
Sesampainya di kamar, Arifin langsung terbang ke alam mimpi. Sementara Citra sedang gelisah..
"eh...bentar. Apa katanya tadi? Namanya bukan lagi Rey tapi Arifin? Apa dia mulai mengingat sesuatu?" gumam Citra
"Bagaiman persiapan acara ulang tahun besok ya. Apa semua sesuai dengan waktu itu?" Lanjut Citra sambil merebahkan tubuhnya di kasur empuk itu. Tak terasa akhirnya Citra pun terbang ke alam mimpi.
*******
Pagi telah tiba dengan gajar yang cerah. Citra terbangun dan menarik kedua tangan ke atas kepala.
Setelah beberapa menit Citra pun berjalan ke kamar mandi untuk bersihkan diri.
Kini waktu menunjukkan pkl. 06.30 pagi. Citra segera turun ke meja makan. Di sana belum ada siapa-siapa. "Bi,,,,bi Ani"...Panggil Citra pada pelayan rumah. Namun tidak ada jawaban. Citra teringat sesuatu "eh,,,ia...dasar bodoh" Citra mengutuk dirinya.
"Selamat pagi bu bos". Sapa seorang pria tampan yang baru saja turun dari lantai 2.
"Hmmm...pagi jg. Ayo kita berangkat. Sarapannya di kantor aja" jawab Citra
"Kenapa di kantor bu bos? bukannya bu bos yang biasanya melarang tuk makan di luar?". ketus Arifin.
"Ini perintah. Ayo pergi!".
Tegas Citra.
Arifin hanya menghela napas panjang. " Sabar Fin, sekali pun kau mencintainya, tapi dia adalah bosmu". gumam Arifin dalam hati.
Keduanya menempuh perjalanan ke kantor sekitar 30 menit.
"Kamu pesankan dulu sarapannya" kata Citra sambil berlalu meninggalkan Arifin.
Setelah 20 menit sarapannya sudah siap.
"Tok...tok..tok..."
"Masuk" kata Citra singkat
__ADS_1
"Permisi bu, ini pesanannya" kata seorang pelayan.
"Iya baik, terima kasih mbak". jawab Citra dengan nada lembut.
"Hi, bu bos. Apa sarapannya sudah datang?" Sapa seorang pria yang sudah ada di ruangan Citra.
"Sudah. Ayo kita sarapan".
jawab Citra. Keduanya pun segera menyantap makanan yg diantar pelayan tadi.
"Hari ini kita akan pulang sebelum jam 4". Kata Citra yang memecahkan keheningan di antar keduanya.
"Kenapa bu bos? Emang kita mau ke mana?" tanya Arifin
"Kamu itu taunya tanya mulu. Bisa gak sih? sekali aja tidak menjawab pertanyaanku dengan pertanyaan?" ketus Citra
"Tuh kan. Bu bos marah lagi. Katanya kita sahabat. Emang gak boleh sahabat tau alasannya?". jawab Arifin.
"Mau tau? atau mau tau banget?" Tanya Citra dengan sedikit senyuman.
"Eh,,,kepo lu. Iya, dengarkan aku. sore ini pacarku akan melamarku di sebuah tempat. Dan aku ingin kau temani aku ke sana?" Tutur Citra.
"Uhukkkk...uhukkkkk...uhukkk". Makanan yang baru saja ingin ditelan Arifin tiba-tiba pengen keluar ketika dengar ucapan Citra.
"Apa? Lamaran?" Tanya Arifin tak percaya
"Iya, emang kenapa?" jawab Citra
"Ya. gak napa- kenapa juga sih. Cuma gak nyangka aja" Tutur Arifin yang berusaha menyembunyikan sakit di dadanya.
"Gak nyangka gimana, maksud kamu? Emang aku tampangnya tidak layak untuk dilamar lelaki, gitu?" Tanya Citra.
"Bukan itu. Kamu sempurna. Siapa pun yang mendapatkanmu, akan sangat beruntung tentunya" Kata Arifin dengan tatapan kosongnya.
Hatinya terasa hancur seketika mendengar ucapan Citra.
__ADS_1
"Baiklah, aku ingin melanjutkan pekerjaannku" Kata Arifin sambil berdiri meninggalkan Citra dengan makanan yang tersisa.
"Eh,,, tapi makanan ini? Habiskan dulu sarapannya". Teriak Citra namun Arifin telah pergi...
"Ada apa dengan dia? Apa dia sudah mengingat segalanya tapi dia berpura-pura ya? kok secemburu itu dia?" Gumam Citra dalam hati.
"Ah...entahlah. Fokus Citra. Ada tujuan yang lebih besar. Sekarang mungkin dia kecewa tapi entar dia harus bahagia" Lanjut Citra.
*********
Waktu menunjukkan pukul. 15.00 WIB.
"Drrrrtttt....Drrrrttt...Drrrrttt" bunyi getaran Hp Citra. Citra pun segera mengangkatnya.
" Iya, Fin. Bagaimana?" Tanya Citra
"Aku tunggu di mobil" jawab Arifin singkat. Dan panggilan berakhir.
"Hufffft.... dasar orang aneh. Bersabarlah sayang. Beberapa jam lagi".
Sementara di parkiran Arifin sedang mengutuk dirinya. "Dasar pria malang. Pengecut...iya, itu cocok untukmu Fin" ketus Arifin sambil ngaca di spion.
"Ayo, berangkat!"
Kata Citra yang sudah tiba di parkiran.
"Kenapa muka lo pucat gitu? Lo sakit? tanya Citra.
"Capek aja" Jawab Arifin santai.
"Oh, gitu" Jawab Citra singkat.
Keduanya segera meninggalkan area kantor dan menuju rumah kediamam Djoko Saputra.
__ADS_1
Bersambung🔜🔜🔜