Aku Punya Hatinya Tapi Tidak Dengan Raganya

Aku Punya Hatinya Tapi Tidak Dengan Raganya
Eps.42 Tugas


__ADS_3

Setelah mengumpulkan para penghuni rumah bak istana itu, Citra menatap setiap orang dengan saksama, dengan tatapan seperti nyonya rumah yang kejam.


"Mulai hari ini, aku adalah pemilik rumah ini. Di sini hanya aku yang berhak atas rumah ini dan seluruh isinya. Jadi semua orang yang masih ingin tinggal di sini harus menuruti semua perintah dan aturan yang akan kubuat. Mengerti?"... Kata Citra dengan tegas dan penuh wibawa.


"Mengerti nona"...jawab semua yg hadir dengan serentak, kecuali ayah Leora dan Ibu Renita yang hanya menatap sinis Citra.


"Bagus. Sebentar aku akan menyuruh asistenku untuk membuat tugas dari setiap orang. Eh...iya. Hampir lupa. Aku belum punya asisten ya. Maklum, orang kaya baru...Tapi tenang saja, aku akan menunjuk salah satu dari kalian untuk menjadi asistenku" kata Citra sambil memperhatikan wajah setiap orang dengan seksama.


"Emmm...ya... aku sudah menemukannya. Kau! Ya, mulai hari ini aku menunjuk pak Djoko Saputra sebagai asistenku. Apa kau bersedi? Lanjut Citra dengan tegas.


"Si...siap nona"... jawab pak Djoko sambil memberi hormat.


"Bagus...Lakukan tugas pertamamu. Buatkan daftar tugas setiap orang. Aku ingin setelah satu jam berikut, rumah ini sudah ditata sesuai seleraku".


ucap Citra.


"Sesuai perintah nona".


sahut pak Djoko sambil beranjak dari tempat itu.


Citra pun kembali ke kamarnya.


Setelah Citra sampai di kamarnya, ia pun menelpon seseorang di seberang sana.


"Bagaiman? Semua sudah siap?" tanya Citra di telpon.


"Beres nona". jawab seseorang di seberang sana


"Kerja bagus!" tandas Citra, lalu panggilan diakhiri.


Pada malam hari, setelah makan malam, Citra kembali mengumpulkan semua orang.



"Baiklah, aku mengumpulkan kalian ke sini untuk membagikan daftar tugas buat kalian". Tutur Citra sambil membagikan kertas kepada setiap orang yang hadir sesuai tugas mereka, termasuk ibu Renita dan ayah Leora.

__ADS_1



"Apa? Heh, wanita kampungan! Loe masih waras kan? Aku nyonya besar rumah ini. Apa iya?Aku jadi tukang nyuci? Kalau mau belajar gila jangan di sini. Kau mengerti?" protes Bu Renita dengan nada suara tinggi.



"Oh,, hello... Siapa kau? jika kau keberatan, silahkan pergi dari sini. Sudah kubilang, semua yang masih ingin tinggal di sini jarus tunduk pada aturan yang kubuat! Paham?"...tegas Citra.



"Kau!..Teriak bu Renita, namun Citra sudah meninggalkannya. Kini ia dan kekasihnya hanya terbakar amarah karena merasa tidak layak untuk menerima tugas seperti itu.



Seminggu telah berlalu. Semua orang bekerja sesuai tugas masing-masing. Pak Djoko sebagai asisten Citra di rumah, Ibu Renita sebagai tukang cuci dan ayah Leora sebagai tukang kebun, menggantikan tugas pak Djoko sebelum Citra datang.


Hari ini Citra melakukan perjalanan keluar kota bersama asisten kantornya yang baru.


Di dalam pesawat, Asisten Rey tidak pernah melepaskan pandangannya pada Citra. Citra hanya terdiam, membiarkan asistennya itu menatapnya.


"Maaf, aku belum setua itu". jawab Citra penuh wibawa.


"Ma...maaf bu, eh...salah". ujar Rey


"Panggil aku dewi!". kata Citra


"Dewi?...tanya Rey


"Iya, Dewi!" Tegas Citra


"Tapi, nama anda Bu Citra!"


"Ia. Tapi nama lainku adalah Dewi!". Ucap Citra sambil menoleh ke luar


"Hmmmm....Dewi...Dewi...Dewi". Gumam Rey.

__ADS_1


"Bilang apa?". Tanya Citra...


"gggg...gak bu, eh Dewi". jawab Rey.


Mendengar itu, Citra menggeleng sambil melukiskan senyuman penuh harapnya.


Setelah tiba di tempat tujuan, mereka langsung menuju ke sebuah rumah baru yang dibeli Citra seminggu yang lalu.



"Ini rumahnya ibu? eh Dewi?"... tanya Rey sambil melihat sekeliling rumah itu.



"iya, ini rumah orang tuaku". jawab Citra.



"Tapi sepi ya? Rupanya gak ada orang". Tanya Rey



"Ia. Orang tuaku sudah pindah ke bali".


"Oh, gitu. Tapi maaf Dewi, kalau aku lancang, tapi emang boleh? seorang pria dan...." Rey menggantung perkataannya.



"hmmm... kamu tenang aja. kita gak sendiri. Ada orang lain juga di sini. Tuh, orangnya. Kata Citra sambil menunjuk ke arah bi Ani yang sedang menyiapkan makan siang di meja makan.


Rey pun bernapas legah...



Bersambung....🔜

__ADS_1


__ADS_2