Aku Punya Hatinya Tapi Tidak Dengan Raganya

Aku Punya Hatinya Tapi Tidak Dengan Raganya
Eps. 48 Suasana pesta ulang tahun


__ADS_3

Tak terasa kini helicopter yang mereka tumpangi telah mendarat dengan sempurna.


Kini pintu telah dibukakan.


Di bawah sana seorang pria berjaz tampak menyambut Citra dengan mengulurkan tangannya pada Citra dengan maksud membantu Citra turun dari helicpter itu.


Citra pun segera menyambut tangan pria itu dengan senyum tulusnya.


"Hmmm... jadi ini, calon kekasihnya. Masih gantengan aku" Gumam Arifin dalam hati sambil mengukir senyuman coolnya. Ia pun segera turun menyusul Citra.


Citra dengan pria yang dikenal sebagai calon kekasihnya itu tampak berjalan memasuki villa dengan bergandengan tangan.


Pesta ulang tahunnya segera dimulai. Arifin yang memasuki ruangan itu, merasa segala sesuatu di tempat itu sangat familiar dengan dirinya. Tapi dia berusaha menepis persaannya itu.



"Sekarang waktu yang ditunggu telah tiba. Nuansa pesta itu sama seperti perayaan ulang tahunnya pada beberapa waktu silam, dimana Arifin melamarnya.


Arifin tampak sangat antusias mengikuti rangkaian acara malam itu.


Kini tibalah saatnya Citra dilamar dengan lagu yang sama, yang dinyanyikan Arifin saat ia melamar Citra. Pikiran Arifin makin kacau. Seperti ada bayangan yang sangat mengganggu pikirannya. Ia berusaha mengingat sesuatu, namun tidak berhasil. Kepalanya terasa sangat pusing. Ia pun segera berlari ke kamar mandi. Ia menjalankan kran air di kamar mandi itu, dan membasuh mukanya dengan air dingin.



"Ada apa dengammu Arifin? Apa begini rasanya orang jatuh cinta? Ngebayangin hal-hal yang gak mungkin". Gumam Arifin.



" Ya, aku dibuatnya jadi tidak waras. Tapi kenapa aku merasa semua ini begitu nyata. Seolah akulah peran utamanya? Aghhhh.... Entahlah...."Lanjut Arifin.



Sementara di ruangan pesta, mata Citra mencari keberadaan Arifin.



"Bi, di mana Tuan muda? " Tanya Citra pada bi Ani.



"Gak tau non. Dari tadi aku begitu nikmati pesta lamaran itu sampai gak perhatiin tuan muda, non". Jawab bi Ani



" Om, apa om tau di mana Arifin? "Tanya Citra pada pak Djoko



" Gak lihat tu nak. Bukannya tadi kalian sama-sama di pesta itu? "


Jawab pak Djoko

__ADS_1



"Ia om, tapi setelah itu dia pergi entah ke mana? "


Ucap Citra sambil berlalu meninggalkan Arifin.



"Eh, Fred. Lo tau Arifin ke mana tadi?"


tanya Citra pada seseorang bernama Fredli yang dikenal sebagai calon kekasihnya pada malam itu.



"Tadi saat acara lamaran itu sekilas aku melihatnya berlari ke arah sana"


Kata Fredli sambil menunjuk ke arah kamar mandi.



Tanpa menjawab, Citra langsung berlari ke arah kamar mandi, namun ia tidak melihat siapa pun di sana.



Fredli yang dari tadi mengekori Citra, tiba-tiba memberikan pertanyaan yang menurut Citra sangatlah konyol.




"Apa maksudmu bertanya seperti itu?


Jawab Citra sambil berlalu meninggalkan Fredli.



" Permisi non... apa aku siapkan segala yang diperlukan di luar villa? " tanya bi Ani.


"Lupakan semua itu bi. Tidak akan ada lagi acara-acara konyol seperti itu. Acara telah usai. Bi siapkan saja makan malamnya. Aku akan keluar sebentar". Jawab Citra yanv terlihat panik.


Citra segera keluar dari villa dan mencari Arifin di sekeliling villa.


Dan ternyata betul, Arifin sedang duduk seorang diri di taman villa itu sambil menatap bulan dan bintang di langit.


"Prak...! Rasain lo. Dari tadi dicariin, malah asyik sendirian di sini! "


Kata Citra yang telah memukul paha Arifin.


"Eh, bu bos. Bikin kaget aja! "


"Bicaralah seperti seorang sahabat. Ini di luar jam kantor". ketus Citra

__ADS_1


" Eh, maaf.. maaf... Kamu sih., bikin kaget aja".


Tutur Arifin


"Lo ngapain sendirian di sini? " tanya Citra


"Gak ngapa-ngapain. Cuman cari angin sejuk aja" jawab Arifin


"Apa di rumah tadi lo gak mandi? Kenapa muka dan rambut lo basah? Habis mandi lo? Tanya Citra


" Apa aku juga dibayar untuk menjawab setiap pertanyaan tentang setiap masalah pribadiku?"


Arifin malah balik bertanya dengan pertanyaan yang tentunya menyakiti perasaan Citra.


"Ada apa denganmu Fin? Kenapa hari ini lo terlihat sangat sensitif. Aneh deh.. "


Ketus Citra


"Aku baik-baik aja. Udah sana, entar dicari sama pacarmu. Aku gak mau disangka rebut pacar orang". Celoteh Arifin


" Lupakan dia. Gakada pacar pacaran di sini" Tutur Citra dengan nada kesal.


"Kenapa? Apa dia mencampakkanmu? " Tanya Arifin


"Apa maksudmu bicara seperti itu? " Tanya Citra


"Gak ada apa-apa. Udah sana. Ini udah malam. Aku butuh waktu untuk sendiri saat ini. Tolong tinggalkan aku. Please...! Tegas Arifin


Tanpa berkata apa pun, Citra meninggalkan Arifin dengan kesal.


" Dari mana aja kamu, Cit? " Tanya Fredli yang sedang duduk di ruang tamu villa itu.


"Aku perlu bicara denganmu" Seru Citra.


"Duduklah! " Kata Fredli


Citra pun segera duduk di samping Fredli.


"Aku rasa usaha kita gak bakal berhasil. Aku gak ingin melanjutkannya. Aku rasa ini akan sangat menyakitkannya. Jadi kita akhiri sampai di sini". Kata Citra


" Apa maksudmu? Apa lo selemah itu? Apa lo gak mau Arifin kembali ingatannya?" Tanya Fredli


"Aku ingin ingatannya kembali, dan aku ingin dia kembali mengingatku dengan segala kenangan itu. Tapi jika itu menyakitinya, aku gak akan terima". Tutur Citra


" Lalu, apa rencanamu? " Tanya Fredli


"Saat ini aku hanya ingin mengakihiri semua omong kosong ini. Karena aku bisa mersakan betapa sakitnya dia saat ini"


"Hey,,, nona... Setiap pilihan ada resikonya. Jika lo ingin ingatannya pulih, maka lo harus menyakitinya. Tapi jika lo tidak ingin dia merasa tersakiti maka lo harus terima jika dia harus kehilangan ingatan untuk selamanya. Pilihan ada padamu" Jelas Fredli sambil pergi meninggalkan Citra di sana.


__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2