Aku Punya Hatinya Tapi Tidak Dengan Raganya

Aku Punya Hatinya Tapi Tidak Dengan Raganya
Episode 53 Arifin Berubah


__ADS_3

Fajar pagi telah menyingsing dengan pesonanya yang selalu membangkitkan semangat baru bagi setiap insan setelah melewati malam panjang.


Pagi ini suasana rumah pak Djoko Saputra tampak berbeda. Pemilik inti perusahaan XX yang sempat menjadi pekerja kebun dan asisten di rumahnya sendiri, kini telah kembali dengan pakaian kebesaran dan juga kepercayaan dirinya.


"Pagi om". Sapa Citra yang baru saja turun dari kamarnya dan sudah berpakaian rapi siap untuk ke kantor.


" Pagi juga nak. Sini sebentar nak Citra, om ingin berbicara sebentar". sahut pak Djoko yang sedang duduk di sofa ruang keluarga.


"Baik, om. Kebetulan aku juga ingin bicarakan hal penting sama om". kata Citra sambil berjalan menuju sofa tempat pak Djoko duduk.


" Nak, terima kasih untuk segala usaha yang nak citra lakukan bertahun-tahun hingga semua boleh kembali seperti semula" Kata pak Djoko.


"Aku tidak melakukan apa pun om. Semua berkat doa dari om. Tanpa doa dan restu dari om, aku gak akan mencapai hari ini. Aku juga ingin minta maaf jika selama ini aku... " tutur Citra menggantung


"Jangan meminta maaf untuk apa pun nak. Kamu sudah menhadapi masa-masa sulit dengan langkah yang besar untuk keluarga ini".


pak Djoko memotong pembicaraan Citra.


" Om, hari ini kita akan bertemu pengacara untuk mengalihkan kembali semua hak om dan Arifin. Aku telah menyuruh Alekso untuk mengatur jadwal pertemuannya". Kata Citra.


"Baiklah nak, sesuai keinginanmu".


jawab pak Djoko


" Terima kasih om. Tadinya aku berpikir, stelah urusan pengacara selesai, aku ingin ijin untuk beberapa hari. Aku pengen jenguk adik-adikku sekaligus ziarah ke makam ayah dan ibu". Kata Citra.


"Tentu nak. Kamu boleh mengambil cuti sesukamu nak". jawab pak Djoko.


" hmm ehmmm. Lagi ngomongin apa? Kok pada serius gitu? " tanya Arifin yang tiba-tiba muncul di ruang keluarga.


"Hmmm... gak ada yang serius. Itu tadi si Citra minta ijin untuk cuti beberapa hari. Mau jenguk ade adenya di bali". Jelas pak Djoko


" Aku ikut! " tegas Arifin.


"Apa? Gak. Kamu harus kerja. Lagian aku gak sampai seminggu kok di sana". Tutur Citra.


" Tapi... " sahut Arifin menggantung ucapannya.

__ADS_1


"Gak ada tapi tapian.... yuk, kita sarapan. Kita udah terlambat ke kantor " tegas Citra.



Setelah semua urusan dengan pengacara selesai, Citra mampir ke kantor tuk kembali beraktivitas.



"Hai sayang... Entar lgi makan siang nih. Apa kita boleh cari makan di restoran? " Sapa Citra yang baru saja datang menghampiri Arifin.



"Hmmmm"... jawab Arifin tanpa memandang Citra.



" Hei, kamu kenapa sayang? " apa aku membuat kesalahan yang membuatmu kesal, atau kamu emang lagi gak ingin bicara sama aku? " Tanya Citra heran



"Hmmmm". Lagi lagi Arifin hanya mendehem.



" Ya udah. Aku pergi. Bicaralah padaku saat kamu ingin. Bye.... " Kata Citra sambil mengambil langkah tuk keluar dari ruangan Arifin.



Namun ketika Citra hendak melangkah, dengan sigap Arifin mencegah langkah Citra dengan menarik tangan Citra.


Citra menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Arifin yang sedang memegang erat pergelangan tangannya namun pandangannya masih tidak ingin memandang Citra.



"Lepaskan tanganku. Aku akan pergi. Maaf jika hadirku membuatmu gak nyaman".


Ucap Citra tegas.

__ADS_1



" Duduklah..! ". Perintah Arifin



" Katakan apa maumu" jawab Citra tak kalah tegasnya.


Namun Arifin hanya diam tanpa mengatakan apapun. 10 menit telah berlalu namun Arifin tidak mengatakan apa pun. Memandang Citra pun tidak. Citra dibuatnya makin kesal.



"Permisi tuan, jika tidak ada yang penting, aku akan pergi. Tegas Citra.



Arifin yang mendengar ucapan Citra dan mengerti suasana hati Citra saat ini pun mulai berbicara.



" Maaf, aku gak bisa makan siang denganmu nona. Aku udah janji sama gadis cantikku kalau hari ini kami akan makan di kantor". Kata Arifin tanpa melihat Citra.



"Apa? nona? gadis cantik? ". Tanya Citra kaget.



" Apa perlu aku perjelas? " Tanya Arifin cuek



"Gak perlu. Aku udah paham. Thanks tuk segalanya. Aku pergi".


Jawab Citra sambil melangkah pergi meninggalkan Arifin ....


__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2