Aku Punya Hatinya Tapi Tidak Dengan Raganya

Aku Punya Hatinya Tapi Tidak Dengan Raganya
Eps. 34 Undangan Pernikahan


__ADS_3

Sebulan telah berlalu. Alekso, Lira dan Citra sudah kembali dan saat ini citra berada di rumahnya di bali. Mata Citra pun telah pulih secara normal. Tentunya Citra sangat bersyukur dan berhutang budi pada pak Djoko. Apalagi saat ia kembali, kediaman milik keluarganya telah direhap dengan gaya rumah minimalis namun terkesan cukup mewah.


Kini Tiba saatnya bagi Alekso dan Lira untuk menghalalkan hubungan mereka dengan melangsungkan pernikahan mereka. Keduanya pun tak lupa mengirimkan undangan pernikahan kepada sahabatnya Arifin.


Saat Arifin menerima undangan itu, ia begitu bersemangat karena dua alasan. Yang pertama ia begitu bergembira karena ingin bertemu citra di pernikahan sahabatnya. Selain itu, tentunya ia pun turut bahagia untuk pernikahan sahabatnya.


"Rik, siapkan penerbangan untuk besok pagi". Kata Arifin pada sekretarisnya. "penerbangan?untuk siapa?dan ke mana?" tanya Riko..."aku harus berangkat ke bali esok pagi. Alekso akan menikah lusa. Aku sendiri yang akan menyiapkan pernikahannya. Dia sudah banyak membantuku dan ayah. untuk beberapa hari ke depan, urusan kantor merupakan tanggung jawabmu. pastikan tidak ada kesalahan". ucap Arifin..." baik tuan muda.sesuai perintah"...jawab Riko.

__ADS_1


Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Riko menjemput Arifin untuk mengantarnya ke bandara.


Sesampainya di bandara, Riko pun tidak berlama-lama karena harus ke kantor.


Setelah tiba di bali, Arifin tidak langsung ke kediaman ayahnya. Ia memutuskan untuk lebih dahulu melihat keadaan citra.


"Duduklah sayang, aku akan mengambil minum, sekaligus memberitahu ibu" tutur citra. Arifin pun segera duduk sambil melihat sekeliling ruangan itu. Ia begitu bahagia melihat rumah citra yang sudah bagus.

__ADS_1



"Bu, ada tamu tu di depan"...kata citra.."Ah...kamu, nak. bikin kaget aja. siapa tamunya?" jawab bu Citra. "Udah...ibu ke sana aja, lihat sendiri". tutur citra yang sengaja membuat ibunya penasaran. Ibunya pun segera ke ruang tamu. "Eh...nak Arifin. kamu rupanya"...kata ibu Citra. " Selamat siang tante, apa kabar?". sapa Arifin sambil berdiri untuk mencium punggung tangan ibunya citra. "aku baik. bagaimana kabar kamu,nak".tanya ibu Citra..." Aku juga baik tante". jawab Arifin. keduanya pun lanjut bercerita dengan begitu akrab. "Citra sangat beruntung memiliki ibu yang hangat, penuh kasih sayang"...gumam Arifin dalam hati. " nak Arifin kok ngelamun?" tanya ibu Citra yang membuyarkan lamunan Arifin. "eh...tante. maaf, aku sedikit lelah aja"...jawab Arifin. "ya udah, ayo kita makan siang".kata ibunya Citra.



Saat di meja makan, Arifin merasakan sesuatu yang sempurna. seolah semua impiannya telah terwujud. suasanya di meja makan yang penuh dengan canda tawa, membuat Arifin sedikit iri dengan kehidupan keluarga citra yang sangat jauh berbeda dengan kehidupannya. Ia memiliki segalanya, kecuali suasana rumah yang hangat dan penuh cinta seperti ini.

__ADS_1


Setelah makan siang, Arifin pun segera pamit ke rumah ayahnya.


__ADS_2