Alasan Luka Tercipta

Alasan Luka Tercipta
Tania dan lintang


__ADS_3

Mungkin dengan sedikit berdamai dengan masa lalu bisa membantu kita merasakan sedikit kebahagiaan. Merasakah sedikit rasa lenggang dalam diri.


"Hai tan?" Sapa irfan mendekat ke arah tania setelah memarkirkan motornya.


"Pagi fan" balas sapa tania sambil tersenyum ramah menghentikan langkahnya


"Bareng yuk?" Ajak irfan menunjuk dengan ibu jarinya ke koridor sekolah


"Lah kan kita sekelas jadi udah pasti kita searah kan?" ucap tania memegang tengkuknya


"Hehehe iya juga sih" kata irfan menggaruk kepalanya agar bisa sedikit terhindar dari rasa canggungnya


"Eh fan, loe udah ngerjain PR belum?" Tanya tania


"Udah dong" ucap irfan bangga


"Hehehe gue boleh pinjam ngga?" Kata tania dengan senyum cengengesannya


"Pinjam apa nyontek" goda irfan menatap tania sekilas


"Nah itu tahu, boleh kan?" Ucap tania dengan ekspresi yang dibuat sok imut dilengkapi dengan tangan yang terlipat di dada memohon


"Obat loe habis tan?" Tanya irfan menempelkan tangannya di kening tania untuk mengecek suhu tubuh tania


"Loe mah gitu. Lagian ini kan juga pertama kalinya ada yang nyalin tugas loe" gerutuh tania sambil menghempas tangan irfan dari keningnya


"Dih ngambek, yaudah nih gue kasih" kata irfam membuka ranselnya dan mengambil buku


"Hehehe makasih irfan ganteng" ucap tania mengambil buku tersebut lalu berlari meninggalkan irfan


"Tan tungguin" teriak irfan berusaha mengejar langkah tania


"Tan loe kok gitu sih, capek gue ngejar lo" kata irfan mendekati tania yang sudah duduk manis sambil mengobrol dengan tika di sampingnya


"Yah salah loe ngapain juga ngejar gue" kata tania tanpa rasa bersalah


"Lo kenapa irfan?" Tanya tika memandang sekilas lalu kembali menulis


"Wah jahat loe tan, udah minjam sama gue. Loe masih nyuruh tika nulisin" kata irfan


"Wait, ini maksud kalian apaan sih?" Tanya tika yang duduk diantara tania dan irfan


"Lagian ini buku gue kok" kata tika mengangkat buku tempatnya menulis


"Hahaha makanya fan jangan ngejudge orang sebelum tahu kebenarannya" tawa tania penuh kemenangan


"Jadi loe yang pinjam tugas gue" kata irfan menatap tika


"Emang ini tugas loe?" Tanya tika yang langsung mendapat anggukan dari tania dan irfan

__ADS_1


"Hehehe sorry, fan gue kira tadi punya tania" ucap tika mengembalikan buku tersebut


"Udah santai, mending loe lanjutin sebelum bel bunyi" kata irfan melangkah menuju tempat duduknya


"Irfan baik yah" kata tika lagi sambil melanjutkan kegiatan menulisnya


"Iya, dan loe pasti makin suka kan. Makanya buruan didekatin" ucap tania menopang dagunya dengan tangan


"Ke perpus yuk" ajak tania saat guru mereka berhalangan masuk mengajar


"Boleh tapi ke kantin dulu yah udah lapar banget nih gue" kata tika memasukkan semua yang ada di atas meja ke dalam laci asal


"Yaudah gue ke perpus duluan ntar loe nyusul aja" ucap tania beranjak berdiri


"Ok deh, mau nitip sesuatu?" Tanya tika


"Minum aja" kata tania memberika selembaran uang pada tika


Saat sedang menyusuri rak buku dalam perpustakaan. Tania melihat pemandangan yang cukup menyita perhatian. Dimana di salah satu kursi terduduk lintang dengan dian. Sepertinya lintang sedang menjelaskan sesuatu pada dian. Terlihat jelas dari ekspresi lintang yang serius sambil sesekali menunjuk buku yang ada di hadapan mereka. Dan dian cukup menikmati kebersamaan mereka terlihat dari senyum dian yang tak pernah hilang sedetik pun


"Aduh ngapain sih gue ngeliatin mereka terus" kata tania beranjak pergi menuju rak buku lain. Kembali mencari buku yang ingin dia baca. Setelah mengambil beberapa buku tania mulai mencari tempat duduk. Karena keadaan perpus yang sedikit ramai maka tempat duduk pun susah buat didapetin. Hingga mata tania melihat tempat duduk yang kosong di sudut ruangan tersebut.


