
Malam ini kediaman Djoko Saputra dipenuhi dengan suasana penuh bahagia. semua orang dalam rumah itu terlihat begitu bahagia. Alekso dan Lira menyiapkan tempat khusus untuk kedua sejoli yang bagaikan baru pertama kali kasmaran. Sementara di meja makan keluarga Djoko Saputra tersedia makanan-makanan lezat yang istimewa.
"Baiklah, malam ini semua orang yang tinggal di dalam rumah ini akan makan di meja makan ini, tanpa kecuali" Kata Alekso.
Para pelayan saling memandang tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar.
"Tapi tuan,,,,, " kata bi Ani yg menggantung.
"Tidak ada tapi tapian. Segerabersiap dan semua kembali ke meja makan" Tegas Alekso.
"Baik, tuan... " Kata para pelayan itu serentak sambik memberi hormat pada Alekso lalu beranjak pergi.
********
Malam ini wajah pak Djoko nampak bersinar bahagia karena ingatan puteranya sudah pulih.
Saat ini semua orang sudah berada di meja makan. Masing-masing orang mengambil makanan yang telah disajikan untuk di makan. Suasana makan malam penuh canda tawa tanpa ada batasan majikan dan karyawan.
Semua orang terlihat bahagia dengan kembalinya ingatan Arifin.
Kini makan malam telah usai.
Masing- masing orang kembali ke kamar mereka.
"Baik, om. Kami pamit" Kata Alekso.
__ADS_1
"Ok, nak. Apa gak mau pamit dulu sama Arifin dan Citra ni? " tanya pak Djoko.
"Gak usah, lagian mungkin keduanya sedang menikmati acaranya" jawab Alekso dengan senyum nakalnya.
"Ya udah. Kalian hati-hati ya" seru pak Djoko.
"Baik om, sampai jumpa" Kata Alekso sambil menyalami tangan pak Djoko, begitu pun Lira istrinya.
Sementara, di tempat lain tepatnya di balkon rumah itu yang telah dihias dengan begitu mewah dan romantisnya, kedua insan yang sedang dimabuk cinta itu sedang menghabiskan makan malam yang disediakan dengan saling menyuap satu sama lain.
Keduanya tampak menikmati suasana romantis saat itu. Kebahagiaan di wajah keduanya terlihat dengan sangat jelas.
*******
"Sayang,,,, aku ingin mengatakan hal yang serius" kata Citra.
"Hmmmm, baiklah". Ketus Citra.
" Dewi,,, " panggil Arifin
"Hmmm,,, " jawab Citra
"Aku tak ingin kehilanganmu lagi. Jadi aku memutuskan untuk kita segera menikah". Kata Arifin
" Apa? serius sayang? Maksudku apa itu tidak terlalu cepat? sayang" Tanya Citra yang sontak kaget dengan perkataan Arifin.
__ADS_1
"Hmmm. Aku serius. Kenapa? Apa kamu kebertan? " Jawab Arifin sambil menatap Citra
"Ya nggak. Sama sekali nggak. Aku hanya memikirkan hal lain sayang" tutur Citra.
"Apa yang kamu pikirkan, dewi? " tanya Arifin.
"Sayang aku harap kamu tidak akan tersinggung dengan ucapanku. Sebenarnya jika kita harus menikah, maka aku akan menjadi orang paling bahagia di dunia. Tapi, bagaimana dengan urusan iman kita? " Jelas Citra
"Hmmmmm.... jadi itu kendalanya? Aku tau keluargamu sangat fanatik dalam hal iman. Tapi aku bersedia kita menikah sesuai imanmu. Ibuku juga seiman denganmu sayang". Jawab Arifin
" Menurutku, kita harus memikirkan segala hal, sebelum mengambil keputusan sayang. Karena Kegegabahan akan membawa kehancuran". Kata Citra
"Dewi, ini dari hatiku. Aku yakin hatiku tidak akan mengkhianatiku". Tutur Arifin.
" Entahlah sayang, tapi sebaiknya dalam waktu seminggu ini cukup bagi kita untuk membereskan semua kendala yang ada". Tegas Citra.
"Baiklah sayang,,, keinginanmu adalah perintah. Tapi kamu harus janji, selama seminggu ini, kamu gak boleh berubah". Jawab Arifin.
" Butuh 8 tahun untuk setia, kenapa aku harus minggat cuma dalam seminggu sayang". kata Citra sambil mencubit hidung Arifin.
"aww.... sakit dewi" jerit Arifin
"Hah... manja amat". Ketus Citra
" Biarin... lagi pula kan aku manjanya sama calon istriku, bukan istri orang" jawab Arifin masih dengan manjanya.
__ADS_1
"Hmmm, ya juga sih" jawab Citra
Keduanya menikmati udara dingin saat itu di balkon dengan suasana romantis dan hati yang berbunga-bunga, menikmati bulan dan bintang yang bertaburan di langit.