
"Gue kenapa sihh?" Tanya lintang pada dirinya sendiri merasa ada yang tidak beres dengan perasaannya
"Jadi nggak karuan gini?" Ucapnya lagi
"Sorry bro, akhir - akhir ini gue sempat nyerah" katanya mengambil frame fotonya bersama sahabatnya.
"Habisnya cewek lo itu ngejauh trus dari gue. Gue kira in setelah lomba. Gue akan semakin dekat dengan dirinya. Tapi nyatanya setelah lomba selesai, gue pun nggak punya alasan lagi buat menemui dia" keluh lintang pada foto tersebut.
"Tapi gue janji, gue akan bawa dia kesana secepatnya. Gue nggak akan nyerah lagi" kata lintang penuh kepastian, meletakkan frame foto tersebut lalu berjalan ke arah balkon. kemudian menatap bintang yang masih leluasa menampakkan keindahannya meski di tengah gelapnya malam.
"Gue harap masih punya kesempatan buat ngewujud in semua, gue taku kesempatan itu udah hilang dari genggaman gue" kata lintang penuh pengharapan dengan menatap kilauan bintang.
"Cepatan tan. Bentar lagi bel masuk tuh" kata tika dengan setengah berlari.
"Iya, ini juga udah cepat" ucap tania mengejar langkah tika menuju gerbang sekolah.
"Kapok gue nunggu in lo" gerutu tania dengan nafas yang tersenggal - senggal.
"Gue lagi, salah in supir angkotnya dong. Kan dia yang lupa isi bensin" kata tika membela diri tanpa menoleh ke arah tania.
"Tahu ahh, cepatan biar nggak ditutup in pak satpan nanti" kata tania menambah kecepatannya.
"Pak, tunggu pak" seru tania dan tika bersamaan sambil melambai - lambaikan tangan saat satpam sekolah mulai bergerak menutup sebagian gerbang sekolah.
"Makanya jangan telat bangunnya. Jadinya telatkan kalian" ucap satpam sekolah masih memegang pintu gerbang.
"Iya tahu pak. Tapi ini salah supirnya tadi pake lupa isi bensin. Jadinya kan kita harus jalan kaki setengah jalan" jelas tika setelah melewati pintu gerbang. Sedangkan tania udah tidak mampu bicara lagi, hanya berusaha mengatur nafasnya.
"Udah sana masuk langsung baris sama yang lain" kata satpam sekolah kembali menutup gerbang.
"Ok pak, makasih" ucap tika lalu menarik tangan tania agar dirinya berlari lebih cepat.
Senin pagi memang selalu menjadi pagi yang sibuk, upacara penaikan bendera sang saka salah satu kegiatan anak sekolahan pada umumnya.
__ADS_1
Untung siswa siswi lainnya baru mengambil tempat untuk berbaris. Jadi tania dan tika nggak perlu membuat barisan tersendiri. meski mereka yang udah nggak sempat ke kelas menaruh tas mereka, dan lebih memilih meletakkan tas mereka di belakang barisan mereka.
"Slamat pagi semua" sapa pembina upacara saat akan menyampaikan amanatnya, yang dijawab serentak seluruh peserta upacara. "Pagi ini kita mendapat kabar gembira yang membanggakan nama sekolah kita. Untuk pertama kalinya peserta lomba yang diutus sekolah sukses membawa kemenangan untuk sekolah kita" kata pembina dengan nada gembiranya mengumumkan hal tersebut.
"Mari kita berikan applause kepada tania dan lintang yang berhasil mendapat juara kedua dan juara ketiga dalam lomba matematika minggu lalu" kata pembina yang langsung disertai tepuk tangan yang meriah peserta upacara. Sementara tania yang namanya disebut hanya diam. Seakan tak percaya akan pengumuman tersebut.
"Selamat tania. Dari awal gue udah yakin lo pasti menang" ucap tika memegang kedua bahu tania erat lalu memeluknya.
"Silahkan nak maju ke depan" pinta pembina. Lintang langsung maju ke depan dengan senyum bangganya.
