Aku Punya Hatinya Tapi Tidak Dengan Raganya

Aku Punya Hatinya Tapi Tidak Dengan Raganya
Wps. 44 Bertemu Ayah


__ADS_3

Hari ini genap setahun Citra berjuang tuk mengembalikan ingatan Arifin. Berbagai cara telah ia lakukan demi kekasihnya. Tentu tidaklah mudah usaha Citra selama setahun. Berbagai macam rintangan ia lalui, namun tidak mendapatkan hasil yang menggembirakan. Citra hampir putus asa, namun kekuatan Cinta yang ia miliki membuatnya tetap semangat berjuang.


"2 hari lagi adalah tanggal dan bulan yang sama, dimana janji suci dibuat dari jiwa. Semoga, hanya ingatanmu yang hilang, bukan jiwamu"...gumam Citra sambil menatap pria yang saat ini bersamanya sebagai sahabat.


Sementara di pria yang ada di hadapannya pun membalas tatapan gadis cantik itu dengan penuh harap.


"Dua hari lagi ulang tahunmu ibu bos. Aku tidak tau apa yang kurasakan. Tapi di hari itu aku akan mengatakan segalanya". gumam Rey dalam hati.


Saat makan malam, Citra berpikir untuk kembali ke jakarta.



"Rey, kita harus kembali ke jakarta esok pagi".



"Kenapa? ada masalah di kantor?" tanya Rey.



"Gak... aku hanya ingin kembali". ucap Citra.



Rey hanya mengangguk.


"Hufff....resiko pria pecundang. Belum ngungkapin isi hati, malah udah mau balik ke jakarta".



"kenapa? kamu kok kelihatan gak suka gitu kalau sebut jakarta?". tanya Citra



"Gak gitu. Aku cuman masih pengen di sini! kata Rey



"Hmmm. Kamu boleh tinggal di sini kalau mau. Tapi aku harus kembali besok!" seru Citra



"Akan ku pikirkan"...kata Rey sambil berlalu meninggalkan Citra.

__ADS_1



"Ada apa? Kenapa dia jadi marah? ya udah lah... apa pun yang terjadi, sebelum ulang tahunku, ingatanmu sudah harus kembali. Aku yakin, hanya Cinta yang akan bisa membuat segalanya jadi mungkin"....ketus Citra sambil menatap punggung belakang pria yang sedang berjalan menuju kamarnya.



Keesokan harinya, sebelum Citra keluar kamar, Rey sudah duduk di ruang tamu dengan kopernya. Saat Citra keluar dari kamarnya, ia begitu terkejut, melihat Rey sudah menunggunya.


"Ada apa? tumben pagi-pagi udah lengkap dengan koper aja?" tanya Citra.


"Karena anda adalah bosku, jadi aku harus nurut, bukan?" ketus Rey


"o..oo... jadi kamu udah setuju ni untuk ikut ke jakarta? baguslah. Jadilah asisten yang setia!". tutur Citra.


Rey hanya menatap sinis wanita di hadapannya.


"Rey, apa yang terjadi?apa kau sedang jatuh cinta?gak...gak...itu gak boleh terjadi. Dia adalah bosmu. Kau hanyalah asistennya" Gumam Rey dalam hati


"Ada apa? kenapa menatapku seperti itu?"


"Gak pa pa bu bos. Jadinya jam berapa kita akan berangkat?" tutur Rey...


"Sekarang!" tegas Citra


Setelah sampai di jakarta Citra,Rey dan bi Ani langsung menuju ke kediaman Djoko Saputra.



"Selamat datang kembali nona muda" sapa para karyawan di rumah itu. Rey terkejut dengan salah satu suara yang rupanya tak asing baginya. Ya, suara pria paruh baya yang merupakan asisten Citra di rumah itu.



"Ayah? apa yang ayah lakukan di sini? teriak Rey, saat melihat pria paruh baya itu.



"Apa kau mengenalnya?" tanya Citra



"iya dewi, ini ayahku. Kamu ingat kan? Aku pernah bercerita tentang ayahku?"


__ADS_1


"Iya, aku ingat. kamu yakin? ini ayahmu, Rey?"



"Iya, tidak salah lagi, dewi". Kata Rey sambil berlari memeluk ayahnya. Semua karyawan telah kembali bertugas.


Citra merasa ada yang kurang.



"Penjaga!" Teriak Citra.



"Saya di sini, nona bos". sahut penjaga



"Apa semua baik-baik saja selama ini?"



"Siap nona, semua aman. Ada sedikit kekacauan, namun sudah diatasi"...jelas penjaga



"Di mana karyawan yang lain?"



"Ada dua karyawan yang dipecat tuan Alekso karena tindakan kekerasan". jawab penjaga.



"Bagus. Kembali bekerja!" tutur Citra sambil meninggalkan penjaga dan menghampiri pak Djoko dan Putranya.



"Permisi! Aku ingin bapak menemui aku di ruang kerja 10 menit lagi" Kata Citra pada pak Djoko.



"Baik non..."

__ADS_1



Bersambung...🔜


__ADS_2