Alasan Luka Tercipta

Alasan Luka Tercipta
Publikasi


__ADS_3

Sejak pertandingan basket selesai, sejak itu pula julio menghilang tanpa kabar dan menghindar dari tania dan tika. Tania dan tika yang dibantu lintang berhasil menemukan alamat tempat tinggal julio dari pihak sekolah. Namun saat mereka sampai di alamat tersebut julio tak ingin menemui mereka. Meski mereka sudah berusaha membujuk penjaga rumah tersebut agar di ijinkan bertemu dengan julio. Namun hal itu tak membuahkan hasil apapun.


"Tan udah lah jangan terlalu dipikirin biarin julio sendiri dulu. Ntar juga dia nemuin loe kalau udah waktunya" ucap tika menyemangati tania yang mulai hilang harapan


"Iya, kamu yang sabar aja" kata lintang menambahkan


"Apa keluarga kamu udah tahu tentang ini?" Tanya lintang kembali


"Belum" kata tania menunduk mengaduk - aduk bakso yang ada di depannya


"Pusing tuh bakso loe putar - putar mulu dari tadi" celetuk tika yang mendapatkan tatapan tania dan lintang


"Kenapa?" Tanya tika membalas tatapan mereka


"Yaudah kalau nggak mau sini" kata tika meraih mangkok bakso milik tania


"Enak aja ini kan punya gue" ucap tania mengambil kembali bakso miliknya


"Tahu nih tika. Sini sayang biar aku suapin" kata lintang yang sudah menyendok mie bakso tersebut dan menyodorkannya pada tania


"Wait, tunggu hp gue mana lagi" gerutuh tika merogoh tasnya di atas meja yang membuat tania dan lintang kembali menatapnya dengan heran


"Ok lanjut" kata tika yang sudah mengacungkan ponselnya ke arah tania dan lintang.

__ADS_1


"Wah bakalan heboh nih sekolah besok" kata tika yang mulai mengetik - ngetik ponselnya serta tersenyum cekikikan sendiri.


"Sini biar gue aja" kata tania yang nampak canggung mengambil sendoknya untuk dia makan.


"Yaudah kalau nggak mau" kata lintang yang nampak biasa saja melanjutkan makan mie bakso di hadapannya.


Sesuai dengan perkataan tika. Penghuni dari sekolah mereka pada berkoar - koar menanggapi postingan tika, yang menampakkan foto lintang yang sedang menyuapi tania. Ditambah dengan caption yang diberikan tika sebagai pemanis. "***yang lagi kasmaran" ***tak lupa tika juga menandai akun instagram lintang. Maka bertambah pula followers tika dalam waktu yang singkat. Banyak yang tak pernah menduga hubungan tania dan lintang, pasalnya meski hubungan mereka sudah berjalan beberapa minggu. Tapi mereka tak pernah mempublisnya dan saat lintang ditanya sama yang lain, dia hanya senyam senyum tak menentu. Bahkan ada beberapa siswa yang mengatakan postingan tersebut hanya fake. Dan sebagian lagi pada nyinyir tak rela lintang yang banyak fansnya memilih tania yang kadang kaku dan berwajah datar.


"Napa loe tan?" Tanya tika menghampiri tania di toilet


"Loe lagi nugas nungguin wc?" Kata tika kembali sambil tertawa puas mengejek tania


"Rese' loe" kata tania mengalihkan pandangannya ke arah pintu


"Hahaha sekali - kali tan loe jadi idol di sekolah kita" kata tika mengibaskan rambutnya yang terurai


"Ini tuh bagus tahu biar nggak ada lagi yang nempel - nempel lagi sama kak lintang" jelas tika memegang kedua bahu tania.


Masih jelas di ingatan tika saat dian yang selalu berusaha manja - manja pada lintang bahkan dian sempat ngambek gitu ke lintang. karena lintang meninggalkannya saat berada di pertandingan basket. Meski tania nggak terlalu mempermasalahkan hal tersebut. Namun tika jelas tahu tania juga kadang merasa cemburu dengan kedekatan tersebut.


"Tapi kalau lintang marah gimana?" Tanya tania mulai merasa khawatir


"Itu berarti kak lintang nggak beneran serius sama loe" jawab tika santai

__ADS_1


"Tapi loe kan lihat sendiri gimana kekehnya lintang buat ngedekatin gue" kata tania meyakinkan dirinya


"Udah tan gini gue juga tahu loe mulai ada rasa sama lintang, tapi loe juga perlu lihat ketegasan lintang sama hubungan kalian" kata tika menggenggam erat tangan tania


"Udah ayo ke kelas, tenang aja ada gue kok" kata tika menarik tangan tania.


"*gue harap loe beneran serius sama gue lintang" *batin tania entah merasa membenarkan perkataan tika.


"Dian, beneran nggak Sih kalau lintang udah pacaran sama tania?" Tanya kirana yang membantu dian menempelkan kertas pengumuman pada mading sekolah


"Nggak tahu, tapi gue yakin itu semua pasti nggak benar" kata dian dengan penuh keyakinan


"Kalau itu emang benar gimana?" Kata kirana sedikit menantang dian


"Yah gue nggak bakalan mundur, pokoknya lintang hanya milik gue" kata dian tersenyum


Kelas yang awalnya ribut dan berisik langsung sunyi saat tania dan tika memasuki ruangan tersebut. Semua yang berada di sana menoleh ke arah tania. Yang seakan siap menghujaninya dengan berbagai pertanyaan. Kecuali irfan yang sibuk dengan pulpen dan buku catatannya.


"Hadehh belum juga kelar dengan julio" gerutuh tania melangkah menuju tempat duduknya.


"Hahaha yang sabar, hidup memang kadang gitu" kata tika yang sudah mulai menyiapkan peralatan belajarnya.


"Kemana sih julio?" Tanya tania menatap kursi kosong di belakang irfan

__ADS_1


"Masih di bumi, belum pindah ke mars" nyeletuk tika yang membuat tania mendengus kesal.


__ADS_2