
Saat Arifin dan bi Ani tiba di rumah, terlihat nyonya rumah itu sedang menunggu di ruang tamu..."cu...cu...cu.... dari mana kamu? apa sekarang seleramu mulai berubah dengan ART? sindir nyonya itu...."ibu ayolah.... sekali aja, ibu bicra baik padaku. sebenarnya aku sangat merindukanmu, tapi setiap saat bertemu ibu selalu aja buat aku kesal....aku capek bu....aku lelah...saat ini aku sedang letih. aku ingin beristirahat....jawab Arifin. Ibunya begitu terkejut dengan tingkah putranya..." benarkah???apa aku halu?mimpi?atau salah dengar ya?" tanya ibunya dengan tidak yakin...."aku serius bu,,aku ingin beristirahat sejenak di pangkuan ibu, sejak kecil aku merindukan moment ini" jawab Arifib sambil rebahan di pangkuan ibunya... Untuk sesaat ibunya merasakan haru,penyesalan,dan segala macam rasa keibuan yang membuatnya luluh dan meneteskan air matanya. namanya juga seorang ibu. Sekeras apapun seorang ibu, tetapi naluri keibuannya tidak akan hilang dari padanya. "hmmmm...apa yang kau inginkan dariku?"..tanya ibu Arifin yang berpura-pura untuk tidak menunjukkan kesedihannya. "KEDAMAIAN. Ya...kedamaian bu...aku hanya ingin itu. dan itu hanya bisa kudapatkan dari ibu"..kata Arifin sambil meneteskan air matanya. "maafkan aku fin, sejak kecil aku emang"...sebelum melanjutkan perkataannya Arifin langsung memotong pembicaraan ibunya .."cukup bu. aku tidak ingin masa lalu.aku hanya ingin kedamaian untuk masa kini dan masa depan?"..tutur Arifin. "hum...tapi bgaimana caranya fin? tanya ibunya..."cukup katakan padaku dan ayah, apa yang ibu inginkan?setelah itu dengan senang hati kami akan memberikannya, dan ibu boleh pergi dari kehidupan kami. hanya itu jalan satu-satunya jalan agar aku dan ayah bisa hidup dengan tenang" kata Arifin..."sungguh?kalian akan memenuhi apapun yang ku inginkan?" tanya ibu Arifin. Arifin hanya mengangguk...."Hmmm...baiklah...aku akan memikirkannya,lalu aku akan menelponmu nanti. aku hanya ingin pergi sekarang". kata ibu Arifin sambil mengangkat kepala Arifin yang ada di pangkuannya, lalu pergi meninggalkan rumah itu. Arifin menatap sinis kepergian ibunya dengan senyum sinisnya....
malam hari setelah makan malam, Arifin berbaring di kamarnya sambil menatap foto citra di layar ponselnya "Aku merindukanmu dewiku. tetaplah mendoakanku,agar aku bisa menyelesaikan segalanya dengan cepat,dan setelah iti,aku akan menjemputmu" gumam Arifin sambil mengalirkan air matanya....tiba-tiba ia dikagetkan dengan sebuah pesan video... Ia begitu terkejut melihat pria paruh baya yang sangat dicintainya diikat di sebuah gudang yang hanya diterangi setitik cahaya.."Ay...ayah....ayahhhhhh"...teriak arifin...tiba-tiba ponselnya berdering. dengan tangannya yang gemetaran, ia mengambil ponselnya dan menjawab panggilan itu. "hal...hallo..." sapa Arifin. "Segera ambil sebuah amplop di depan pintu utama".kata pemilik nomor misterius itu dan panggilan berakhir....
__ADS_1
Arifin berlari menuju pintu utamanya untuk mengambil surat sesuai dengan perintah di telpon tadi. ketika ia mencapai pintu utama dengan ngos-ngosan, tepat seperti yang dikatakan seorang misterius itu. di depan sana sudah ada sebuah amplop. Arifin pun segera mengambil amplop itu dan kembali ke kamarnya. Saat Arifin membuka dan melihat isi amplop itu, ia begitu terkejut melihat foto orang-orang yang ia cintai, semuanya terikat kaku di ruangan kumuh. selain itu, ada sebuah surat.
__ADS_1
Arifin begitu terkejut....ia merasa sangat tertekan. Entah jalan mana yang harus ia tempu saat ini. hati dan pikirannya begitu hancur.....
πΊπΊπΊπΊ
__ADS_1
Bersambung π