Alasan Luka Tercipta

Alasan Luka Tercipta
Pamit


__ADS_3

"Hai tania, nanti temui gue di taman yah" pesan dari julio yang langsung membuat tania melonjak bahagia. Akhirnya julio bersedia menemuinya.


"Tapi jangan biarkan orang lain tahu yah" pesan dari julio kembali. Yang membuat tania mengundurkan niatnya mempertemukan ayahnya dengan kakak kandung yang telah mereka cari selama ini


"Kenapa. Padahal papi pasti bahagia banget ketemu sama kamu" balas tania yang merasa sedikit kecewa dengan julio.


"Gue tunggu sampai jam 8" pesan dari julio yang membuat tania semakin bergerak cepat memakai seragam sekolahnya. Karena rencananya tania akan menemui julio terlebih dahulu sebelum pergi ke sekolahnya. Tak lupa tania mengambil gelang yang hendak dia berikan pada julio.


"Eh non udah mau berangkat" sapa nanda melihat tania yang sudah rapi


"Iya, kita ke taman dulu yah" kata tania yang sudah membuka pintu mobil penumpang bagian depan


"Ngapain non ke taman?" Tanya nanda yang sudah menyalakan mobil


"Mau ketemu seseorang dulu, baru ke sekolah" kata tania tersenyum


Saat sampai di taman tania langsung mencari keberadaan julio. Yang ternyata menunggu tania di kursi taman dengan sebuah koper besar di samping kursi.


"Kak, udah lama nunggunya?" Tanya tania beranjak duduk di samping julio


"Lumayan" kata julio dengan senyum miringnya


"Ini buat kakak" kata tania memberikan gelang yang dia ambil dari saku tasnya


"Bagus" kata lintang menatapi gelang yang sudah melingkar di tangannya.


"Kakak tahu nggak, yang lain pada nyariin loh di sekolah" rengek tania


"Kakak kapan masuk sekolah lagi?" Tanya tania kembali yang hanya di jawab senyum tipis oleh julio


"Kamu bahagia tinggal di sana?" Tanya julio mengusap lembut kepala tania


"Maksudnya gimana?" Tanya tania mengerutkan keningnya


"Kakak mau balik ke jerman" kata lintang yang membuat tania terkejut


"Kakak nggak mau tinggal di sini aja bareng kita" pintah tania yang terdengar sedih


"Nggak bisa tania, aku harus balik ke sana buat ngurus perusahaan bunda di sana" jelas julio sedangkan tania hanya menunduk tak berani menatap julio


"Kapan kakak balik ke sini?" Tanya tania


"Aku akan menetap di sana" kata julio


"Apa kakak nggak ada niatan buat ketemu papi sekali aja" ucap tania


"Hehehe mungkin belum waktunya dek" kata julio terkekeh sendiri


"Berarti tania di tinggal lagi yah?" Tanya tania yang cukup menyayat hati julio


"Kakak nggak akan hilang kontak lagi sama kamu. Kalau kakak ada sempat kakak akan datang jenguk kamu di sini" kata julio memegang kedua bahu tania

__ADS_1


"Janji" kata tania mengacungkan jari kelingkingnya.


"Iya janji" ucap julio mengaitkan jari kelingking mereka


"Kapan kakak berangkat?" Tanya tania memandangi koper milik julio


"Pagi ini" kata julio tersenyum tipis


"Sebelum kakak pergi boleh nggak kita foto bareng" pintah tania mengeluarkan ponselnya. Yang dijawab anggukan dan senyum oleh julio yang kemudian mengambil alih ponsel tania. Lalu mengambil beberapa foto.


 "Yaudah kamu berangkat sana. Ntar telat lagi" kata julio berdiri di ikuti tania lalu memberi pelukan terakhir pada tania.