"Maju sana tan" ucap tika menyadarkan tania. Setelah berdiri di samping lintang. Tania hanya diam mematung. Merasa sedikit canggung berdiri bersebelahan dengannya. Jantung yang berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya.
"Selamat yah tan, lo hebat" ucap lintang mengacungkan tangan kanannya.
"Eh oh iya" ucap tania terbata - bata menyambut salaman lintang. "Kakak juga hebat. Ini semua berkat bimbingan kakak" kata tania tersenyum sebelum melepas tangannya.
Pembina upacara kemudian turun dari tempatnya lalu memberi selamat dan piagam kepada tania dan lintang. Setelah itu upacara kembali dilanjutkan.
"Tania. Selamat yah" kata irfan memberi selamat pada tania setelah sampai di kelas.
"Cihh baru juga juara dua udah bangga aja" kata rena memasuki kelas. "Jangan terlalu merasa bangga ntar jatuh sakit loh" tambah rena duduk diri di kursinya.
"Hushh, jangan bilang gitu ren. Udah masuk tiga besar aja itu udah cukup membanggakan sekolah kita" kata risna menanggapi ucapan rena tersebut.
"Tahu nih rena. Ini juga pertama kalinya sekolah kita bisa dapat penghargaan 2 sekaligus ren" kata irfan menyanggah ucapan risna.
Rena yang mendengar ucapan risna dan irfan hanya memperbaiki posisi duduknya dan diam tanpa ingin berkomentar lebih.
"Selamat yah tania, loe emang terbaik deh" ucap risna.
"Iya, makasih" kata tania.
"Raya in di luar ntar sore yuk" usul tika berbisik pada tania.
__ADS_1
"Nggak ahh. Mami sama papi pasti ada di rumah nanti" jelas tania menolak usulan tika.
"Ohh gitu yah. Yaudah deh lain kali aja" kata tika mengerti keadaan keluarga tania.
"Hai tania selamat yah" chat dari lintang.
"Ntar sore mau keluar bareng?" Tanya lintang.
"Sekalian buat ngerayain kemenangan kita" saran lintang
"Meski bukan juara satu tapi tetap harus dirayain kan" tambah lintang
"Setidaknya buat usaha dan perjuangan kita" serentetan chat dari lintang. Yang membuat tania bingung mau jawab apa.
"terima kasih atas ucapan selamatnya kak. Tapi mungkin lain waktu baru bisa keluar barengnya kak. Selamat juga buat kakak" balas chat tania
"oh yaudah, kabarin aja kapan bisanya" chat lintang yang hanya dijawab stiker jempol oleh tania.
"Tuh kan cewek lo bikin greget banget. Nggak pernah kasih gue waktu buat bicara sama dia" ucap lintang menatap layar ponselnya.
"Tapi pasti akan ada waktunya buat gue bawa dia kesana nanti kan?" kata lintang lagi dengan senyumnya.
"Apaan lintang?" Tanya dian yang entah muncul dari mana. Tiba - tiba aja udah ada di samping lintang.
"Nggak kenapa - kenapa" kata lintang sambil memasukkan ponselnya ke saku celananya. "Ntar sore keluar bareng yuk buat ngerayain hasil lomba kemarin" usul dian dengan senyum manisnya.
"Ehmm gimana yah. Kayaknya gue nggak bisa ntar sore" tolak lintang dengan ramah. "Kalau gitu, besok gimana?" tanya dian.
"Atau lusa mungkin bisa" tanya dian kembali.
"Ntar aja deh gue info in kalau udah nemu waktu yang tepat" kata lintang memijit keningnya meras pusing dengan permintaan dian.
"Gue ke kelas dulu yah udah mau masuk soalnya" kata lintang sebelum meninggalkan dian di koridor sekolah.
__ADS_1
"ok loe boleh ngehindari dari gue sekarang" kata dian
"tapi Gue akan buat lo jadi milik gue. Dan itu pasti terjadi, meski lo bersikap cuek sekalipun sama gue" ucap dian dengan senyum sinisnya menatap punggung lintang yang perlahan menghilang dari pandangannya.