
Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu Alekso dan Lira juga semua keluarga besar mereka. Karena hari ini keduanya akan menghalalkan hubungan mereka dengan melangsungkan ritual pernikahan agama secara Katolik.
Semua keluarga Turut hadir dalam Janji Suci mereka di Gereja, termasuk Citra. Pak Djoko dan Arifin pun turut hadir, meski ayah dan anak itu beda keyakinannya, namun rasa kekeluargaan yang mereka miliki tidak membatasi mereka untuk hadir dalam acara Janji setia dua sejoli itu. Meskipun di sana Ayah dan anak itu hanya hadir sebagai bagian dari keluarga Alekso.
Selama prosesi pernikahan itu berlangsung, Arifin hanya memperhatikan Citra yang duduk di bangku Gereja bagian depan. Arifin begitu antusias menyimak setiap proses yang berlangsung di dalam Gereja. "Andai hari ini milik aku dan Citra..Agh...Entahlah"...Pikir Arifin dan tak terasa ia pun mengalirkan air matanya...Ayahnya yang menyadari susasana hati putranya saat itu, segera berbalik ke putranya, menggenggam tangan putranya dari samping "kendalikan dirimu, nak". kata pak Djoko... Arifin hanya mengangguk dan kembali berusaha tenangkan hatinya...
__ADS_1
Prosesi pernikahan di Gereja kini telah usai. Semua yang hadir diminta untuk ikut foto bersama. Setelah semua foto kekuarga selesai, Alekso dan Lira minta Arifin dan Citra untuk foto bersama mereka. Arifin dan Citra pun tanpa ragu-ragu melangkahkan kaki menuju depan Altar Gereja untuk mengambil foto bersama kedua mempelai. Pak Djoko yang melihat kecocokan Arifin dan Citra, hanya tersenyum bahagia melihat putranya berdampingan dengan wanita cantik itu.
Kini tiba saatnya Resepsi pernikahan kedua sejoli yang berbahagia saat itu. Di tengah acara, Kedua mempelai itu sengaja menyisipkan acara dansa untuk setiap pasangan yang hadir. Dari pelaminan, keduanya menyebut nama Arifin dan Citra. Citra begitu kaget, saat Arifin meraih lengannya. "Ayo, kita penuhi keinginan Raja dan Ratu. Setidaknya buat mereka bahagia hari ini". Bisik Arifin. Citrs hanya bisa menurut. Keduanya berjalan ke depan sambil bergandengan tangan. Semua tamu yang hadir bertepuk tangan sambil bersorak gembira, termasuk pak Djoko dan juga keluarga Citra. Melihat ketampanan Arifin dan kecantikan Citra membuat para tamu undangan gagal focus, terutama emak-emak. Rupanya keduanya mendapatkan komentar positif dari semua tamu yang hadir saat itu. Namun, takdir berkata lain.
"Astaga....ini pengantinnya di depan sini loh...kok semua pada perhatiin mereka sih?" kata MC yang membuyarkan perhatian para tamu. Mendengar suara MC yang begitu keras, Arifin pun melepaskan tangan dari pinggul Citra, lalu meraih lengan citra dan keduanya menuju tempat pelaminan sambil bergandengan tangan. Selamat ya, Lira, selamat Leks, jagain tu sepupuku ya. Aku harap hanya ada air mata bahagiaa yang akan mengalir dari mata cantiknya ini" ucap Citra sambil menyalami kedua mempelai. "Makasih cit, itu mah pasti cit". jawab Alekso sambil tersenyum. "Banyak selamat untuk kalian berdua" selalu bahagia hingga akhir hayat". ucap Arifin sambil menyalami kedua mempelai..."makasih Bro. Terimakasih juga untuk hadiah terindah yang telah kalian dua berikan di hari bahagia kami. pasangan yang sempurna". Tutur Alekso dengan senyum bahagia.
__ADS_1
"Eh..ia. Aku lupa hadiah untuk kalian. Jika tidak ada lagi tugas untuk kami, bolehkah kami pergi dari sini sebentar?" ucap Arifin sambil mengerdipkan ekor mata sebelahnya pada Alekso..."ya..ya..tentu. Kalian boleh pergi". Jawab Alekso yang udah paham kode dari Arifin sahabatnya...
Bersambung....🔜
__ADS_1