
Setelah semua urusan pernikahan selesai, Arifin dan bi Ani langsung kembali ke kediamannya. "Bi, apa yang telah terjadi, itu hanya mimpi kan?"..tanya Arifin yang belum bisa menerima kenyataan, "Tuan, maaf. ini sudah terjadi. Tuan harus berusaha untuk menerima kenyataan". jelas bi Ani...."hmmmm,,,,ini tidak adil bi"...cetus Arifin.
Keesokan harinya Arifin kembali bekerja seperti biasanya. waktu jam makan siang pun tiba. "Hi,,,sayang...lihat apa yang aku bawa?aku membawakan makan siang untukmu. kita makan siang bersama ya, ini aku buat sendiri lho"..kata Leora yang tiba-tiba sudah berada di ruangan Arifin..." Kau? apa yang kau lakukan di sini? lain kali saat hendak masuk ke ruangan ini, jangan lupa untuk mengetuk pintu terlebih dahulu"...ketus Arifin dengan kesal. "Maaf sayang kalau aku lancang. tapi kita ini kan sudah suami istri, kenapa sikapmu begitu dingin padaku?" tanya Leora... "pernikahan? apa kau tau dasar dari sebuah pernikahan?pernikahan itu bukanlah sebuah konspirasi Ra. Aku menghormatimu sebagai wanita dan juga teman. tolong jangan renggut rasa hormat itu dariku. Aku benar-benar tidak ingin menyakitimu" jelas Arifin panjang lebar..." Ia Fin, aku mengerti. tapi jujur aku sangat mencintaimu". kata Leora dengan menunduk sedih...Arifin melirik ke Leora yang matanya sudah berkaca-kaca. "Apa tujuanmu ke mari?" tanya Arifin. "Aku hanya ingin mengantarkan makan siang, dan aku ingin kita makan siang bareng" jawab Leora...." maka, ayo...makan. aku harus mengikuti meeting setelah jam makan siang" kata Arifin yang berusaha untuk bersikap baik pada Leora sebagai teman. Leora pun dengan cepat menghidangkan makanan yang ia bawa tadi. keduanya pun mulai memakan makanan siang yang dibawa Leora. suasana begitu hening...
"Fin, maaf aku ingin mengatakan kalau ibumu udah membawaku, juga semua barangku ke rumahmu"..kata Leora yang memecahkan keheningan saat itu..." hmmmm, kamu boleh tidur di ruang tamu"...jawab Arifin singkat.
__ADS_1
Leora, terdiam beberapa saat. "Leora, sabar. dan bersyukurlah karena Arifin udah mau menerima dirimu, setidaknya tinggal serumah dengannya" gumam Leora dalam hati..."ada apa?kenapa bengong? aku harus bersiap untuk meeting. kamu bisa pulang sekarang". tutur Arifin..." baiklah, aku akan pergi"... sahut Leora...
Malam itu Arifin memilih untuk tidak pulang ke rumah. Ia menelpon Bi Ani untuk membawakan baju gantinya ke kantor. Ia begitu gelisah memikirkan ayah dan Citra. Ia pun memutuskan untuk menelpon ayahnya.
__ADS_1
~~Flash back~~
Hubungan Asmara Arifin dan Citra mendapatkan dukungan penuh dari pak Djoko. Bahkan pak Djokolah yang memberikan ide lamaran waktu itu. Namun, di saat keduanya sedang dimabuk asmara, keduanyapun terpaksa harus berpisah😰..
Saat para musuh itu melepaskan pak Djoko dan Citra, Pak Djoko memeluk Citra dan meminta maaf atas keputusan Arifin. " Nak Citra, maafkan om. karena keadaan om, Arifin harus mengambil keputusan sebesar ini" Kata pak Djoko sambil memeluk citra... "Om, jangan membuatku malu dengan meminta maaf seperti itu. Arifin sudah mengambil keputusan yang tepat. Aku sangat bangga padanya om. dengan keputusan ini, cintaku makin besar untuknya om"...jelas citra..." Terima kasih nak. Mulai sekarang, aku akan menganggapmu sebagai putriku. maka dengarkan dan turuti permintaan ayahmu ini. berangkatlah ke luar negeri bersama Alekso dam sepupumu untuk mendapatkan pengobatan terbaik untuk matamu. ayah sudah mengatur segalanya. kamu boleh pergi ke bandara dengan supir, Alekso dan sepupumu sudah menunggu"... Kata pak. Djoko sambil menunjuk mobil padjero putih yang ada di seberang jalan. Tanpa berkata apa-apa Citra pun mengangguk setuju...
__ADS_1
Bersambung....🔜