Aku Punya Hatinya Tapi Tidak Dengan Raganya

Aku Punya Hatinya Tapi Tidak Dengan Raganya
Eps. 51 Kembalinya ingatan Arifin


__ADS_3

Sore itu, setelah kembali dari kantor, Arifin terlihat sedang menelpon seseorang dan nampak bercerita dengan gembira ria.


Sementara di tempat lain, seorang gadis sedang bersandar di pintu kamarnya sambil memperhatikan gerak-gerik Arifin yang sedang asyik bercerita lewat telepon.


"hmmm,,, ehmmm"... Citra berdehem.


" Eh, udah dulu bro. Aku kedatangan tamu di kamar". tutur Arifin di telpon dan panggilan diakhiri.


"Hmmm,,, sejak kapan kau di sini cinta?". Tanya Arifin pada Citra.


" Hmmmm,,, aku? sejak kapan ya? 😜😃😃"


jawab citra dengan candanya.


"Hmmm,,, lupakan. Katakan cintaku, apa yang membawamu ke sini, hmmm? " Goda Arifin sambil memeluk Citra dari belakang.


"Sayang.... lepaskan. Ini tidak benar. Aku akan membicarakan sesuatu yang penting". Tutur Citra yang mukanya merah merona karena malu.


"Baiklah cinta, katakan". Seru Arifin yang tangannya sudah melingkar di dada bidangnya.


" Gak usah terlalu serius amat kayak gitu juga kali, sayang. Aku hanya ingin mengajakmu ke suatu tempat besok hari". kata Citra


"Sesuai keinginanmu cinta. Tapi aku punya satu permintaan". Tutur Arifin


" Apa? " tanya Citra


"Aku ingin malam ini kita makan malam di rumah orang tua angkatku".


Jawab Arifin dengan raut sedikit memohon.


Citra nampak terdiam.


" Ini saat yang tepat. Aku juga udah lama gak ketemu Alekso"... Gumam Citra dalam hati


Arifin menatap Citra yang terlihat sedang memikirkan sesuatu.


"Gak apa-apa kalau kamu sibuk cinta. Kita akan ke sana lain waktu". kata Arifin dengan sedikit kecewa namun tetap dengan senyuman yang dipaksakan.


" Kenapa harus lain waktu, jika saat ini adalah waktu yang tepat? ". Jawab Citra sambil mencolek hidung Arifin


" Jadi? kamu setuju, cinta? " tanya Arifin


"Kenapa tidak? " tutur Citra.


"Ufffff,,, trimaksih cinta,,terima kasih banyak. Kamu emang yang terbaik".


Sorak Arifin yang penuh semangat sambil mencubit kedua pipi citra.


" Awww... Sakit tau? Ayo, sana mandi. Aku akan bersiap". Kata Citra sambil berlalu pergi.


Suasana makan malam itu sangat romantis dan penuh dengan suasana bahagia antara keempat sejoli itu.


Terdapat canda tawa yang membuat makan malam saat itu sangat berkesan.


Setelah makan malam, Arifindan Citra pun kembali ke kediaman Djoko Saputra.



"Eh sayang. Akuperhatiin, dari tadi motor itu seperti mengikuti kita". Kata Citra



" Mungkin persaan kamu aja Cinta. Ini kan jalan umum, semua orang berhak menggunakan jalan ini kan? jelas Arifin yang terlihat tenang, meski ia pun memiliki firasat yang sama.



"Ia sayang, tapi"....



" Sssssttt... lupakan itu. Lihat di luar sana Cinta.


Sepertinya alam pun mengerti suasana hati kita saat ini". Kata Arifin yang tiba-tiba menghentikan mobil di depan sebuah kedai kopi sambil menutup mulut citra dengan jari telunjuknya.



"Emang, ada apa sayang? " tanya citra



"Lihat, di tengah suasana hati yang sedang mabuk cinta, alam menurunkan hujan".


Kata Arifin.



" Lalu, apa yang istimewa dari itu? " tanya Citra.



"Ada. Aku sedang berpikir, kenapa kita tidak menikmati setiap butiran air hujan yang menetes? " kata Arifin sambil menatap Citra lekat.



"Oh, ia ya? Kenapa aku gak kepikir sampe di sana ya? Padahal aku dulunya suka main di bawah hujan lho" Sahut Citra



"Kalau gitu, ayo.. " Ajak Arifin sambil keluar dari mobilnya dan membukakan pintu untuk Citra.



Keduanya bermain bak anak kecil di bawah hujan saat itu. Merekamenikmati setiap butiran huja yang jatuh ke tubuh mereka.

__ADS_1



Sementara di sisi lain dari tempat itu, tampak seorang berpakaian hitam dari atas sampai bawah, menggunakan tutup kepala hitam sedang mengawasi mereka, namun mereka tidak menyadarinya.



