
Tepat pkl. 15.00, penghulu pun datang. "Tuan, tetapkan hatimu. yang terpenting saat ini adalah tuan besar dan non citra"...bisik bi Ani yang tidak tega melihat wajah bos mudanya yang terus saja lingling...."ia bi. aku mohon, tetaplah mendukungku bi. saat ini aku seperti sudah mati"...kata Arifin sambil mengusap air matanya..."Tuan aku mohon, jangan pernah menangis lagi.aku tidak bisa melihat tuan terpuruk seperti ini". kata bi Ani sambil ikutan mewek. "hmmmm...terima kasih bibi, ayo kita ke tempat akad". tutur Arifin sambil berjalan menuju tempat akad nikah.
Arifin memantapkan hatinya dan berjalan dengan gayanya yang elegan menuju tempat yang telah di sediakan untuk mempelai. "Nak, apa kamu sungguh siap?" bisik ibu Leora yang menghentikan langkah Arifin. "Tante tenang saja. semua akan baik-baik saja" kata arifin sambil melanjutkan langkahnya menuju panggung...."Hadirin yang terhormat, terima kasih atas kehadiran kalian semua untuk acara bahagia ini. Tapi sesungguhnya aku sama sekali tidak bahagia.karena saat ini,di hari yang sangat penting ini, ayahku yang seharusnya hadir, belum tiba di sini. Pak penghulu, apa kita bisa menunggu sebentar hingga ayahku datang?" kata Arifin dengan gaya coolnya. Pak penghulu terlihat mengangguk setuju. semua tamu yang hadir pun berteriak setuju... Ayah Leora terlihat sangat kesal...
__ADS_1
Arifin segera menghampiri Leora. " Apa kau dengar apa yang ku katakan tadi? jika setengan 4 sre, ayahku tidak tiba di sini maka pernikahan ini tidak akan pernah terjadi. oh ya, bukan hanya ayahku. tapi juga Citra. aku ingin mereka berdua ada di sini". kata Arifin dengan sedikit mengancam, lalu meningglkan Leora. Leora menarik lengan ayahnya lalu mereka berjalan ke ruang belakang. Ayah, lakukan apa pun, turuti permintaannya, yang penting aku bisa menikah dengannya hari ini juga...
Tepat pkl.15.30, ayah Arifin pun datang dengan memakai jas silver dan citra belum terlihat. Arifin segera berlari memeluk ayahnya,bersujud di kaki ayahnya memohon maaf atas kejadian yang menimpa ayahnya. "Fin....tenangkan dirimu. kamu anak papa. sejak kapan kau mulai belajar terpuruk seperti ini,nak?" kata ayah Arifin yang menahan kesedihannya, sambil membantu anaknya berdiri..."ayah,,,citra di mana?"... tanya Arifin. Jangan cemaskan dia sayang. dia sudah berada di tempat yang aman. kenapa kamu ambil resiko sebesar ini?nak...ayah rela tiada,asal kamu bahagia seumur hidupmu"...kata ayah arifin sambil memeluk erat putranya. Air matanya tak terbendung lagi...
"Ayahmu sudah ada di hadapanmu. Apa kita boleh melanjutkan pernikahan ini?" tutur Leora sambil menatap sinis pak Djoko..."tentu...jangan terburu-buru. setidaknya nikmati saat-saat bahagia ini. karna kita gk pernah tau apa yang akan terjadi hari esok"... jawaba Arifin sinin....
__ADS_1
"Dewiku,,,maafkan aku. aku emang gk berguna.aku harap kamu bisa bahagia. seumur hidupku, hati ini hanya akan menjadi milikmu"....gumam Arifin dalam hati.
Kini prosesi akad nikah telah usai.... Leora tersenyum penuh kemenangan. semua tamu yang hadir begitu menikmati acara sore itu. sedangkan Arifin memilih duduk bersama ayahnya...."Yah, tolong katakan padaku, di mama citra sekarang. apa dia baik-baik saja?"..tanya Arifin. "Fin, apa kamu udah gk percaya pada papamu ini? percayalah, menantuku itu sudah berada di tempat yang aman. kelak, jika sudah waktunya, ayah akan memberitahukan keberadaannya. untuk saat ini, serahkan semua kesehatan, kemanannya pada ayah, ok?...tutur Pak Djoko yang berusaha menenangkan hati putranya...
"Makasih yah, maafkan putramu ini,yang selalu meciptakan masalah untuk ayah"...kata Arifin dengan sedih...." iya nak... saat ini ayah hanya ingin berpesan agar apa pun yang terjadi, kamu harus jadi pria yang tangguh dan tak terkalahkan. dan jangan pernah merasa putus asa, meski hanya untuk sesaat. Ayah harus kembali ke bali. jaga dirimu. dan bi Ani, aku titip Arifin".... kata ayah Arifin sekaligus pamit....
__ADS_1
Bersambung......🔜