesal. Ia segera keluar mencari asistennya, namun ia tidak menemukannya. Entah kenapa Arifin begitu gelisah... Arifin pun kembali ke ruangannya, dan langsung duduk di kursi kerajaannya.... tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.."masuklah" seru Arifin"...Riko pun segera masuk untuk menemui bosnya..."tuan, tersangka 1 udah ada di tangan kita" kata Riko dengan nada suara stengah bisik. "bagus...paksa dia untuk mengatakan sesuatu, tapi ingat,,,jangan bertindak lebih jauh dari yang seharusnya"...tutur Arifin..."baiklah tuan, aku permisi. akan ku kabarkan lagi saat ada informasi selanjutnya"...kata Riko, sambil beranjak pergi.....


"Hallo syang, apa kbarmu?" sapa Leora lewat telpon.


" Hummm...aku ingin berterima kasih dokter, karena sudah merawat sahabatku dengan sangat baik. Oh ya, ngomong-ngomong kenapa tiba-tiba menghilang? apa dokter udah berubah pikiran tentang surat perjanjian itu?"...kata Arifin...."uhuk...uhuk....apa katamu fin? it...itu sahabatmu? serius lo"...tanya leora yang batuk-batuk kaget, mendengar kata sahabat, hatinya tiba-tiba berdebar. Entah apa yang dia rasakan saat itu. " ya ialah...menurut lo?"...tanya Arifin yang berusaha meyakinkan Leora...."hmmmm..ia shi..lagian masa iya, arifin jatuh cinta pada wanita itu?"...gumam Leora dalam lamunannya...." hei...hallo...apa masih ada orang di sana?" teriak Arifin yang membuyarkan lamunan Leora..."eh...i...ia fin, aku di sini" jawab Leora..." apa yang lo pikir? orang ngomong, gk dijawab malah bengong"....kata arifin..."ma...maaf fin, aku hanya merasa berslah aja pada sahabat loe itu, jika aku tau dia sahabat loe, aku gk akan terlibat dalam rencana ini" jawab Leora yang ceplas ceplos...."owh Arifin...lo emang hebat....mang benar kata ayah...untuk menaklukkan musuh gk harus dengan kekerasan. wah...ayahku warbiasa...I love tou ayah" fumam arifin dalam lamunannya...."hallo fin,,, apa kau marah padaku?"....tanya Leora..." gk....aku gk apa-apa. baiklah, aku akan lanjut kerja dulu ya, tadi niatnya berterima kasih doang, malah jadi panjang lebar kayak gini" Jawab Arifin...

__ADS_1


Arifin sudah mendapatkan jawaban atas pertanyaannya. Ia mengingat pesan Citra, lalu Arifin segera keluar dari ruangannya menuju ke rumah sakit. Setelah menempuh perjalanan sekitar 25 menit, akhirnya Arifin pun tiba di rumah sakit. sesampainya di sana, Arifin begitu terkejut. Citra sudah tidak ada di sana. yang ada hanya bibi ani yang sedang terisak..."kau??ap yang bibi lakukan di sini?"...tanya Arifin..."ma...maaf tuan muda, aku tadi ditelpon non citra disuruh ke sini"...jawab bi ani..."trus mana dia?,,, tanya Arifin..."maaf tuan, non citra udah pergi, ia meninggalkan ini untuk tuan muda". jelas bi ani...Arifin mengambil amplop dari tangan bi ani dan membukanya. Rupanya ada surat yang titipkan citra....


" Sayang,,,maafkan aku...aku harus pergi tanpa memberitahumu, karena aku tau sayang tidak akan mengijinkan aku pergi...aku mohon,,,berjanjilah untuk tidak menyelidiki apapun tentang kasus ini, karena hanya akan menyakiti hatimu sayang, dan aku tidak menyukai itu. Aku sangat mencintaimu sayang, namun aku tak berdaya. ini demi ayahmu, kamu, aku dan keluargaku, juga demi perusahaan ayahmu yang sudah dibangunnya selama bertahun-tahun. Aku percaya kamu sangat mencintaiku dan aku pun begitu...aku,kamu dan Tuhan tau,betapa sucinya cinta kita. walau raga kita takkan pernah bersatu, tapi ikatan hati dan jiwa kita yang telah menyatu akan selamanya menyatu...aku mencintaimu, dan seumur hidupku aku hanya akan hidup untuk cinta ini...jaga dirimu syang...aku akan selalu mendukungmu. aku berjanji aku tidak akan pernah jauh darimu. I love you so much...sampai jumpa sayang" Begitulah isi surat itu.... "Arifin sangat terpukul dengan kepergian citra... ia pun memahami maksud citra untuk tidak menyelidiki kasus ini...Rupanya ia mulai menyadari siapa yang ada di balik semua ini...."Aku juga mencintaimu dewiku..rasanya begitu berat, namun jika tentang kalian yang aku sayangi, aku akan siap melakukan apapun". kata Arifin sambil mengalirkan air matanya....."ibu,,,mari kita bermain. Kau telah menjadi ancaman bagi orang-orang yang kucintai, sekarang aku akan melakukan apa yang ku inginkan"....gumam Arifin...


"Ayo bi..kita pulang".....kata Arifin



Bersambung....🔜

__ADS_1


__ADS_2