Kini keduanya sudah basah kuyup. Arifin menyadari ada yang tidak beres dengan pakaian yang dipakai kekasihnya. Ia pun memeluk kekasihnya itu sambil mengiringnya masuk ke mobil.



"Ada apa sayang? Aku masih ingin menikmatinya". Kata Citra, namun Arifin tidak menghiraukannya



Setelah keduanya masuk ke mobil, Arifin mengambil jasnya dan menutupi tubuh kekasihnya.



" Ada apa sayang? tanya Citra.



"Maafkan aku cinta. Jika aku tau pakaianmu akan berubah warna saat kena air, makaaku gak akan mengajakmu ke bawah hujan.



" Emang ada apa dengan pakaianku, sayang?" tanya Citra sambil menunduk untuk memastikan pakaiannya.



"Hah? Maafkan aku sayang". Lanjut Citra yang terlihat sangat malu di hadapan Arifin.



" Udah, gak apa-apa cinta. Aku mencintaimu, hmmm" Kata Arifin yang dibalas dengan anggukan Citra.


Kini keduanya sudah berada di kamar masing-masing.


"Leks, kamu ingat kan rencana besok? " kata Citra di telepon


"Beres, Cit. Semua sudah diatur dengan sempurna. Tapi apa loe yakin akan melakukannya, Cit? Kakakmu khwatir loh".


Jawab Alekso di seberang sana.


" Tentu Leks. Aku bahkan siap kehilangan nyawaku demi Arifin. Aku ingin semua kembali ke tangan Arifin". Kata Citra meyakinkan Alekso.


"Aku juga. Semoga rencana kita berhasil, dan kalian langsung nikah, dan kita akan liburan bareng nanti" Kata Alekso


"Hmmm... aku sih gak kepikir sampe situ. Tujuanku saat ini adalah ingatan Arifin kembali, dan aku akan mengembalikan semua ini". tutur Citra.


" Baiklah, terserahmu. Kami akan selalu bersamamu". Kata Alekso


"Terima kasih Leks. Sampai jumpa besok. Salam kak Lira". ujar Citra dan panggilan berakhir.


Ia terus memikirkan seorang misterius yang tadi mengikuti mereka sepanjang perjalanan dari rumah Alekso.


Hari ini adalah hari minggu.


Sinar pagi telah menyingsing.


Citra bangun dari tidurnya dan segera mengambil ponsel dari nakas.



" Hallo, cinta. Ada apa? Ini hari minggu. Biarkan aku tidur sebentar lagi, ok? " Sapa Arifin yang menjawab panggilan dari citra.



"Sayang, aku hanya ingin bilang, kalau aku ingin joging. Silahkan lanjutkan tidurmu sayang. Aku pergi".



Mendengar ucapan Citra, mata Arifin langsung terbuka sempurna. Ia teringat akan seorang misterius yang selalu mengintai mereka beberapa hari terakhir ini.



" Apa? Tidak Cinta. Aku sudah bangun. Tadinya aku hanya ingin mengerjaimu. Sejak tadi aku berpikir, kenapa kita tidak main bulu tangkis dipagi hari ini? " Kata Arifin



"Owhhh,,,, dasar kamu ya. Udah berani ngerjai bosnya😃😃😃" Cetus Citra sambil tertawa kecil.


"bisa juga. Itu menarik. Bulu tangkis di pagi hari? Pasti seru, ya kan sayang? "


Lanjut Citra bersemangat



"Tentu Cinta. Baiklah. Tunggu aku di sana". Kata Arifin



" Eh,,, tunggu sayang. Aku udah di tempat yang tepat untuk kita bermain bulu tangkis. Aku akan kirimkan alamatnya ya? " Kata Citra.



"Apa? Kamu pergi sendirian? " Tanya Arifin, namun tidak didengar oleh Citra karena panggilan telah diakhiri sepihak.



Arifin menatap handphonenya sambil tersenyum. "Dasar,,, gadis keras kepala" Ketus Arifin.


__ADS_1


Wktu saat ini menunjukkan pkl. 04.30 WIB.


Semua rencana telah disiapkan dengan mantap.


Kini Arifin pun telah tiba di lokasi yang dikirim Citra. Bel rumah pun berbunyi. Citra segera membukakan pintu.


Arifin yang sedari tadi gelisah karena kekasihnya pergi sendirian, langsung memeluk erat wanita di hadapannya.


"Kamu baik-baik aja kan sayang? " Tanya Arifin yang semakin mempererat pelukannya


"Emang aku terlihat cacat apa? " tanya Citra.


"Aku tuh khwatir tau gak? Lain kali kalau mau pergi gak boleh sendirian. Berjanjilah bahwa ini yang pertama dan terakhir kalinya kamu pergi tanpa aku". Kata Arifin.


