
malam hari setelah menelpon ayahnya, Arifin yang sudah merasa tenang mendengar Citra sudah aman, ia pun memutuskan kembali ke rumah untuk beristirahat.
Keesokan harinya Arifin telah bersiap untuk berangkat ke kantor. "Bi Ani, apa sarapannya sudah siap?" panggil Arifin... "Sudah sayang, hari ini mama yang membuatkan sarapannya. mama sangat bahagia kamu udah menikah. maafkan mama karena tidak sempat hadir dalam upacara pernikahanmu" tutur wanita paruh baya (ibu Arifin) yang tiba-tiba keluar dari dapur dengan membawakan sarapan untuk Arifin. mendengar suara ibunya membuat mood Arifin menjadi buruk. " Terima kasih. Tapi mama tidak perlu repot-repot melakukan semua ini. aku tidak terbiasa makan masakan mama. Aku akan berangkat ke kantor sekarang. Aku udah telat...selamat pagi ma". kata Arifin yang mengabaikan ibunya dan langsung pergi begitu saja...
Di kamar Leora....
"Apa yang kau lakukan di sini. Apa kau tau?aku sudah berusaha, tapi. Arifin sama sekali tidak peduli. Ia selalu saja menghinaku. Lupakan itu. Apa rencana kita berhasil?" teriak Ibu Renita yang meluapkan kekesalannya pada Leora...
"Pertama-tama turunkan nada suaramu itu. Yang kedua, jika Arifin mengabaikanmu, itu sama sekali bukan urusanku. Itu Akibat dari kegagalanmu sebagai ibu. Yang ketiga, aku tidak ingin lagi terlibat dalam rencana apa pun lagi. saat ini aku hanya akan menjalani hidup yang baik dan berusaha menebus semua kesalahanku pada Arifin. Jadi tolong... janv libatkan aku dalam hal apa pun dan segera pergi dari sini"...kata Leora dengan sinis..." Apa? apa yang terjadi denganmu? apa kau lupa dengan tujuanmu ke rumah ini? tanya Bu Renita ..." Maaf tante, tapi aku hanya ingin tinggal di sini dengan tenang. kami sudah sepakat untuk menjadi teman". ucap Leora..."Dasarrr tidak berguna. apa kau tidak pikir apa yang akan dikatakan orang-orang jika wanita yang sudah menikah tidak memberikan keturunan kepada suaminya?" teriak ibu Renita..." Aku tidak peduli apa kata orang. Ini kehidupanku. Lagian Arifin tidak akan pernah mencintaiku, bagaimana aku bisa berharap lebih dari itu?"...tutur Leora..." semua itu bisa terjadi jika kau sedikit cerdas"...kata ibu Renita..." maksud tante, saya ini bodoh begitu? tanya Leora dengan sedikit kesal. "Ia betul...kau memang bodoh. wanita mana di dunia ini yang sebodoh dirimu?membiarkan suaminya mencintai wanita lain. bukan hanya bodoh, tapi kau juga pengecut. menyerah sebelum bertarung"...kata ibu Renita yang sengaja menantang Leora. Leora semakin kesal dengan ucapan Ibu Renita. " benarkah? apa tante mau lihat apa yang bisa kulakukan untuk mendapatkan anakmu itu sebagai suamiku seutuhnya?" ucap Leora dengan kesal..." apa?apa yang akan kau lakukan? tapi jika kau kesulitan, kau boleh menghubungiku kapan saja"...tantang bu Renita, lalu berjalan meninggalkan Leora sambil tersenyum sini...
setelah ibu Renita pergi, pikiran Leora begitu kacau. ia tidak ingin menyakiti Arifin, tapi mengingat hinaan ibi renita membuat egonya semakin terluka. " apa yang harus ku lakukan ya? pura-pura sakit? tidak, tidak Ra...pikirkan cara lain yang bisa membuat Arifin tidak bisa meninggalkanmu...hamil? tapi bagaimana caranya? pikir Ra. ..pikir" gumam Leora sambil mondar-mandir dalam kamarnya...tiba-tiba ponselnya berdering. Leora pun mengambil ponselnya dan segera menerima panggilan itu...
__ADS_1
"Ada apa lagi tante?" tanya Leora
"Apa kamu sudah memikirkannya?" tanya ibu renita
"tante tidak perlu repot-repot. aku udah menemukan solusinya"...ucap Leora
" baguslah... mari kita lihat hasil dari rencanamu itu"...kata bu Renita...
Leora terdiam sejenak. ia berpikir apa dia harus meminta bantuan pada ibu renita atau tidak?
"eh...ia tante. maaf kalau aku udah kasar sama tante. apa tante punya ide?". tanya Leora.
" katakan! apa rencanamu? ucap Bu renita..
__ADS_1
"Aku ingin hamil tante. aku pikir, jika aku punya anak darinya, Ia tidak akan meninggalkanku. tapi aku bingung, aku harus apa?" sahut Leora.
"nah, kamu ternyata cerdas juga tuch. Gunakan kesempatanmu sebagai teman. bersikaplah sebagai teman, saat dia mulai percaya padamu, hubungi aku, dan rencanamu akan terwujud". kata bu Renita sambil tersenyum puas... "baiklah tante, aku akan mencobanya, selamat siang" jawab Leora, panggilan diakhiri.
Leora begitu dilema. entah ia harus mengikuti kata hatinya atau mengkhianati pertemanannya dengan Arifin. sementara di tempat lain Ibu renita bersorak ria, karena jika Arifin bisa menjadi suami seutuhnya untuk Renita, maka ia tidak akan berhutang lagi pada ayahnya Leora.
Flash Back
Ayah Leora adalah mantan kekasih ibu renita. sejak dulu, ibu renita ini tidak pernah mencintai pria mana pun dengan tulus. ia hanya mencintai harta. setelah Ayah Leora membiayai kuliahnya, ia meninggalkan ayahnya Leora dan memasuki kehidupan ayah Arifin dengan cara yang curang. Karena ia tahu, Ayah Arifin adalah pria terkaya, dan statusnya di atas ayah Leora saat itu, maka ia pun nekat berbuat apa saja untuk mendapatkan Ayah Arifin. Ia menggunakan Uang Ayah Leora untuk menyewa para medis di rumah sakit ibu Arifin bersalin, agar para medis itu melenyapkan ibu Arifin. Akhirnya, pada saat itu Arifin berhasil dilahirkan, namun sayangnya ibu Arifin sengaja tidak ditangani dengan cepat, akhirnya beliau meninggal saat itu. Kejahatannya itu akhirnya diketahui oleh ayah Leora. Saat ibu renita memutuskan untuk menjalin hubungan dengan ayah Arifin, Ayah Leora begitu hancur. Ia mengancam untuk membongkar kejahatan wanita itu, namun wanita itu memohon- mohon sambil berjanji agar ayah Leora bisa meminta apa pun padanya. tapi Ayah Leora mengatakan ia akan memintanya saat waktunya tiba. Dan seiring berjalannya waktu, ayah Leora pun menikahi ibu Leora yang sangat mulia hatinya. keduanya mengarungi bahtera rumah tangga yang harmonis dan penuh dengan cinta. mereka dikaruniai seorang putri tunggal yang saat ini sudah tumbuh dewasa. tak disangka putri kesayangannya itu menginginkan putra Ibu Renita. Dan inilah saatnya Ayah Leora menagih janji ibu renita...
begitulah ceritanya, mengapa ibu renita berusaha dengan segala cara untuk menikahkan Arifin dengan Leora....
__ADS_1
Bersambung....🔜