
Kini Citra dan Arifin telah berada di kediaman Djoko Saputra.
Citra segera bergegas ke kamarnya untuk bersiap ke vila.
Lain halnya dengan Arifin yang terlihat tak bersemangat. Perasaannya begitu kacau.
"Hei,,, kenapa bengong aja di situ? cepatan bersiap. Entar kita telat lagi. Calon kekasihku pasti udah nunggu". Seru Citra sambil berlari kecil menaiki anak tangga rumah itu menuju kamarnya.
Arifin hanya menatap punggung wanita itu dengan ekspresi yang sulit diartikan.
" Apa katanya tadi? Calon Kekasih. Ya, calon kekasih... dan kau Fin? Kau asistennya seumur hidup. Aghhhhh... Dasar pengecut".... Gumam Arifin dalam hati sambil mengutuk dirinya sendiri.
Kini Citra telah bersiap dan sedang menunggu Arifin. Rupanya Citra sedang berbicara dengan seseorang di telpon.
Tanpa ia sadari, yang ditunggu telah ada di hadapannya dengan tatapan terpesona, karena kecantikan wanita itu.
Setelah beberapa saat Citra menyadari jika dirinya sedang ditatap, laluia swgera menutup panggilan itu.
"Hello,,, sejak kapan kau di sini? kenapa tidak bilang kalau sudah selesai bersiap". Tanya Citra.
" Aku? Ya, aku gak mau ganggu aja. Kelihatannya kekasihmu udah gak sabar tu, yuk berangkat. Jawab Arifin dengan gaya coolnya.
"Hmmmm, kau benar. Setelah malam ini, kebahagiaan akan kembali". tutur Citra.
" Emang kamu gak bahagia selama ini? "
Tanya Arifin
"Menurut lo? Kepo amat jadi orang". Kata Citra menyindir.
" Kepo? Aku? Gak,,, gakk... Aku hanya sedikit peduli". Sahut Arifin
"Apa katamu? sedikit? " Tanya Citra
"Ya, mau gimana? Aku hanya kurang beruntung tuk banyak peduli tentangmu". jawab Arifin dengan tatapan kosong.
Citra diam sejenak sambil menyimak perkataan Arifin tadi.
" Yuk, berangkat". Seru Citra sambil berdiri dari tempat duduknya.
Sementara Arifin langsung pergi setelah mendengar seruan Citra.
"Hei,,, lo mau ke mana? " Teriak Citra
__ADS_1
"Apa calon pacarmu telah membatalkan acara lamaran itu? " Tanya Arifin
"Apa maksudmu batal? Aku hanya berpikir kalau saat ini jalanan pasti macet. Dan butuh waktu yang sangat lama untuk sampai ke villa jika kita menggunakan mobil". Jelas Citra
" Lalu? Apa kita harus terbang? " Tanya Arifin
"Ya. Pintar juga ternyata".
" Menurut bu bos aku ini terlihat bodoh gitu? "
tanya Arifin dengan nada kesal.
"Hehehe.... maaf... maaf,,, bercada. Kaku amat sih hidup lo? "
"Entahlah". Jawab Arifin singkat
" Yuk, ikut Aku! "
Kata Citra sambil berjalan menuju belakang rumah besar itu dan diikuti Arifin.
Di sana sebuah helicopter telah menunggu keduannya.
Melihat helicopter itu, perasaan dan pikiran Arifin makin tak karuan. Seolah ada bayangan yang sedang mengganggunya.
Kini mereka telah berada di dalam helicopter itu dan siap untuk terbang. Suasana menjadi hening. "Aghhhh... " Arifin Sontak berteriak sambil mengacak rambutnya.
"Ada apa? Kenapa teriak? "
Tanya Citra.
"Maaf... Maaf... Gak ada apa-apa. Kepalaku sedikit pusing"
Tanya Citra.
"Lupa". Jawab Arifin singkat.
" Apa maksudmu lupa? Kenapa seharian ini kok lo kelihatan aneh gitu? "
"Entahlah... Rupanya aku sedikit lelah aja" jawab Arifin yang berusaha menenangkat dirinya.
"Lelah? Dasar pemalas! "
Cetus Citra
"Apa tampangku seperti itu? " Tanya Arifin
__ADS_1
"Gak juga. Hanya untuk hari ini. Apa lo sedang putus Cinta? ". Tutur Citra
" Putus? Aku bahkan belum sempat utarakan segalanya. Tapi anggap aja gitu". Jawab Arifin .
"Lo tenang aja. Semua akan baik-baik aja". Kata Citra dengan yakinnya.
" Sok tau! ". Ketus Arifin.
" Ya taulah. Aku kan dewimu? " jawab Citra
"Apa?.... Hmmmm, ia juga sih, tapi... " Arifin menggantung ucapannya.
"Tapi apa? Tanya Citra.
" Gak ada". Jawab Arifin cuek
"Hmmm. Lo tenang aja. dewi ini akan pastikan bahwa hidup lo akan baik-baik aja". Ucap Citra.
" Sungguh? Bagaimana bu bos tau aku akan baik-baik saja? "
Tanya Arifin
"Tentu. Lo kan asisten sekaligus sahabatku. Jadi pasti aku kan selalu bersamamu kapan dan di mana pun". Jelas Citra
" Entahlah. Kayaknya itu gak mungkin deh. Setelah ini, pasti kekasihmu akan melarangmu, bahkan menyuruhmu memecatku". Tutur Arifin dengan wajah yang tampak sedih...
"Kenapa gitu? Tanya Citra
" Ya, dia pasti gak mau lah kekasihnya punya asisten setampan gue" Jawab Arifin dengan PDnya.
"Ke-PD-an lo" Ketus Citra sambil mencolek hidung Arifin.
Sekejap sentuhan itu membuat Arifin menjadi tenang dan rileks.
Keduanya berseda gurau dengan santainya.
__ADS_1
Bersambung ~