" Owh... sayang. Ayolah. Kamu khwatir tanpa alasan. Lihatlah, aku baik-baik saja. Tapi iya, aku janji. Maaf telah membuatmu khwatir sayang". Jawab Citra yang berusaha menenangkan kekasihnya.


"Hmmm, anak pintar". Gumam Arifin sambil mengacak rambut Citra


Keduanya masuk ke dalam apartemen itu. Arifin memperhatikan setiap sudut rumah itu.


" Eh,,, cinta". panggil Arifin


"Hmmm? Ada apa sayang? " sahut Citra


"Entahlah, tapi kenapa aku merasa, seolah aku pernah ke sini sebelumnya" Ucap Arifin


"Hmmm... itu perasaan kamu aja sayang. Ayo, yuk. Kita ke balkon". Sahut Citra


Keduanya menaiki anak tangga menuju balkon.


Perasaan dan pikiran Arifin bergejolak sangat hebat. Arifin nampak berusaha mengingat seauatu.


Setelah di balkon, mereka duduk di tempat dimana keduanya bermesraan beberapa tahun silam. Suasana yang sama. Saat ini pun arifin menidurkan kepalanya di pangkuan Citra.


Beberapa saat kemudian Citra merasa haus.


" Sayang, aku ingin minum tapi botol minumku tinggal di sofa. Aku akan mengambilnya". Tutur Citra.


"Duduklah. Aku akan mengambilnya Cinta."sahut Arifin.


Citra pun menurut.


Beberapa saat kemudian, Citra menerima telpon dari seseorang.


Saat Arifin sampai di pintu balkon, ia terkejut dan langsung berteriak.


" Citraaaaaaa...... " Teriak Arifin.


Ia berlari ke ujung balkon, namun tidak mendapat Citra di sana.


"Sayangggggg...... " Teriak Arifin.


"Tidakkkkkk...... " Teriaknya lagi sambil terduduk lemas.


Beberapa saat kemudian ia berlari menuruni anak tangga menuju halaman bawah, tepat di tempat dimana tadi citra terjatuh.


Sesampainya di sana, terlihat seorang gadis sedang duduk sambil menatap ke langit, dengan tangan terlipat di dada.


Arifin berlari menghampiri gadis itu.


"Dewiku.... kau baik-baik saja? Tanya Arifin sambil memeluk erat gadis itu. Namun gadis itu hanya terdiam.


" Dewiku,,, apa kau baik-baik aja? kenapa kamu melakukan ini.Kata Arifin sambil menatap Citra dengan mata berkaca-kaca. Ini sangat menyakitkan bagiku saat mengingat kenangan buruk saat itu. Ini sangat menakutkan dewiku" lanjutnya sambil kembali memeluk erat gadis itu.


Tiba-tiba Arifin merasakan getaran dasyat di pelukannya. Citra meluapkan semua persaannya dengan isak tangis yang hebat.


Arifin pun melepaskan pelukannya.


"Hei,,, dewiku. kenapa kamu menangis?" Tanya Arifin yang nampak heran.


Citra terus menangis.


"Sudahlah dewiku. Katakan. Apa ucapanku menyakitimu, dewiku? Aku telah kembali. Kenapa kamu bersedih? " Tutur Arifin


Citra memeluk erat tubuh kekar Arifin sambil menangis.


"Entahlah sayang. Apa yang kurasakan saat ini. Tapi saat ini aku hanya ingin menangis". kata Citra


" Hmmm,,, ehmmmm". Tiba-tiba da suara sepasang suami istri yang secara kompak berdehem.


Mendengar itu, keduanya langsung melepaskan pelukannya.


"Selamat datang kembali, bro". Ujar Alekso sambil memeluk sahabatnya.


Sementara Lira berusaha menenangkan sepupunya ya g sedang menangis sesegukan.


" Makasih bro, aku gak tau apa saja yang telah terjadi beberapa tahun terakhir ini. Tapi untuk saat ini, aku hanya ingin berterimakasih kepada Tuhan karena telah memberiku sahabat sepertimu, dan kekasih seperti dewiku". Tutur Arifin dengan penuh haru.


"Baiklah... Jadi? Kenapa kita tidak merayakan momen bahagia ini? " Kata Alekso


"Kenapa tidak? Menurutmu, tempat mana yang paling tepat untuk merayakan hari ini? " Tanya Arifin.


Namun sebelum Alekso menjawabnya, Citra langsung menjawab.


"Tidak di manapun. Aku pikir perayaan ini akan dirayakan di rumah. Kita akan mengundang seluruh staf, karyawan dan semua kolega kita malam ini. Bagaimana? Setuju? Tanya Citra


" Sesuai keinginanmu dewiku". jawab Arifin.


"Baiklah, kalian berdua silahkan lepas kangen. Kamiakan ke rumahmu untuk mempersiapkan acaranya". Tutur Alekso yang disertai dengan anggukan Lira istrinya.


" Terima kasih bro".


__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2