Aku Punya Hatinya Tapi Tidak Dengan Raganya

Aku Punya Hatinya Tapi Tidak Dengan Raganya
Eps. 33 Menjadi teman


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu sejak Arifin dan Leora menikah, namun Arifin selalu bersikap dingin. Leora mulai menjalankan rencananya.


Malam itu Arifin sedang berada di ruang kerjanya. Sementara Leora sedang menyiapkan jus untuk Arifin.


"Hi Fin, lihatlah....aku bawakan jus kesukaanmu"...ucap Leora yang tiba-tiba sudah berada di ruangan Arifin.


"Fin, maaf aku masuk tanpa mengetuk pintu. Aku ingin bicara denganmu"...kata Leora sembari meletakkan jus di depan Arifin." hummm...katakan!" sahut Arifin...

__ADS_1


"Fin, aku tau semua ini harusnya tidak terjadi. aku akui aku salah, karena telah membuatmu tidak berdaya dan terpaksa menikahiku. tapi sesungguhnya aku katakan jika aku sangat mencintaimu". ucap Leora..." tidak usah berbelit-belit. katakan apa lagi yang kau inginkan" tegas Arifin...."emmm...aku hanya ingin minta maaf padamu. dan aku hanya ingin kita berteman. aku tidak ingin apa pun lagi setelah pengorbananmu ini". jelas Leora..."ok. aku memaafkanmu. dan soal pertemanan kita, kau telah mengkhianatinya dengan obsesimu. tapi tetap saja aku akan memberimu kesempatan kedua". jawab Arifin..."apa? serius fin? terima kasih, terima kasih banyak. Sekarang kita teman. Artinya kita akan berbicara, bersikap seperti teman lagi tanpa segan-segan. aku yakin, pasti bakal seru ni rumah".kata Leora dengan semangat. "Fin aku sangat bahagia. Ayo ambil jusnya dan bersula"...lanjut Leora. Arifin hanya tersenyum sinis lalu mengambil jus di yang ada di atas mejanya lalu bersula dengan Leora...Keduanya lalu menghabiskan minuman itu. Leora tidak pernah melepaskan pandangannya dari Arifin, dengan harapan reaksi Arifin akan berubah setelah beberapa saat. " Ra,,,maaf karena apa yang kamu inginkan, harapkan mungkin aku tidak akan pernah mewujudkannya. Aku tidak bermaksud menyakitimu, tetapi seumur hidupku, aku hanya akan mencintai Citra. Iya,,hanya dia yang berhak atas cintaku"...kata Arifin sambil meninggalkan Leora dan menuju kamar tidurnya. "bagaimana mungkin minuman ini tidak berpengaruh sama sekali ya? aku udah melakukan seperti yang dikatakan tante renita tadi. Tidak.ini tidak bisa dibiarkan. kamu harus menjadi milikku seutuhnya Fin. Aku tidak akan pernah menyerah"..gumam Leora dengan kesal.



Flash back


Emang benar kata orang. Keberuntungan selalu berpihak pada orang yang baik. Saat Leora berbicara dengan ibu renita di telpon tentang rencana busuk mereka, bi Ani tak sengaja mendengarnya. Bi Ani pun tak kehilangan akal sama sekali. sehingga sebelum Leora menjalankan rencananya, Bi Ani telah lebih dahulu membuatkan jus kesukaan bos mudanya dan mengantar ke ruang kerja. Tak lupa pula ia memberitahukan rencana Leora dan ibunya. sehingga, Arifin sengaja menaruh jus buatan Bi Ani di laci meja, jadi ketika Leora membawa jusnya, saat Leora asyik bicara, Arifin telah menukar jusnya.

__ADS_1



Dalam perjalanan ke kantor, tiba-tiba ponselnya berdering. Arifin pun segera menerima panggilan video itu. "Hi, bro...apa kabarmu?" tanya Alekso sambil melambaikan tangannya. " hey Leks. benar itu kau? aku pikir kau sedang marah padaku, makanya aku enggan untuk menelponmu". kata Arifin dengan mata berkaca-kaca. " Fin, dalam persahabatan, hanya ada dukungan bro. aku percaya, semua yang kau lakukan adalah yang terbaik. Aku bangga padamu bro". ucap Alekso.


"terima kasih Leks. Boleh aku bicara dengan citra?" tanya Arifin. "tentu"..jawab Alekso singkat sambil mengarahkan kamera ponsel ke arah citra. Ketika melihat Citra yang terbari dengan mata yang masih berbalut kain putih,membuat tangis Arifin pecah..." eh..sayang, kamu kok nangis sih? jangan buat aku ikutan mewek sayang atau aku akan buta selamanya" kata citra yang sengaja menghentikan tangis Arifin...." tidak...tidak dewiku. jangan sampai air matamu jatuh. aku udah baik-baik saja. aku tidak nangis lagi" ucap Arifin..." nah gitu dong sayang. apa kabarmu sayang. aku akan pulan dua minggu lagi. tapi mungkin aku langaung ke bali sayang"...kata Citra yang berusaha tenang. " dewiku, apa kamu sama sekali tidak merindukanku? atau aku susul ya?"...kata Arifin. "sayang, aku sangat merindukanmu. tapi aku tidak mau sayang meninggalkan kantor ya, saat ini urusan perusahaan masih belum aman sayang. saya harap jangan sampai sayang lengah". tutur Citra. "hummm...kamu benar beb, aku mencintaimu. tolong jangan pernah meninggalkanku. aku sangat membutuhkan dukunganmu" sahut Arifin. " aku selalu ada untukmu sayang. kamu yang semangat kerjanya. jangan kecewakan ayah. aku tutup ya telponnya, ini saatnya aku periksa. I love you sayang, jaga dirimu"...kata Citra ." aku juga mencintaimu dewiku". jawab Arifin sambil memutuskan telponnya...


__ADS_1


jangan lupa tinggalkan like dan komennya ya readers🤍


Bersambung.....🔜


__ADS_2