Aku Punya Hatinya Tapi Tidak Dengan Raganya

Aku Punya Hatinya Tapi Tidak Dengan Raganya
Eps. 39 Suasana Meeting


__ADS_3

Pagi itu, semua manejer dari beberapa hotel cabang serta para tamu dari luar negeri sudah hadir di ruang meeting, kecuali Alekso.


Acara meeting pun dimulai. Moderator mempersilahkan Direktur utama dari Hotel XXX untuk memimpin meeting hari ini. Citra melirik ke arah Arifin, namun Arifin terlihat tidak fokus ke depan. Tiba-tiba semua yang hadir berdiri menyambut Sang Direktur yang melangkah masuk dalam ruangan meeting dengan gayanya elegant dan cool.


Citra melongo saat melihat Direktur utama yang disambut itu bukanlah Arifin. Ia membulatkan matanya dan melihat ke arah Arifin dan sang Direktur secara bergantian. Ia sungguh tak mengerti dan tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.


Citra berusaha menenangkan diri. Namun pikirannya tak bisa diajak kompromi. Pikirannya terus berputar mencari jawaban atas apa yang ia lihat saat ini.


Begitu meeting berakhir, semua orang dalam ruangan itu pun segera keluar dari ruangan itu, begitu pun Arifin. Di sana hanya ada Alekso, Sekretarisnya dan juga Citra.


Alekso yang mengerti dengan keberadaan Citra saat itu langsung memberi kode kepada asistennya untuk segera meninggalkan mereka.


"Leks..." sebelum Citra melanjutkan pembicaraannya Alekso langsung pergi meninggalkan Citra. Citra semakin bingung dengan tingkah Alekso...


"Leks....Alekso...jangan pergi begitu saja. Tolong katakan sesuatu padaku. Apa yang sebenarnya terjadi?" Teriak Citra yang masih berdiri di sana.



"Maafkan aku Cit, ini bukan tempat yang tepat untuk menjawab semua pertanyaanmu" gumam Alekso dalam hati sambil cepat-cepat meninggalkan tempat itu.



"Perimisi bu, kami harus membersihkan ruangan ini" kata salah satu OB yang datang dengan perlengkapannya.



"Boleh anda mengantarkan ku ke ruangan Direktur utama?"



"Maaf bu, kami tidak pernah tau di mana letak ruangan Direktur. Tugas kami hanya di bagin sini".



"owh...gitu. Aku permisi" Citra pergi meninggalkan petugas OB itu.


__ADS_1


Saat Citra sedang kebingungan dalam kamar hotelnya, tiba-tiba Tobi muncul dan membuat Citra terkejut.



"Kak, apa yang kakak lakukan di sini? Kita harus chek out sekarang". kata Tobi



"Tobi...Agh...kamu mah, bikin kaget aja deh..." ketus Citra



"Maaf kak, Habis kakak kerjanya ngelamun aja. Gak di ruang meeting, di restoran, di kamar, entar kesambet loh"...jawab Tobi.



"Emang kamu gak ngerasa ada yang aneh gitu dalam meeting tadi dek?"



"Apanya yang aneh kak".




"Eh kak, bersiaplah. 15 menit lagi kak Lira akan menjemput kita ke rumahnya". Ujar Tobi.



"Sungguh?" yuk, ayo dek..."



Ponsel Citra berdering. Citra segera mengambil ponselnya dan menjawab panggilan itu.


"Hi, Cit. Aku udah di bawah. Di parkiran hotel".

__ADS_1


"Ra,,, aku akan datang".


Setelah 10 menit kemudian Citra dan Tobi tiba di parkiran hotel bintang 5 itu.


"Citra...aku kangen banget ma kamu. kamu apa kabar?" sapa Lira sambil memeluk sepupunya itu.


"Puji Tuhan aku baik. Mana si dede bayi". tanya Citra.


"Di rumah sama ayahnya". jawab Lira.


"Yuk kita berangkat!" ucap Lira sambil menarik lengan sepupunya masuk ke dalam mobil. Saat tiba di dalam mobil, Citra begitu terkejut saat melihat pria yang duduk di kursi pengemudi itu.


"Ra,,,"..


"Cit..jangan sekarang. Dibawa santai aja Cit".


Citra terdiam. Mobil Padjero berwarna silver itu pun segera meninggalkan area hotel itu.


Dalam perjalanan, Citra hanya menatap lurus ke depan. Sedangkan Pria yang di sampingnya, sambil menyetir, sedikit-sedikit melirik ke arah Citra. Hati pria itu begitu gelisah. Jantungnya berdegup begitu kencang.


Saat mereka sampai di apartemen milik Lira dan Alekso, Lira dan Tobi buru-buru turun dari mobil dan segera masuk ke apartemen, meninggalkan Citra yang tertidur pulas di kursi depan bersama sang pengemudi tadi.


"Permisi,,, nona".. Citra tampak belum sadar...


"permisi, halo...nona..." teriak Sang pengemudi sambil melambaikan tangan di depan wajah Citra. Suaranya begitu menggema di telinga Citra. Suara yang tak asing lagi baginya. Suara itu membuat Citra sontak kaget..


"Eh....Fin...Apaan sih? bikin kaget aja. Aku tu hampir jantungan, tau gak!.


"Maaf nona, aku bukan Fin. Aku Rey. Dan iya, habis nonanya tidur apa pingsan sih? udah di pangil dari tadi kok gak nyahut- nyahut" ketus sang pengemudi yang mengaku sebagai Rey.


"Kau? Rey? Apa maksud loe? Candamu murahan. Sama sekali gak lucu, tau gak?" tutur Citra yang semakin kesal dengan perubahan sikap pria itu. Pria itu menatap Citra dengan heran.


"Cit,,,, ayo masuk" panggil Lira yang berusaha menghentikan perdebatan itu.


"Eh...iya Ra" kata Citra sambil berjalan masuk mengikuti langkah Lira, namun matanya terus berbalik untuk melihat lelaki yang berjalan di belakangnya.


__ADS_1


Bersambung....🔜


__ADS_2