Alasan Luka Tercipta

Alasan Luka Tercipta
Bukti


__ADS_3

"Tika besok loe bisa nemenin gue nggak?" Tanya tania yang berjalan di sisi tika


"Emang mau kemana?" Tanya balik tika


"Ke acara nikahan nanda" ucap tania


"Boleh tapi loe jemput gue kan?" Tanya tika memastikan


"Iya tenang aja" kata tania tersenyum


"Lintang juga ikut?" Tanya tika


"Mungkin dia nggak ikut!" Ucap tania tersenyum hambar


"Kenapa?" Tanya tika memandang wajah tania


"Entah lah, beberapa hari ini dia selalu ngejauh dari gue" kata tania berusaha tersenyum. Mengingat 3 hari terakhir ini lintang jarang menemuinya dan selalu menghindari komunikasi dengan tania.


"Udah berusaha nanya nggak sama dia alasannya berubah sikap gitu?" Kata tika kembali melanjutkan langkahnya


"Udah pernah nanya kok. Tapi dianya selalu bilang nggak papa" kata tania mengejar langka tika


"Dan loe percaya gitu aja, kalau dia nggak papa?" kata tika dengan penuh penegasan antara memihak lintang namun juga berusaha memberi masukan yang baik untuk tania.


"Mungkin dia emang lagi pengen sendiri, sendiri menghadapi masalahnya tanpa melibatkan gue di dalamnya" kata tania pasrah dengan keadaan hubungannya.


"Kok loe nggak pernah kasih tahu gue soal ini" kata tika


"Yah kan loe nggak pernah nanya" balas tania tersenyum miring


"Loe mau nggak gue hubungin lintang?" Saran tika

__ADS_1


"Nggak perlu, nanti setelah nikahannya nanda selesai baru gue nanya langsung sama lintang" kata tania


Sedangkan di tempat lain lintang masih termenung sambil membaca - baca ulang pesannya dengan tania berusaha mencari jawaban dari sana. Namun meski udah berulang kali namun tak juga menemukan apapun dari sana. Kecuali rasa rindunya pada tania.


"Gue kenapa sih?" Tanya lintang pada dirinya sendiri mengacak rambutnya asal merasa frustasi dengan perasaannya.


"Loe kenapa?" Tanya erik teman sekelas lintang


"Emang gue kenapa?" Tanya balik lintang tanpa menjawab pertanyaan erik


"Kacau loe, kalau gue tahu. ngapain juga gue nanya?" Kata erik memukul pelan lengan lintang kemudian menarik kursi di samping lintang


"Lagi galau loe, emang tania kenapa lagi?" Tanya erik menebak penyebab kekacauan keadaan lintang


"Coba lo lihat sendiri" ucap lintang memberikan ponselnya yang menampilkan chat whatsapp dari nomor yang nggak di kenal


"Lalu apa masalahnya, toh mereka hanya jalan berdampingan nggak pegangan tangan juga" kata erik menanggapi foto nanda dan tania yang berjalan ke arah butik


"Kejadian ini bertepatan waktu gue ajak tania nonton. Dan loe tahu gue nunggu lama banget sampai akhirnya kita nggak jadi nonton. Karena tania datang terlambat. Waktu gue tanya alasan dia telat datangnya, dia cuman bilang dia mutar balik buat ambil barang" jelas lintang dengan menggebu - gebu


"Santai men" kata erik mengusap pundak lintang


"Bisa aja kan dia itu sepupunya tania" tebak erik kembali


"Tania nggak pernah cerita kalau dia punya sepupu, dan coba lo perhatiin jam tangan yang di pake sama pria tersebut. Mirip kan" kata lintang sambil menunjukkan jam tangan pemberian tania yang masih melingkar di tangannya.


"Coba deh lo tanya sama temannya tania mengenai pria ini, siapa lagi namanya yang sering sama tania?" Tanya erik


"Tika maksud loe" kata lintang


"Percuma tahu nggak, coba loe fikir. Emang tika bakalan bongkar kesalahan sahabatnya sendiri. Nggak kan?" Kata lintang

__ADS_1


"Wah jadi kemungkinan besar tania selingkuh dari loe, loe udah klarifikasi belum sama tania tentang ini" kata erik


"Dan tania pasti nggak bisa ngelak dengan bukti yang loe punya sekarang" tambah erik mendukung lintang


"Itu juga yang sedang gue pertimbangin" ucap lintang memasukkan kembali ponselnya ke dalam sakunya


"Jadi kapan loe beraksi?" Tanya erik memastikan


"Gue juga nggak tahu. Gue masih belum siap kehilangan tania" kata lintang berdiri dari duduknya


"Dan loe milih terluka dalam ketidak pastian dari tania?" Tanya erik yang hanya di jawab oleh lintang dengan mengangkat bahunya.


Masih jelas pada ingatan lintang tentang chat tania dan dirinya 3 hari yang lalu sebelum dia menghindari tania karena kegundahan yang dia alami.


"Tan, kamu kenapa sih nerima aku?" Tanya lintang yang sudah mendapatkan chat dari orang yang nggak dia kenal


"Karena aku percaya kamu nggak bakalan nyakitin aku" balasan chat tania


"Wah berarti kamu udah mulai cinta dong sama aku" canda lintang namun tidak dengan ekspresinya yang terlihat serius saat mengetik pesan tersebut


"Iya bisa di bilang begitu" balasan chat tania


"Alasan kamu mencintai aku apa?" Tanya lintang berusaha memancing tania


"Entahlah. Yang aku tahu cinta itu hadir tanpa alasan" jawab chat tania yang makin membuat lintang gusar untuk mempercayai siapa


"Emang kenapa tumben nanya kek begitu an?" Tanya tania


"Nggak papa, yah udah kamu istirahat udah malam" balas lintang


"Ok, good night" chat tania yang hanya di read oleh lintang tanpa berniat membalasnya.

__ADS_1


__ADS_2