Alasan Luka Tercipta

Alasan Luka Tercipta
Tania kemana?


__ADS_3

"Tan gue ikut yah?" Tanya tika memasukkan bukunya ke dalam tasnya.


"Hmm, terserah kamu saja. Tapi nggak tanggung yah kalau suntuk disana" ucap tania mempersiapkan beberapa kertas dan buku yang sudah menemaninya selama seminggu ini.


"Ok, lagian gue bawa novel juga kok" kata tika mengangkat novel ditangannya.


"Yaudah, yuk pergi. kak Lintang pasti udah nunggu" ucap tania bergegas meninggalkan kelas bersama tika.


"Hai kak. Udah lama yah? maaf yah agak lambat datangnya" ucap tania menghampiri lintang yang duduk di salah satu meja perpustakaan menunduk memainkan ponselnya.


"iya nggak papa, gue juga belum terlalu lama nunggunya, sekitar 5 menit" kata lintang melihat jam tangannya.


"Hai kak. Boleh gabung kan?" Tanya tika memastikan keberadaannya tidak akan mengganggu.


"Iya boleh kok" kata lintang tersenyum pada tika yang mendudukkan dirinya.


"Tumben mau gabung?" Tanya kembali lintang pada tika.


"Suntuk di kelas kak, apalagi sendiri" kata tika mulai membuka novelnya.


setelah berbincang sekedarnya Tania dan lintang langsung memulai kegiatan mereka. Mensearching soal di google, Lalu berusaha mencari penyelesaian berdasarkan apa yang sudah mereka pelajari seminggu ini.


Semenjak kabar tak sedap mengenai tania beredar di kalangan para murid. sejak saat itu pula tania berusaha mempersiapkan dirinya menghadapi lomba yang terjadwal minggu depan. Tania tak ingin terlalu terpuruk dengan berita itu, merasa tak perlu juga menjelaskan dirinya pada orang lain cukup tika yang perlu tahu kebenaranya. tania hanya berusaha membuat orang tuanya tersenyum bangga padanya suatu saat nanti.


"Eh tan udah mau bel nih. Balik yuk" kata tika melihat jam biru yang melingkari indah pada pergelangannya.


"Duluan aja, ntar gue nyusul" ucap tania tanpa mengalihkan perhatiannya dari kertas di depannya.

__ADS_1


"Yaudah gue duluan yah?" Kata tika beranjak berdiri yang hanya dijawab anggukan tania.


"Kak, gue balik ke kelas duluan yah" kata tika berpamitan pada lintang.


"iya duluan saja" ucap lintang tersenyum ramah.


Setelah kepergian tika, mereka kembali fokus pada coretan kertas di depan mereka masing - masing. meski waktu istirahat tinggal beberapa menit namun, mereka terlalu sibuk dengan pikiran mereka.


"Lintang, ternyata loe di sini. Gue cariin juga" kata kirana menghampiri meja tempat tania dan lintang terduduk.


"Ada apa?" Tanya lintang tanpa menoleh.


"Lo dipanggil wakasek kesiswaan" kata kirana menyampaikan maksudnya.


"Sepertinya penting deh. lebih baik loe kesana sekarang" tambah kirana meyakinkan lintang.


"Tan gue duluan yah" pamit lintang berdiri. Yang hanya dijawab anggukan kecil tania.


Lintang segera bergegas melangkah menuju ke ruang wakasek kesiswaan. Tanpa beranjak ke kelasnya dulu menyimpan kertas dan buku - buku yang masih dia tenteng.


"Slamat siang bu" ucap lintang ramah sebelum memasuki ruangan tersebut


"Iya, ada apa nak" ucap guru kesiswaan menatap heran atas kedatangan lintang.


"Loh bukannya ibu nyariin saya" kata lintang menunjuk dirinya memastikan apa yang di sampaioan kirana.


"Ibu nggak nyariin kok" kata guru tersebut mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Oh maaf bu! kalau gitu saya ke kelas dulu bu" pamit lintang meninggalkan ruangan tersebut.


"Tan loe kok belum balik sih" gerutuh tika menatap kursi kosong di sampingnya.


Guru pelajaran sudah beberapa kali mencari tania. Dan tika hanya menjawab seperti yang dia ketahui, bahwa tania berada di perpustakaan sekolah. Tika sudah mengirim beberapa chat pada tania bahkan sempat menghubungi ponsel tania. Tapi tidak satupun dari usahanya yang di gubris oleh tania.


"Coba tanya kak lintang saja kali yah" ucap tika kembali mengambil ponselnya dari laci mejanya.


"maaf ganggu kak. Tania kok belum balik ke kelas?" Pesan teks yang tika kirim pada lintang.


Sementara di kelas lintang karena guru yang mengajar berhalangan, Maka semua siswanya sibuk melakukan kegiatan mereka masing - masing. begitu pula dengan lintang yang kembali pada buku - bukunya. meski awal berniat kembali ke perpustaan. namun niatnya itu dia urungkan karena mungkin saja tania sudah tak berada di sana.


"Kok tania belum balik sih?" Tanya lintang pada dirinya sendiri, setelah membaca pesan dari tika.


Lintang segera melangkah kembali ke perpustakaan untuk memastikan keadaan tania, Namun saat sampai di sana dia tak bisa menemukan sosok yang dia cari. tampak ruangan yang senggang, meski beberapa siswa juga berada di sana mungkin sedang mengerjakan tugas mereka.


Dia hanya menemukan kertas yang masih berserakan di atas meja yang mereka gunakan sebelumnya.


"ah mungkin dia pergi ke toilet sebentar" monolog lintang menduga tania hanya pergi sebentar membuat lintang memutuskan untuk menunggu beberapa menit lagi. Namun hingga jam pelajaran hampir selesai, Tania tak kunjung kembali. rasa cemas mulai menghantui lintang. Dia sudah berusaha menghubungi ponsel tania tapi tak pernah berhasil tersambung.


"tania juga nggak ada di perpus, gue udah coba menghubungi ponselnya" pesan yang di kirim lintang pada tika.


"Trus tania dimana dong?" Tanya tika pada dirinya sendiri, Setelah membaca pesan dari lintang. Tika sudah tak bisa lagi berkonsentrasi pada pelajaran. Otaknya sibuk menduga beberapa kemungkinan yang sedang terjadi pada tania.


Hingga tika melirik ke ransel tania di sebelahnya. "Jangan - jangan" ucap tika mengambil ransel tersebut. Lalu membukanya dan ternyata sesuai dugaannya, Ponsel tania berada di sana dengan mode silent.


"kak ponsel tania ada di ranselnya" pesan yang dikirim tika pada tania.

__ADS_1


__ADS_2