Alasan Luka Tercipta

Alasan Luka Tercipta
Nanda


__ADS_3

Tok tok tok


"Tan kamu udah tidur?" Tanya hendra setelah mengetuk pelan pintu kamar tania.


"Bentar pi" kata tania bergegas menuju pintu dan membukanya agar hendra bisa masuk


"Ada apa pi?" Tanya tania beranjak kembali duduk pada meja belajarnya


"lagi sibuk yah?" Tanya balik hendra


"Nggak kok pi bentar lagi kelar" kata tania tanpa menoleh pada hendra yang sudah duduk di sofa


"Keluar yuk?" Ajak hendra


"Sekarang pi" tanya tania menatap hendra


"Iya, masak minggu depan sih tania" kata hendra tersenyum


"Yaudah papi tunggu tania siap - siap dulu!" Kata tania beranjak dan di ikuti hendra yang berjalan ke luar kamar


"Jangan lama - lama papi tunggu di bawah yah?" Kata hendra sebelum menutup pintu kamar tania


Tap tap tap


Suara hentakan tania menuruni anak tangga satu per satu.


"Wah anak siapa ini cantik banget" puja hendra yang hanya dibalas senyuman oleh tania


"Ayo, udah nggak ada yang ketinggalan kan?" Tanya hendra memastikan sambil berjalan mendahului tania


"Nggak ada pi, emang kita mau kemana?" Tanya tania mengikuti langkah hendra dari belakang.


Setelah berkendara hampir 15 menit sampailah mereka di salah satu mall terbesar di kota tersebut. Tempat yang terkenal akan kemewahan dan fasilitas yang di sediakan.


"Mau belanja dulu atau makan?" Tanya hendra


"Makan" pilih tania dengan senyum manisnya


Yang ditanggapi senyum oleh hendra sambil mengusap - usap rambut tania.


Setelah mengelilingi beberapa kafe yang ada di sana tania memilih kafe yang bertemakan jepang.


"Kamu pesan aja dulu, papi angkat telfon dulu" kata hendra meninggalkan tania, mencari tempat yang nggak terlalu ramai.


"Kemana sih" kata tania memandangi makanan jepang yang sudah tersaji di atas meja. Untuk mengusir bosannya tania mengambil ponselnya dan menemukan serentetan pesan dari lintang


"Malam tania"


"dimana?"

__ADS_1


"Lagi ngapain sihh"


"Nggak di read"


"Lagi sibuk yah"


"Yaudah jangan lupa istirahat"


"Sorry baru lihat ponsel. Lagi jalan sama papi" balas tania


"Kenapa?" Tanya tania kembali


"Nggak papa, nanti kalau udah pulang kabarin yah?" Balasan chat lintang


"Ok" balas singkat tania


"Maaf yah nak, papi harus balik ke kantor" kata hendra menghampiri meja tempat tania termenung.


"Loh kenapa?" Tanya tania


"Nanti kamu di jemput sama sopir, papi udah suruh dia kesini" kata hendra terburu - buru pergi meninggalkan tania


"Yah ditinggalkan gue" kata tania menatap punggung hendra


Tania yang sudah tak berselera makan langsung menuju meja kasir dan membayar pesanannya.


"Ini buat tika,  ini buat lintang dan ini buat julio" kata tania mengambil 3 gelang dengan motif yang berbeda - beda.


"Buat papi apa yah" kata tania masih bingung memilih. Hingga pilihannya jatuh pada sebuah jam tangan yang kelihatan antik namun terkesan modis.


Dertt derrttt


Dering ponsel yang membuat tania menghentikan kegiatannya untuk menyambungkan panggilan tersebut.


"Halo, non saya sudah sampai" kata pria tersebut


"Halo pak naik ke lantai 2 pak, saya tunggu di toko aksesoris" ucap tania


"Baik non" kata pria tersebut memutuskan sambungan


"Non saya sudah sampai di depan toko aksesoris"  pesan dari sopir yang akan menjemput tania.


"Masuk aja pak" balas tania singkat


"Non, apa kita pulang sekarang?" Tanya sopir menghampiri tania


"Ntar aja pulangnya, kita keliling - keliling dulu" kata tania


"Nanda" kata tania membaca nama yang ada pada seragam pria tersebut

__ADS_1


"Kamu sopir baru yah?" Tanya tania


"Iya non, baru masuk 3 hari" jelas nanda tetap mengekori tania dari belakang


"Panggil aja tania, biar nggak terlalu kaku" kata tani mundur selangkah dan mensejajarkan langkahnya dengan nanda.


"yang ini bagus nggak?" Tanya tania mengambil sebuah jam tangan


"Iya bagus non" kata nanda tersenyum tipis


"Panggil tania aja nanda" kata tania


"Iya tania" kata nanda


Saat tania sedang sibuk memilih beberapa kalung, nanda juga ikut memperhatikan jam couple yang terkesan modern dengan motif kupu - kupu


 "Kamu mau?" Tanya tania menatap nanda


"Mungkin lain waktu baru bisa beli" kata nanda meletakkan kembali jam tersebut


"Kamu udah punya istri?" Tanya tania


"Belum tania, 3 bulan lagi baru nikah" ucap nanda


"Wah selamat yah,  jangan lupa undangannya" kata tania


"Itu mah gampang, asal tania bisa hadir aja" kata nanda


Sebelum pergi dari tempat tersebut tania mengambil dua pasang jam yang sempat di lirik nanda.


"ini udah semua?" Tanya nanda memastikan


"Iya" kata tania membuka pintu mobil


Selama perjalanan pulang nanda banyak bercerita tentang persiapan pernikahannya serta  bagaimana sosok wanita yang sangat dia cintai bahkan nanda tak sungkan menceritakan perjuangannya agar bisa meminang wanita tersebut. Membuat tania sedikit tersentuh dan juga belajar banyak dari nanda. Beberapa point yang dapat tania tangkap dari cerita nanda yakni. Komunikasi itu penting, meski rasa bosan menghampiri hubungan tersebut namun itu bukan alasan untuk mengakhirinya. Kadang ego harus di turunkan agar tak berpisah, dan menjaga kepercayaan satu sama lain.


"Nih buat kamu" ucap tania memberikan paper bag pada nanda


"Salam yah buat calon istrimu" kata tania tersenyum


"Makasih banyak loh tania" kata nanda membuka paper bag tersebut yang berisi jam couple serta 1 set perhiasan


"Tapi saya nggak bisa nerima ini gitu aja tania" kata nanda mengembalikan paper ban tersebut


"Udah nggak papa, anggap aja hadiah pernikahan kalian nanti. Ndak baik loh nolak rezeki" kata tania


"Sekali lagi makasih yah tania" ucap nanda


"Iya, gue masuk duluan yah!" Kata tania masuk ke rumahnya yang nampak sepi.

__ADS_1


__ADS_2