"Akhirnya masih bisa dapetin kursi" ucap tania mendudukkan diri. Namun pandangannua tetap melirik ke arah dian dan lintang yang tepat duduk di depan kursinya sekarang.


"Ahh ngapain sih gue. Udah fokus sama bukunya tania" ucap tania mulai membuka salah satu buku yang dia ambil dari rak buku perpustakaan.


"Tika" seru tania mengangkat tangan kanannya saat melihat keberadaan tika yang membuat semua orang di tempat itu menoleh ke arah tania.


"Nih minum" ucap tika menyodorkan sebotol air mineral pada tania


"Lo lagi baca buku apa sih?" Tanya tika yang membuat tania mengangkat buku yang sedang dia baca agar tika bisa membaca sampul buku tersebut.


"Ohh, yaudah lanjut" kata tika meminum minumannya sambil mengamati keadaan sekeliling mereka.


"Mereka romantis banget yah?" Tanya tika


"Siapa?" Tanya tania mengalihkan pandangannya dari buku


"Tuh" jawab tika menunjuk dian dan lintang dengan dagunya sedangkkan tania hanya diam dan kembali membaca buku di depannya.


"eh kak lintang kenapa?" sapa tika yang membuat tania mengangkat kepalanya


"Hai, boleh gabung nggak?" Tanya lintang tersenyum ramah


"Boleh banget kak" kata tika penuh antusias


"Emang udah selesai urusannya sama dian?" Tanya tania tanpa menoleh ke arah lintang


"Udah, kan cuman bantu dia ngejelasin soal ulangan kemarin" kata lintang tersenyum duduk di samping tania

__ADS_1


"kalian pacaran?" Tanya tika yang mendapat sorotan mata tajam tania


"Nggak" jawab tania cuek


"Iya" jawab lintang tersenyum


"Hah seriusan?" Tanya ulang tika memastikan


"Serius" kata lintang dan tania bersamaan


"Kapan kok gue nggak tahu sih" kata tika dengan antusias


"Tika dengar yah kita nggak pacaran ok, jangan berisik gue mau belajar" sarkas tania kembali fokus pada buku dihadapannya.


"Cemburu yah?" Tanya lintang


"Siapa, gue. apa juga gunanya" kata tania tanpa menoleh


"Gue cuman ngajarin dian doang kok nggak lebih" jelas lintang menatap ke arah tania


"Kayaknya gue harus pergi deh, kalau kelamaan disini kejombloan gue makin membara aja rasanya" ucap tika beranjak berdiri


"Jangan" kata tania cepat menahan tika


"Oke" ucap lintang mengangkat ibu jarinya di udara


Karena tania dan lintang yang menjawab bersamaan meski dengan jawaban yang berbeda. membuat Tika nggak tahu apa yang harus dia lakukan.


"Tahu ah pokoknya gue mau ke kelas aja" kata tika beranjak pergi berlalu dari sana


"Masih marah" kata lintang menutup buku yang sedang di baca tania


"Nggak" ucap tania dengan cuek


"Yaudah senyum dong" kata lintang tersenyum


"Idih kakak, kenapa coba?" Kata tania menutup buku yang mungkin sudah pusing dibuka ditutup terus dari tadi


"Trus ngapain bilang kalau kita pacaran?" Tanya tania kembali dengan penuh penekanan


"Gue seriusan tan lo mau nggak jadi pacar gue?" Tanya lintang


"Nggak" jawab tania singkat


"Nggak bisa nolak kan" ucap lintang dengan penuh kemenangan


"Udah ah gue juga mau balik ke kelas" kata tania beranjak berdiri


"Gue anter yah?" Kata lintang mengikuti langkah tania

__ADS_1


"Terserah" ucap tania memutar bola matanya


__ADS_2