"Kalau udah nyampe kabarin yah"  kata tania melepas pelukannya


"Iya nanti kakak kabarin" kata julio tersenyum


"tadi ketemu sama siapa?" Tanya nanda menatap lurus ke jalan


"Kakak gue" kata tania yang terlihat lemas


"Kok aku nggak pernah lihat. Dan setahuku kamu itu anak tunggal" kata nanda bingung


"Panjang deh ceritanya. Kalau gue cerita nggak bakalan kelar - kelar" kata tania


"Tapi kok kamu sedih gitu. Bukannya kamu harusnya bahagia" kata nanda kembali


"Dia tadi pamit balik ke jerman" kata tania


"Baiklah. Rahasia kamu aman sama saya" kata nanda yang membuat tania sedikit terkekeh


"Kenapa deh tuk muka ditekuk mulu dari tadi?" Tanya tika yang sedang membaca novel


"Belum ketemu lintang?" Tanya tika kembali yang di jawab gelengan kepala tania


"Yang sabar mungkin dia lagi sibuk buat laporan pertanggung jawaban. Kan bentar lagi masa jabatan osisnya udah habis" kata tika dengan santai


"Kalau itu gue juga tahu" kata tania dengan santai sambil meletakkan kepalanya di atas meja


"Trus kenapa?" Tanya tika yang sudah menutup buku novelnya


"Julio balik ke jerman" kata tania sambil menutup matanya


"Apa. Trus sekolahnya di sini gimana?" Tanya tika


"Ngapain dia sekolah lagi. Orang dia udah lulus sarjana tahun lalu" kata tania kembali menegakkan kepalanya


"Kok dia bisa masuk sekolah kita?" Tanya tika yang masih penasaran yang hanya di jawab tania dengan mengangkat kedua bahunya.


"Tunggu, loe tahu dari mana coba?" Tanya tika kembali yang membuat tania mengambil ponselnya dan menampilkan sosial media milik julio


"Wah hebat banget" kagum tika yang melihat beberapa postingan julio tersebut.

__ADS_1


"Ehh tan, itu lintang di depan" kata tika yang menyadari kehadiran lintang di depan kelas mereka


"Tumben nyamperin ke sini" kata tania menghampiri lintang


"Nggak papa" kata lintang tersenyum tipis


"Mau jalan - jalan?" Tanya tania yang di jawab anggukan oleh lintang


"Gimana sama laporannya?" Tanya tania membuka suara pasalnya lintang hanya diam sejak tadi


"Udah hampir kelar sih" jawab lintang


"Oh pasti sibuk banget yah" kata tania


"Lumayan. Belum lagi semester bentar lagi jadi banyak yang harus disiapin" kata lintang duduk pada gazebo sekolah di susul tania


"Pasti capek banget yah?" Tanya tania menatap intens lintang


"Iya makanya aku nemuin kamu" kata lintang


"Apa hubungannya coba. Bukannya kalau capek itu yah istirahat" kata tania menatap halaman di depan mereka


"Karena aku butuh kekuatan dari loe" kata lintang yang membuat tania langsung menatapnya.


"Oh yah, malam  minggu nonton yuk" ajak lintang memecah keheningan diantara mereka


"Boleh" kata tania mengiyakan


"Gue boleh cerita nggak?" Tanya tania


"Mau cerita apa emang?" Tanya lintang


"Tadi aku ketemu julio" ucap tania


"Kamu nggak diapa - apain kan sama dia?" Tanya lintang yang sudah memutar - mutar tubuh tania


"Nggak kok. Dia cuman pamit balik ke jerman" kata tania memegang tangan lintang


"Trus papi loe udah tahu?" Tanya lintang dengan wajah seriusnya


"Belum. Julio nggak ngizinin aku bilang sama siapa - siapa" kata tania kembali menatap ke bunga - bunga di depan mereka


"Udah tenang aja, ada gue kok yang bakalan nemenin kamu" kata lintang kembali menggenggam tangan tania.


"Jangan sedih lagi. Senyum dong" kata lintang menggambar senyum di bibir tania dengan jarinya


"Nah gitu kan bagus. Yaudah balik kelas yuk bentar lagi bel" ucap lintang beranjak dari duduknya


 


 

__ADS_1


__ADS_2