
Suasana begitu teduh. Kedua pasang mata itu saling menatap dengan penuh Cinta.
"Hei,, katakan! " Kata Citra.
"Hmmmm,,, sebelum aku mengatakan apa pun, aku harap saat aku bicara, pandanglah mataku, dan jangan beraksi apa pun. ok? "
Jelas Arifin.
"Baiklah". kata Citra Setuju
" Sebelumnya aku mohon maaf kalau aku lancang. Aku tau, aku tidak seharusnya mengatakan ini. Tapi aku harus mengatakannya. Aku ingin mengundurkan diri!"
"Apa? kenapa? Apa gaji yang kuberikan masih kurang? Apa kau merasa aku memperbudak dirimu? " Tanya Citra yang syok dengan ucapan Arifin.
"Tenangkan dirimu. Apa pun yang lo berikan selama ini lebih dari yang kuharapkan. Dan aku merasa sangat berayukur karena mendapatkan atasan sebaik dirimu. Tapi hatiku tidak mengijinkanku untuk terus bekerja denganmu. Maafkan aku!" Tutur Arifin
"Kenapa? apa sikapku, ucapanku menyakiti hatimu? " tanya Citra yang masih tidak percaya dengan keputusan Arifin.
"Bukan kamu yang menyakitiku. Tapi aku yang takut jika aku terus bekerja denganmu, maka aku mungkin saja akan menyakitimu" jawab Arifin.
"Kenapa? Apa kau bersekongkol dengan para pesaingku? " tanya Citra
"Seumur hidupku aku gak akan pernah mengkhianati kepercayaanmu. Tapi aku takut jika aku tidak bisa mengendalikan hatiku, maka mungkin saja aku akan menyakiti perasaanmu". ujar Arifin
" Emang ada apa dengan hatimu? "Tanya Citra
Tanpa berpikir panjang, dengan spontan Arifin mengatakan sesuatu yang mengejutkan
" Hatiku telah mencintaimu. Maafkan aku yang tidak bisa mengendalikan hatiku. Aku tau, aku tidak pantas mengatakannya".
Mendengar ucapan Arifin, air mata Citra mengalir dengan begitu deras.
__ADS_1
"Tuku kan? Saat ini yang aku takutkan. Maaf jika ucapanku mentakiti perasaanmu. Tapi itu ketulusanku. Sekali lagi maafkan aku. Aku pergi". Kata Arifin
Saat Arifin ingin mengambil langkah untuk pergi, Citra secara spontan menarik tangan Arifin.
" Lo gak akan ke mana-mana" Ujar Citra.
*Maafkan aku, tapi aku harus pergi". Kata Arifin sambil melepaskan tangan Citra lalu pergi.
"Lalu bagaimana jika hatiku pun mencintaimu". Teriak Citra.
Arifin yang mendengar gemaan suara Citra langsung menghentikan langkahnya dan berbalik pada Citra.
" Katakan sekali lagi"... Tutur Arifin
"Aku juga mencintaimu Arifin Saputra. Aku sangat mencintaimu". Teriak Citra
Dengan mata berkaca-kaca Arifin berjalan kembali menghampiri Citra. Begitu pun dengan Citra yang berlari menuju Arifin dan langsung masuk dalam pelukan Arifin. Keduanya hanyut dalam pelukan yang penuh Cinta itu.
Keduanya saling melepaskan pelukan dan kembali ke tempat dimana tadi keduanya duduk.
Suasana menjadi hening.
"Terima kasih bintang, sudah sampaikan permohonanku pada Tuhan. Meski ingatannya belum kembali, setidaknya Cinta kami kembali menyatu di waktu yang sama saat pertama kali Cinta Suci ini dibuat". Gumam Citra dalam hati.
Sementara Arifin hanya terdiam. Entah apa yang ia pikirkan. Tapi yang pasti saat ini ia sedang menikmati kedamaian batinnya. Ia begitu lelah karena telah mengungkapkan isi hati yang ia pendam selama ini.
__ADS_1
Arifin menatap Citra. Menyadari dirinya sedang ditatap Citra pun berbalik menatap Arifin. Tatapan yang penuh Cinta.
"Jadi? Kita resmi berpacaran? " Tanya Arifin yang mencairkan suasana hening itu.
"Hmmm" Citra mengangguk setuju.
"Terima kasih Cinta, Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu" Kata Arifin sambil mencium mesra kening Citra.
"Aku juga mencintaimu sayang" Balas Citra sambil mengukir senyum manisnya.
"Baiklah,,, kita istirahat sekarang. Besok kita harus kerja" Kata Arifin
"Baiklah sayang". jawab Citra
Keduanya bergandengan tangan memasuki villa itu. Setelah sampai di dalam villa itu keduanya segera berpisah dan menuju kamar mereka masing-masing untuk beristirahat
Bersambung....
__ADS_1